Malware ToxicPanda 2.0 Ancam Pengguna Android, Bisa Curi PIN dan Kuras Rekening

ToxicPanda 2.0 membawa kemampuan baru untuk mencuri PIN dan mengambil alih ponsel Android dari jarak jauh.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Malware ToxicPanda 2.0 Ancam Pengguna Android, Bisa Curi PIN dan Kuras Rekening.(Foto: Ilustrasi/bitsight)

Malware ToxicPanda 2.0 Ancam Pengguna Android, Bisa Curi PIN dan Kuras Rekening.(Foto: Ilustrasi/bitsight)

Intiperistiwa.com – Malware ToxicPanda 2.0 kini mengancam para pengguna ponsel Android. Peneliti pertama kali mendeteksi pendahulu trojan perbankan ini beberapa tahun lalu. Sebelumnya, versi awal lebih banyak menargetkan pengguna di wilayah Eropa. Namun, varian terbaru memperluas jangkauan operasi dan membawa kemampuan serangan yang lebih berbahaya.

Peneliti keamanan siber Zimperium menemukan peningkatan kemampuan peretasan pada ToxicPanda 2.0. Malware ini membawa mekanisme pencurian PIN yang menyasar lebih dari 140 aplikasi perbankan dan mata uang kripto. Sebanyak 349 lembaga keuangan di 16 negara menggunakan aplikasi yang masuk dalam sasaran tersebut. Selain itu, peretas menambahkan 167 perintah jarak jauh baru pada malware ini.

Bisa Curi PIN dan Kendalikan Ponsel

Perintah jarak jauh tersebut memberi peretas kemampuan untuk mengambil alih ponsel korban secara diam-diam. Penjahat siber kemudian dapat mengendalikan perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain itu, malware mengincar PIN yang pengguna pakai untuk membuka aplikasi perbankan. PIN tersebut dapat membantu peretas mengotorisasi transfer dan menguras isi rekening korban.

ToxicPanda 2.0 dapat menyusup ke ponsel Android melalui berbagai modus. Salah satu taktiknya memakai aplikasi bodong dan layar instalasi palsu. Melalui cara tersebut, peretas menjebak pengguna agar memberikan hak akses layanan VPN. Selanjutnya, malware memakai akses itu untuk memblokir komunikasi perangkat dengan Google Play dan Google Play Services.

Trojan ini juga mengeksploitasi fitur Aksesibilitas bawaan Android untuk mengambil kendali perangkat. Setelah memperoleh akses, malware dapat menyimulasikan rangkaian ketukan pada layar ponsel. Selain itu, ToxicPanda 2.0 mampu mengaktifkan Developer Options secara otomatis. Kemudian, malware mengakses perangkat melalui fitur Wireless Debugging.

Baca Juga :  Daftar Harga HP Oppo dan Realme 19 Agustus 2026, Mulai Rp1,8 Jutaan

Setelah masuk ke sistem, trojan menampilkan laman tiruan yang menyerupai aplikasi perbankan asli. Peretas memakai laman tersebut untuk memancing pengguna memasukkan PIN. Pada saat bersamaan, perintah jarak jauh mencari akses ke kredensial layar kunci. Selain itu, malware mengincar berbagai data sensitif lain pada perangkat korban.

Waspadai APK dari Sumber Tidak Tepercaya

Tidak ada sistem operasi yang sepenuhnya bebas dari celah keamanan. Namun, Android memberi pengguna kebebasan memasang aplikasi dari luar toko resmi. Peretas sering memanfaatkan fleksibilitas tersebut untuk menyamarkan aplikasi berbahaya sebagai perangkat lunak legal. Karena itu, pengguna perlu berhati-hati saat memperoleh file APK dari sumber tidak tepercaya.

ToxicPanda 2.0 sangat mengandalkan manipulasi untuk mendapatkan izin akses perangkat. Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi pertahanan utama menghadapi ancaman tersebut. Pengguna sebaiknya tidak sembarangan mengunduh file APK dari sumber yang meragukan. Selain itu, pengguna perlu memeriksa setiap permintaan izin sebelum memberikan akses kepada aplikasi baru.

Perangkat Android modern kerap memberi peringatan ketika aplikasi meminta izin berisiko. Namun, pengguna tetap perlu mencurigai permintaan akses yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi. Misalnya, aplikasi biasa tiba-tiba meminta akses VPN atau Aksesibilitas tanpa alasan fungsi yang jelas. detikINET mengutip Phone Arena mengenai ancaman tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (iD/*)

Baca Juga :  Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya

FAQ

Apa itu ToxicPanda 2.0?

ToxicPanda 2.0 merupakan varian terbaru dari trojan perbankan yang menyerang perangkat Android. Peneliti mendeteksi pendahulunya beberapa tahun lalu. Namun, versi terbaru membawa jangkauan operasi lebih luas. Malware tersebut juga menambah kemampuan untuk mencuri PIN dan mengendalikan perangkat.

Apa saja yang menjadi sasaran ToxicPanda 2.0?

ToxicPanda 2.0 menyasar lebih dari 140 aplikasi perbankan dan mata uang kripto. Aplikasi tersebut digunakan oleh 349 lembaga keuangan di 16 negara. Selain itu, malware mengincar PIN dan kredensial layar kunci. Peretas juga dapat mencari berbagai data sensitif dari perangkat korban.

Bagaimana ToxicPanda 2.0 masuk ke ponsel Android?

Peretas dapat memakai aplikasi bodong dan layar instalasi palsu untuk menjebak pengguna. Modus tersebut mendorong pengguna memberikan akses VPN. Selain itu, malware mengeksploitasi fitur Aksesibilitas bawaan Android. ToxicPanda 2.0 kemudian dapat mengakses perangkat melalui fitur Wireless Debugging.

Bagaimana cara mengurangi risiko serangan ToxicPanda 2.0?

Pengguna sebaiknya menghindari file APK dari sumber yang tidak tepercaya. Selain itu, pengguna perlu memeriksa izin yang aplikasi minta. Permintaan akses VPN atau Aksesibilitas dari aplikasi biasa perlu mendapat perhatian khusus. Pengguna juga harus berhati-hati ketika menemukan layar instalasi yang mencurigakan.

Berita Terkait

Google Rilis 5 Fitur Baru Android September 2026, Ada Motion Assist untuk Kurangi Mabuk Kendaraan
Cara Pakai BlockAway dengan Mudah, Akses Website Lewat Proxy Tanpa Aplikasi
Ancaman “Negara Buatan”, AI Dinilai Bisa Menggeser Kendali Manusia di Masa Depan
7 Tanda HP dan Laptop Mau Meledak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
5 HP RAM 12 GB untuk Gaming Berat, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Sejarah Simbol “@”, dari Perdagangan Kuno hingga Media Sosial
Mahasiswa UB Ciptakan Rompi Pintar ADAPT-V untuk Bantu Tangani Tantrum Anak ASD
WhatsApp Perkuat Tiga Fitur Keamanan Baru, Akun Jadi Lebih Sulit Dibobol
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:00 WIB

Google Rilis 5 Fitur Baru Android September 2026, Ada Motion Assist untuk Kurangi Mabuk Kendaraan

Rabu, 2 September 2026 - 22:00 WIB

Cara Pakai BlockAway dengan Mudah, Akses Website Lewat Proxy Tanpa Aplikasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:00 WIB

Ancaman “Negara Buatan”, AI Dinilai Bisa Menggeser Kendali Manusia di Masa Depan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:00 WIB

7 Tanda HP dan Laptop Mau Meledak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

5 HP RAM 12 GB untuk Gaming Berat, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB