Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya

Komdigi menindaklanjuti aduan masyarakat sekaligus menyoroti kepatuhan Hornet terhadap aturan PSE di Indonesia.

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya. (Foto: modportal)

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya. (Foto: modportal)

Intiperistiwa.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Hornet. Langkah itu menyusul berbagai aduan masyarakat mengenai platform tersebut. Masyarakat menilai platform itu memuat kampanye LGBTIQ+ yang bertentangan dengan norma dan ketentuan hukum Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menemukan persoalan kepatuhan platform terhadap aturan nasional.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pemerintah kini memberikan perhatian terhadap aduan masyarakat mengenai Hornet. Komdigi juga terus memperketat pengawasan terhadap berbagai platform digital di Indonesia. Namun, persoalan Hornet tidak hanya berkaitan dengan muatan kontennya.

Alexander menjelaskan bahwa Hornet juga menghadapi persoalan tata kelola sistem elektronik. Menurutnya, platform kencan tersebut belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Karena itu, Komdigi menindaklanjuti persoalan tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga menempatkan kepatuhan terhadap regulasi sebagai kewajiban setiap penyedia layanan digital.

“Dari awal Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia,” kata Alexander, Sabtu (15/8/2026). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan kepatuhan yang memerlukan tindak lanjut. Komdigi akan mengambil langkah berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya menyoroti aduan mengenai konten platform tersebut.

Baca Juga :  Sky-Watch Kenalkan RQ-70 Dainn, Drone Tempur Baru dengan Daya Tahan Delapan Jam

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Hornet

Komdigi kemudian mengambil langkah lanjutan terhadap keberadaan aplikasi Hornet di Indonesia. Pemerintah mengirim permintaan resmi kepada Apple App Store dan Google Play Store. Komdigi meminta kedua penyedia toko aplikasi tersebut menghapus atau melakukan delisting terhadap Hornet. Langkah itu bertujuan menghentikan akses pengunduhan aplikasi tersebut bagi pengguna Indonesia.

Alexander menegaskan setiap platform digital wajib menghormati hukum nasional. Selain itu, kewajiban tersebut berlaku bagi semua penyedia layanan digital yang menyasar masyarakat Indonesia. Aturan itu tidak membedakan negara asal, skala perusahaan, maupun jumlah pengguna. Komdigi juga akan memproses aplikasi lain yang menawarkan layanan serupa sesuai ketentuan.

Pemerintah menegaskan bahwa aktivitas dalam ruang digital Indonesia tetap mengikuti aturan yang berlaku. Karena itu, Komdigi tidak hanya mengawasi berbagai konten yang beredar melalui platform. Pemerintah juga memeriksa kepatuhan penyelenggara terhadap regulasi nasional. Dengan demikian, setiap penyedia layanan memiliki tanggung jawab ketika beroperasi di Indonesia.

Baca Juga :  Apple Uji Chip Memori CXMT China untuk iPhone dan MacBook, Apa Dampaknya?

Komdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi berkomitmen menindaklanjuti setiap aduan masyarakat mengenai layanan digital. Selain itu, kementerian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pengawasan platform. Koordinasi tersebut juga melibatkan perusahaan penyedia toko aplikasi. Pemerintah menggunakan langkah itu untuk memastikan penyelenggara layanan mematuhi ketentuan nasional.

Menurut Alexander, penyedia layanan digital harus menjalankan tanggung jawabnya ketika menyasar masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mematuhi berbagai aturan yang berlaku. Komdigi juga menempatkan kepatuhan sebagai bagian penting dalam pengelolaan ruang digital. Pemerintah akan terus menjalankan pengawasan terhadap platform yang beroperasi di Indonesia.

“Prinsipnya sederhana, siapa pun yang ingin menyediakan layanan digital bagi masyarakat Indonesia harus hadir secara bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku,” kata Alexander. Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah mengenai kepatuhan penyelenggara platform digital. Selain itu, Komdigi akan terus menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai ketentuan. Pemerintah juga melanjutkan koordinasi dengan penyedia toko aplikasi terkait Hornet. (iD/*)

Berita Terkait

Sinyal 5G Hilang Saat Masuk Rumah atau Gedung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Huawei Pura X View Resmi Meluncur dengan Desain Unik, Usung Layar Lebar Pertama di Dunia
Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Murah, Performa Diklaim Lampaui Intel N250
Robot Superman Buatan China Makin Canggih, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter
Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta
Ilmuwan Temukan Dua Gunung Raksasa Tersembunyi di Dalam Bumi, Lebih Tinggi dari Everest
Daftar HP dengan Radiasi Tertinggi, Apakah Ponsel Anda Termasuk?
Pengguna Mac Wajib Waspada, Celah Screen Sharing Mulai Dimanfaatkan Hacker
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sinyal 5G Hilang Saat Masuk Rumah atau Gedung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Murah, Performa Diklaim Lampaui Intel N250

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Robot Superman Buatan China Makin Canggih, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya

Berita Terbaru