Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Inovasi guru dan siswa membantu pemilahan sampah sekaligus mendukung program Adiwiyata sekolah.

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis. (Foto: Desi Hermila/rri)

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis. (Foto: Desi Hermila/rri)

Intiperistiwa.comSiswa SMPN 13 Kerinci bersama guru coding menghadirkan inovasi untuk pengelolaan lingkungan sekolah. Mereka menciptakan tong sampah otomatis yang mampu memilah sampah berdasarkan kategorinya. Inovasi tersebut berangkat dari persoalan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan cara manual. Karena itu, guru dan siswa mencoba menghadirkan alat yang mempermudah proses pemilahan sampah.

Kepala SMPN 13 Kerinci, Liza Azoni, mengatakan guru coding dan siswa mengembangkan ide kreatif tersebut bersama-sama. Menurutnya, mereka ingin menjawab persoalan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Alat tersebut mampu memilah sampah sesuai kategorinya secara otomatis. Khususnya, alat itu memisahkan sampah organik dan nonorganik.

Siswa SMPN 13 Kerinci Kembangkan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Liza mengapresiasi inovasi yang lahir dari kreativitas guru coding bersama siswa SMPN 13 Kerinci tersebut. Menurutnya, alat itu mampu menjalankan proses pemilahan sampah berdasarkan kategori secara otomatis. Kemampuan tersebut mempermudah sekolah dalam mengelola sampah sehari-hari. Selain itu, inovasi tersebut memperkuat upaya sekolah dalam menjaga lingkungan.

“Idenya sangat luar biasa, karena secara otomatis alat ini bisa memilah sampah sesuai dengan kategorinya,” ujar Liza. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat, 4 September 2026. Liza menilai alat itu memberi kemudahan bagi sekolah dalam memilah sampah. Selain itu, inovasi tersebut mendukung komitmen sekolah melalui program Adiwiyata.

Baca Juga :  9 BUMN Logistik Masuk Holding PT Pos Indonesia

SMPN 13 Kerinci tidak hanya mendorong kegiatan pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Sekolah juga berupaya mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya, sekolah mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pemilahan.

Liza berharap inovasi siswa SMPN 13 Kerinci dapat membantu pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Selain itu, ia berharap inovasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga berharap kegiatan tersebut mendorong kreativitas siswa melalui berbagai gagasan yang berkaitan dengan lingkungan. Harapan itu sekaligus menyertai upaya sekolah dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. (iD/*)


FAQ

Apa inovasi yang dibuat siswa SMPN 13 Kerinci?

Siswa SMPN 13 Kerinci bersama guru coding membuat alat pemilah sampah otomatis. Alat tersebut mampu memilah sampah berdasarkan kategorinya. Khususnya, alat itu memisahkan sampah organik dan nonorganik. Inovasi tersebut membantu sekolah dalam mengelola sampah.

Baca Juga :  Data Anak Muncul di Dapodik Padahal Belum Sekolah, Ini Cara Cek dan Melaporkannya

Mengapa SMPN 13 Kerinci membuat alat pemilah sampah otomatis?

Sekolah sebelumnya masih mengelola pemilahan sampah secara manual. Karena itu, guru coding bersama siswa mencari solusi melalui sebuah inovasi. Mereka kemudian menciptakan alat yang mampu memilah sampah secara otomatis. Alat tersebut membantu mempermudah pengelolaan sampah di sekolah.

Apa hubungan inovasi tersebut dengan program Adiwiyata?

SMPN 13 Kerinci menjalankan komitmen kepedulian lingkungan melalui program Adiwiyata. Inovasi alat pemilah sampah mendukung komitmen tersebut. Selain memilah sampah, sekolah juga mengolah sampah organik menjadi kompos. Karena itu, sekolah terus mendorong pengelolaan lingkungan melalui berbagai kegiatan.

Apa harapan Kepala SMPN 13 Kerinci terhadap inovasi tersebut?

Liza Azoni berharap inovasi tersebut membantu pengelolaan sampah di sekolah. Selain itu, ia berharap siswa semakin sadar terhadap kelestarian lingkungan. Liza juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong kreativitas siswa. Dengan demikian, siswa dapat terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Buka Seleksi JPT Pratama 2026 untuk Lima Kepala OPD, Simak Syarat dan Jadwalnya
274 Desa di Kerinci Sudah Cairkan Dana Desa Tahap II 2026, 11 Desa Masih Berproses
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027
Abizar Prandapo, Siswa SMPN 13 Kerinci, Borong Dua Prestasi di Jambi Open 2026
Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya
10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun
Desil KIP Kuliah Berubah, Apakah Bantuan Otomatis Berhenti? Ini Penjelasan Kemdiktisaintek
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:08 WIB

Pemkot Sungai Penuh Buka Seleksi JPT Pratama 2026 untuk Lima Kepala OPD, Simak Syarat dan Jadwalnya

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Abizar Prandapo, Siswa SMPN 13 Kerinci, Borong Dua Prestasi di Jambi Open 2026

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB