9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Kemenhut menutup sementara pendakian di sembilan taman nasional karena rawan karhutla.

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar. (Foto: direktoripariwisata/idntimes)

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar. (Foto: direktoripariwisata/idntimes)

Intiperistiwa.com – Pemerintah mengumumkan 9 taman nasional tutup sementara jalur pendakian karena rawan kebakaran hutan dan lahan. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) turut masuk dalam daftar tersebut. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan kebijakan itu pada Senin (31/8/2026). Selain itu, pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjaga keselamatan pendaki dan mendukung penanganan karhutla.

Raja Juli mengatakan pemerintah menerapkan kebijakan tersebut pada sembilan taman nasional yang rawan karhutla. Penutupan juga bertujuan memaksimalkan sumber daya penanganan kebakaran di enam provinsi prioritas. Karena itu, pemerintah menghentikan sementara aktivitas pendakian pada kawasan yang masuk dalam daftar. Kebijakan tersebut juga mencakup kawasan TNKS yang menjadi salah satu tujuan pendakian di Kerinci.

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian karena Karhutla

Raja Juli menjelaskan pemerintah akan menerbitkan surat edaran melalui Direktorat Jenderal KSDAE. Namun, ia lebih dahulu mengumumkan penutupan sementara pada sembilan taman nasional. Pemerintah mengambil kebijakan tersebut untuk mengurangi risiko keselamatan selama kondisi rawan karhutla. Selain itu, pemerintah ingin memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk penanganan kebakaran.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap sembilan taman nasional,” kata Raja Juli dalam keterangan di Jakarta.

Kebakaran pada sejumlah taman nasional membuat proses penanganan karhutla semakin sulit. Menurut Raja Juli, pemerintah seharusnya mengerahkan helikopter ke enam provinsi prioritas. Namun, kebakaran di taman nasional membuat helikopter juga harus menuju kawasan tersebut. Akibatnya, pemerintah perlu membagi sumber daya pemadaman ke berbagai lokasi.

Baca Juga :  Polres Bungo PTDH Aipda Aviv Muharman Hakim, Kapolres Ingatkan Pentingnya Disiplin

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” kata Raja Juli Antoni.

Menhut menekankan pentingnya penutupan sementara untuk menjaga keselamatan para pendaki. Selain itu, kebijakan tersebut membantu memperlancar penanganan karhutla yang memburuk pada Agustus 2026. Karena itu, 9 taman nasional tutup sementara jalur pendakian selama kondisi tersebut berlangsung. TNKS menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam kebijakan itu.

TNKS Masuk Daftar Penutupan Sementara

Taman Nasional Kerinci Seblat menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam daftar penutupan sementara. TNKS mencakup kawasan konservasi yang juga memiliki aktivitas wisata pendakian. Karena itu, calon pengunjung perlu memperhatikan kebijakan terbaru sebelum merencanakan perjalanan. Sebelumnya, pengelola juga memiliki sejumlah ketentuan terkait pendakian Gunung Kerinci.

Pemerintah memasukkan TNKS bersama delapan taman nasional lainnya dalam kebijakan tersebut. Sementara itu, beberapa kawasan lain hanya mendapat pembatasan dan pengawasan lebih ketat. Perbedaan tersebut mengikuti kebijakan pemerintah terhadap kondisi setiap kawasan. Karena itu, status aktivitas pendakian tidak sama pada seluruh taman nasional.

Daftar 9 Taman Nasional yang Tutup Sementara

Kementerian Kehutanan menetapkan sembilan taman nasional dalam kebijakan penutupan sementara jalur pendakian. TNKS masuk bersama sejumlah kawasan konservasi lain dari berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, penutupan di TN Lorentz hanya mencakup beberapa jalur yang telah ditentukan. Berikut daftar sembilan taman nasional tersebut.

  1. Gunung Semeru di TN Bromo Tengger Semeru
  2. TN Kerinci Seblat
  3. TN Gunung Ciremai
  4. TN Tambora
  5. TN Manusela
  6. TN Bukit Baka Bukit Raya
  7. TN Gunung Gede Pangrango
  8. TN Gunung Leuser
  9. TN Lorentz melalui jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba
Baca Juga :  Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Kuliner Terbaik Dunia 2026, Ungguli Thailand hingga Singapura

Selain penutupan tersebut, pemerintah mengumumkan pembatasan dan pengawasan pada beberapa kawasan lainnya. Kawasan itu meliputi TN Gunung Rinjani dan TN Gunung Merbabu. Selain itu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro juga masuk dalam kebijakan tersebut. Pemerintah turut menerapkan pembatasan dan pengawasan di TN Gunung Halimun Salak.

Keselamatan Pendaki Jadi Pertimbangan

Pemerintah menjadikan keselamatan pendaki sebagai salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut. Selain itu, pemerintah perlu menjaga kelancaran proses penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi karhutla di sejumlah taman nasional membutuhkan dukungan sumber daya pemadaman. Karena itu, pemerintah menghentikan sementara aktivitas pendakian pada kawasan yang memiliki risiko.

Kebijakan 9 taman nasional tutup sementara jalur pendakian juga mencakup TNKS. Sementara itu, pemerintah menerapkan pembatasan dan pengawasan pada empat kawasan lainnya. Calon pendaki perlu memperhatikan perkembangan kebijakan sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan terkait. Dengan demikian, pendaki dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku. (iD/*)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Buka Seleksi JPT Pratama 2026 untuk Lima Kepala OPD, Simak Syarat dan Jadwalnya
274 Desa di Kerinci Sudah Cairkan Dana Desa Tahap II 2026, 11 Desa Masih Berproses
Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Abizar Prandapo, Siswa SMPN 13 Kerinci, Borong Dua Prestasi di Jambi Open 2026
Sidak ASN Merangin, Bupati M. Syukur Temukan Dugaan Manipulasi Absensi
Bahasa Duano dan Kerinci Terancam Punah, Balai Bahasa Jambi Ungkap Penyebabnya
Tak Hanya Stunting, Program 3S Sungai Penuh Kini Sasar Lansia hingga Anak Sekolah
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:08 WIB

Pemkot Sungai Penuh Buka Seleksi JPT Pratama 2026 untuk Lima Kepala OPD, Simak Syarat dan Jadwalnya

Sabtu, 5 September 2026 - 19:00 WIB

274 Desa di Kerinci Sudah Cairkan Dana Desa Tahap II 2026, 11 Desa Masih Berproses

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Abizar Prandapo, Siswa SMPN 13 Kerinci, Borong Dua Prestasi di Jambi Open 2026

Berita Terbaru