Intiperistiwa.com – Qualcomm mulai mengungkap spesifikasi Snapdragon C untuk segmen laptop murah. Chip berbasis arsitektur Arm tersebut menyasar perangkat dengan harga mulai sekitar USD 300. Nilai tersebut setara sekitar Rp4,7 juta berdasarkan angka dalam laporan. Selama ini, prosesor kelas pemula Intel banyak mengisi segmen laptop tersebut.
Qualcomm mengandalkan kombinasi performa CPU, pemrosesan grafis terintegrasi, dan konsumsi daya rendah. Selain itu, perusahaan menawarkan Snapdragon C sebagai pilihan baru bagi produsen laptop atau OEM. Strategi tersebut membawa Qualcomm memasuki persaingan pada pasar laptop dengan harga lebih terjangkau. Namun, perusahaan belum mengumumkan harga akhir perangkat yang memakai chip tersebut.
Spesifikasi Snapdragon C dan Klaim Performanya
Snapdragon C membawa CPU Qualcomm Kryo dengan delapan inti. Prosesor tersebut menawarkan kecepatan maksimal 3 GHz untuk pemrosesan single-core. Sementara itu, kecepatan untuk pemrosesan multi-core mencapai 2 GHz. Qualcomm juga membekali chip tersebut dengan total cache sebesar 2 MB.
Pada sektor grafis, Qualcomm memasang GPU Adreno dengan kecepatan hingga 900 MHz. Selain itu, perusahaan menyertakan Hexagon NPU untuk menangani pemrosesan kecerdasan buatan. Kombinasi tersebut melengkapi kemampuan CPU yang menjadi pusat pemrosesan Snapdragon C. Dengan demikian, chip ini menangani CPU, grafis, dan AI dalam satu platform.
Qualcomm juga menjalankan pengujian internal terhadap sistem sampel dengan RAM 8 GB. Perusahaan membandingkan perangkat tersebut dengan laptop yang memakai Intel N250. Dalam pengujian Geekbench menggunakan daya baterai, Snapdragon C mencatat klaim performa lebih tinggi. Qualcomm menyebut performa single-core unggul 44 persen dan multi-core unggul 24 persen.
Hasil Cinebench menunjukkan perbedaan performa yang lebih besar menurut pengujian Qualcomm. Snapdragon C mencatat klaim keunggulan 50 persen pada pengujian single-thread. Sementara itu, pengujian multi-thread menunjukkan keunggulan mencapai 67 persen. Pada Speedometer 3.1, Qualcomm juga mencatat keunggulan hingga 39 persen.
Qualcomm Andalkan Efisiensi Daya
Selain performa, Qualcomm menjadikan efisiensi daya sebagai salah satu fokus utama Snapdragon C. Perusahaan mengklaim chip tersebut 106 persen lebih hemat dibandingkan Intel N250. Klaim itu berasal dari pengujian streaming Netflix melalui Microsoft Edge. Namun, angka tersebut berasal dari pengujian internal Qualcomm.
Dalam aktivitas menjelajah internet, Snapdragon C mencatat klaim efisiensi 68 persen lebih tinggi. Sementara itu, panggilan video melalui Teams menghasilkan klaim penghematan daya sebesar 74 persen. Qualcomm mengandalkan efisiensi tersebut untuk menawarkan penggunaan baterai sepanjang hari. Karena itu, konsumsi daya menjadi salah satu daya tarik utama platform ini.
Sejumlah produsen komputer global juga bersiap menggunakan Snapdragon C pada lini laptop mereka. Laporan menyebut Acer, HP, Asus, dan Lenovo termasuk dalam jajaran produsen tersebut. Bahkan, Acer sudah memamerkan Aspire Go 15 sebagai laptop Snapdragon C pertamanya. Perangkat itu membawa RAM 8 GB dan penyimpanan SSD berkapasitas 512 GB.
Meski demikian, produsen belum mengumumkan tanggal peluncuran dan harga akhir laptop tersebut secara resmi. Snapdragon C akan menyasar pasar laptop kelas pemula yang selama ini memiliki banyak pilihan. Chip tersebut juga berpotensi berhadapan dengan ekosistem Intel Wildcat Lake dan lini MacBook Neo Apple. Namun, pasar masih menunggu perangkat komersial untuk melihat performa Snapdragon C dalam penggunaan sehari-hari. (iD/*)











Komentar