Intiperistiwa.com – Siswa SMPN 13 Kerinci bersama guru coding menghadirkan inovasi untuk pengelolaan lingkungan sekolah. Mereka menciptakan tong sampah otomatis yang mampu memilah sampah berdasarkan kategorinya. Inovasi tersebut berangkat dari persoalan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan cara manual. Karena itu, guru dan siswa mencoba menghadirkan alat yang mempermudah proses pemilahan sampah.
Kepala SMPN 13 Kerinci, Liza Azoni, mengatakan guru coding dan siswa mengembangkan ide kreatif tersebut bersama-sama. Menurutnya, mereka ingin menjawab persoalan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Alat tersebut mampu memilah sampah sesuai kategorinya secara otomatis. Khususnya, alat itu memisahkan sampah organik dan nonorganik.
Siswa SMPN 13 Kerinci Kembangkan Alat Pemilah Sampah Otomatis
Liza mengapresiasi inovasi yang lahir dari kreativitas guru coding bersama siswa SMPN 13 Kerinci tersebut. Menurutnya, alat itu mampu menjalankan proses pemilahan sampah berdasarkan kategori secara otomatis. Kemampuan tersebut mempermudah sekolah dalam mengelola sampah sehari-hari. Selain itu, inovasi tersebut memperkuat upaya sekolah dalam menjaga lingkungan.
“Idenya sangat luar biasa, karena secara otomatis alat ini bisa memilah sampah sesuai dengan kategorinya,” ujar Liza. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat, 4 September 2026. Liza menilai alat itu memberi kemudahan bagi sekolah dalam memilah sampah. Selain itu, inovasi tersebut mendukung komitmen sekolah melalui program Adiwiyata.
SMPN 13 Kerinci tidak hanya mendorong kegiatan pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Sekolah juga berupaya mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya, sekolah mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pemilahan.
Liza berharap inovasi siswa SMPN 13 Kerinci dapat membantu pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Selain itu, ia berharap inovasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga berharap kegiatan tersebut mendorong kreativitas siswa melalui berbagai gagasan yang berkaitan dengan lingkungan. Harapan itu sekaligus menyertai upaya sekolah dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. (iD/*)
FAQ
Apa inovasi yang dibuat siswa SMPN 13 Kerinci?
Siswa SMPN 13 Kerinci bersama guru coding membuat alat pemilah sampah otomatis. Alat tersebut mampu memilah sampah berdasarkan kategorinya. Khususnya, alat itu memisahkan sampah organik dan nonorganik. Inovasi tersebut membantu sekolah dalam mengelola sampah.
Mengapa SMPN 13 Kerinci membuat alat pemilah sampah otomatis?
Sekolah sebelumnya masih mengelola pemilahan sampah secara manual. Karena itu, guru coding bersama siswa mencari solusi melalui sebuah inovasi. Mereka kemudian menciptakan alat yang mampu memilah sampah secara otomatis. Alat tersebut membantu mempermudah pengelolaan sampah di sekolah.
Apa hubungan inovasi tersebut dengan program Adiwiyata?
SMPN 13 Kerinci menjalankan komitmen kepedulian lingkungan melalui program Adiwiyata. Inovasi alat pemilah sampah mendukung komitmen tersebut. Selain memilah sampah, sekolah juga mengolah sampah organik menjadi kompos. Karena itu, sekolah terus mendorong pengelolaan lingkungan melalui berbagai kegiatan.
Apa harapan Kepala SMPN 13 Kerinci terhadap inovasi tersebut?
Liza Azoni berharap inovasi tersebut membantu pengelolaan sampah di sekolah. Selain itu, ia berharap siswa semakin sadar terhadap kelestarian lingkungan. Liza juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kreativitas siswa. Dengan demikian, siswa dapat terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan.











Komentar