Senjata Canggih Paling Diburu Dunia Kini Menganggur di Ladang Ukraina, Ada Apa?

Peluncur Patriot masih tersedia, tetapi Ukraina praktis kehabisan rudal pencegat di tengah lonjakan serangan Rusia.

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senjata Canggih Paling Diburu Dunia Kini Menganggur di Ladang Ukraina, Ada Apa? (Foto: Dok. U.S. Department of Defense/cnnindonesia)

Senjata Canggih Paling Diburu Dunia Kini Menganggur di Ladang Ukraina, Ada Apa? (Foto: Dok. U.S. Department of Defense/cnnindonesia)

Intiperistiwa.com – Sistem Patriot termasuk senjata pertahanan udara yang kini paling banyak dicari dunia. Namun, sebuah peluncurnya justru terdiam di ladang jagung Ukraina dengan tabung-tabung kosong. Sumber menyebut sistem tersebut terakhir menembakkan rudal sekitar 10 minggu lalu. Kondisi itu muncul ketika Ukraina menghadapi lonjakan serangan Rusia dan kekurangan rudal pencegat.

Patriot buatan Amerika Serikat memiliki kemampuan menghadapi rudal balistik. Sistem ini juga berperan dalam konflik di kawasan Teluk saat perang dengan Iran. Selain itu, Ukraina mengandalkan Patriot untuk menghadapi serangan udara Rusia. Namun, pasokan rudal pencegat kini menjadi persoalan serius bagi Kyiv.

Ukraina Praktis Kehabisan Rudal Patriot

CNN menjadi media pertama yang melihat langsung sistem Patriot tersebut di Ukraina. Pejabat Ukraina membenarkan bahwa negara itu praktis kehabisan rudal pencegat. Sementara itu, CNN melihat 16 tabung Patriot dengan tanda penggunaan rutin. Teknisi bernama Dmytro mengatakan ia tidak melihat peluncur menembakkan rudal selama enam minggu.

Ukraina enggan mengungkap jumlah pasti rudal pencegat yang masih mereka miliki. Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina membutuhkan lima persen dari total persediaan Amerika Serikat. Menurut Zelensky, jumlah itu diperlukan agar negaranya mampu bertahan melewati musim dingin. Namun, ia menyebut Ukraina saat ini hanya memiliki satu persen.

CNN mengutip Dmytro saat menggambarkan kondisi sistem Patriot tersebut. Ia mengatakan, “Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun.” Dmytro pertama kali menghadapi kondisi tanpa satu pun rudal pencegat pada Desember 2025. Karena itu, ia menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang sangat berat.

Baca Juga :  Sejarah Kopi Marocchino, Minuman Khas Italia yang Namanya Justru Terinspirasi Maroko

“Sulit digambarkan, perasaan sangat kuat dan buruk. Rasanya seperti sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas,” kata Dmytro. Sementara itu, peluncur tetap menjadi bagian dari sistem radar dan pusat kendali yang kompleks.

Awak mengoperasikan Patriot dari jarak jauh ketika sistem melakukan penembakan. Anggota awak bernama Heorhi mengatakan pengalaman berperan dalam menentukan rudal yang perlu mereka cegat. Selain itu, komandan unit memberikan instruksi mengenai target yang harus mendapat prioritas. Sistem tersebut memungkinkan awak berada jauh dari peluncur saat operasi berlangsung.

Penggunaan Global Tekan Pasokan Patriot

Krisis pasokan rudal Patriot semakin berat setelah penggunaan besar-besaran di kawasan Teluk. Pada Maret dan April, pasukan memakai banyak rudal pencegat selama konflik dengan Iran. Bahkan, mereka kerap menggunakan Patriot untuk menghadapi serangan drone Iran yang berharga lebih murah. Negara-negara Teluk yang kaya diperkirakan telah memakai puluhan rudal pencegat.

Dmytro mengaku sudah memperkirakan konflik Timur Tengah akan memengaruhi pasokan untuk Ukraina. Namun, besarnya penggunaan rudal tetap mengejutkan awak pertahanan Ukraina. “Kami sudah menduga akan mendapat masalah,” kata Dmytro. Ia juga menyoroti banyaknya rudal yang meluncur secara bersamaan.

“Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama,” ujar Dmytro. Menurutnya, Ukraina membutuhkan rudal serupa untuk menghadapi rudal balistik Rusia. Karena itu, tingginya kebutuhan global ikut mempersempit pasokan bagi Ukraina. Kondisi tersebut semakin terasa ketika produksi belum mampu mengejar tingkat penggunaan.

Baca Juga :  Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya

Foreign Policy Research Institute mencatat pasukan koalisi memakai rata-rata 225 rudal pencegat setiap hari. Angka tersebut terjadi selama empat hari pertama perang dengan Iran. Sementara itu, Lockheed Martin memproduksi 620 rudal pencegat sepanjang 2025. Jumlah produksi itu setara sekitar 1,7 rudal per hari.

Perbandingan tersebut menghasilkan kesenjangan penggunaan dan produksi sebesar 132 banding satu. Karena itu, produsen menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan global. Pada Januari, Pentagon membuat kesepakatan tujuh tahun dengan Lockheed Martin. Kesepakatan tersebut menargetkan produksi 2.000 rudal pencegat setiap tahun pada 2030.

Saat target produksi itu tercapai, perang Ukraina akan memasuki tahun kedelapan. Namun, jumlah rudal yang Amerika Serikat janjikan kepada Ukraina belum diketahui. Total cadangan Amerika Serikat juga belum diketahui secara terbuka. Sementara itu, Zelensky mengklaim Ukraina hanya memiliki sekitar satu persen dari persediaan tersebut.

Ukraina Ingin Produksi Patriot Sendiri

Zelensky sebelumnya mengutarakan keinginan Ukraina untuk merakit Patriot dengan lisensi Amerika Serikat. Donald Trump sempat menawarkan lisensi tersebut kepada Ukraina saat KTT NATO di Ankara. Selanjutnya, perwakilan Raytheon dan Lockheed Martin datang ke Kyiv untuk bertemu Zelensky. Namun, Trump kemudian meragukan kelanjutan pemberian lisensi itu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintah belum membuat keputusan mengenai produksi rudal pencegat Patriot. Menurut pejabat tersebut, keamanan teknologi Amerika Serikat tetap menjadi pertimbangan utama. Sementara itu, Ukraina masih membutuhkan rudal pencegat untuk menghadapi ancaman udara Rusia. Tanpa amunisi, peluncur canggih itu akhirnya hanya terdiam meski kebutuhan pertahanan tetap tinggi. (iD/*)

Berita Terkait

IGIC 2026 di Masjid Istiqlal Perkuat Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia
Di Indonesia Ikan Nila Banyak Dicari, tapi Spesies Ini Jadi Ancaman di Negara Tetangga, Ada Apa?
Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

IGIC 2026 di Masjid Istiqlal Perkuat Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia

Sabtu, 19 September 2026 - 19:00 WIB

Di Indonesia Ikan Nila Banyak Dicari, tapi Spesies Ini Jadi Ancaman di Negara Tetangga, Ada Apa?

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Berita Terbaru

Jangan Asal Simpan! 5 Buah Ini Rusak Jika Dibekukan. (Foto: Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI)

Tips & Trik

Jangan Asal Simpan! 5 Buah Ini Rusak Jika Dibekukan

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:00 WIB

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas. (Foto: goal)

Sport

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN. (Foto: Dok. Kemenaker)

Nasional

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:00 WIB

Game Roblox Populer yang Wajib Dicoba Oktober 2026. (Gambar: Roblox)

Game

Game Roblox Populer yang Wajib Dicoba Oktober 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:00 WIB

Jangan Ketinggalan, Besok Mulai Pre-Order iPhone 18 Pro! (Foto: Hello Store/Blibli)

Teknologi

Jangan Ketinggalan, Besok Mulai Pre-Order iPhone 18 Pro!

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:00 WIB