Bimtek BPD Sungai Penuh Digelar Empat Hari, Fokus Pengawasan Pembangunan dan Dana Desa

Ratusan anggota BPD mengikuti bimbingan teknis untuk memperkuat kapasitas pengawasan pembangunan dan pengelolaan dana desa.

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek BPD Sungai Penuh Digelar Empat Hari, Fokus Pengawasan Pembangunan dan Dana Desa. (Foto: britakini)

Bimtek BPD Sungai Penuh Digelar Empat Hari, Fokus Pengawasan Pembangunan dan Dana Desa. (Foto: britakini)

Intiperistiwa.com, Sungai Penuh – Ratusan anggota Badan Permusyawaratan Desa se-Kota Sungai Penuh mengikuti Bimtek di Grand Hotel Kota Jambi. Lembaga Pelatihan Indonesia atau Lapin menggelar kegiatan tersebut selama empat hari. Pelaksanaan berlangsung mulai 23 hingga 26 September 2026, dengan sesi mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Bimtek BPD Sungai Penuh mengangkat tema fungsi dan tugas BPD dalam pengawasan pembangunan serta pengelolaan dana desa.

Melalui kegiatan tersebut, peserta membahas fungsi dan tugas BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Selain itu, materi mencakup pengawasan pembangunan dan pengelolaan keuangan desa. Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, serta kompetensi anggota BPD. Karena itu, pelaksanaan Bimtek berfokus pada penguatan kemampuan peserta menjalankan tugasnya.

Pembukaan Bimtek Bahas Perubahan Regulasi

Kepala BPSDM Provinsi Jambi, Pembina Lembaga Pelatihan Indonesia, Kepala DPMD Kota Sungai Penuh, panitia, serta sejumlah tamu undangan menghadiri pembukaan. Panitia menggelar pembukaan pada Kamis, 24 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Pembina Lembaga Pelatihan Indonesia Said Fariq menyoroti perubahan regulasi. Menurutnya, aparatur perlu meningkatkan kompetensi untuk menyesuaikan pelaksanaan tugas.

Baca Juga :  Ribuan Warga Jambi Kepung DPRD, Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut

Said meminta aparatur memahami setiap perubahan aturan yang berlaku. Selain itu, ia menekankan penggunaan anggaran secara efisien dan tepat sasaran. Menurut Said, efisiensi tidak berarti mengurangi jumlah anggaran. Karena itu, aparatur perlu memperhatikan ketepatan penggunaan dana dalam menjalankan tugas.

“Efisiensi dalam pengelolaan anggaran bukan berarti adanya pengurangan anggaran, tetapi lebih kepada bagaimana menggunakan anggaran secara tepat sasaran,” ujar Said.

Said kemudian mendorong pemerintah daerah dan pemerintah desa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Menurut dia, anggota BPD memiliki fungsi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, aparatur perlu terus memperbarui kompetensi sesuai perkembangan regulasi. Bimtek tersebut menjadi salah satu kegiatan peningkatan kapasitas aparatur.

“Maka dari itu, aparatur pemerintah, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah desa, perlu terus meningkatkan kompetensi, termasuk melalui Bimtek Badan Permusyawaratan Desa ini,” katanya.

Pemkot Sungai Penuh Dorong Penguatan Kapasitas BPD

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan dukungan melalui Kepala DPMD Kota Sungai Penuh, Zetriadi Delfi. Zetriadi menjelaskan BPD se-Kota Sungai Penuh mengajukan permohonan melalui perwakilan delapan kecamatan. Pengajuan tersebut berkaitan dengan keikutsertaan BPD dalam kegiatan Bimtek. Pemerintah daerah kemudian mendorong peningkatan kapasitas BPD melalui kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Daya Tampung Panti ODGJ Jambi Penuh, Dinsosdukcapil Ajukan Penambahan Ruang

Zetriadi mengatakan regulasi mengenai desa terus mengalami pembaruan dan perubahan. Karena itu, BPD perlu mengikuti perkembangan aturan yang berkaitan dengan tugasnya. Menurut Zetriadi, BPD menjalankan fungsi sebagai pengawas pembangunan dan pengelolaan keuangan desa. Dengan demikian, anggota BPD perlu memahami regulasi yang berlaku, termasuk aturan terbaru.

“Bagi kami, hal ini penting mengingat regulasi terkait desa terus mengalami pembaruan dan perubahan. Sebagai pengawas pembangunan dan pengelolaan keuangan desa, BPD perlu memahami aturan yang berlaku, termasuk regulasi terbaru,” jelas Zetriadi.

Zetriadi berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius. Ia juga meminta peserta memahami setiap materi yang disampaikan selama Bimtek. Selanjutnya, peserta dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjalankan fungsi dan tugas BPD. Pemerintah daerah mendorong BPD memperkuat pengawasan pembangunan serta pengelolaan dana desa. (iD/*)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Terima Aspirasi Tokoh Adat, Sejumlah Pembangunan Jadi Bahasan
Kerinci Tutup GSI SMP Provinsi Jambi 2026 dengan Gelar Juara dan Dua Penghargaan
Tujuh Kandidat Ikuti Seleksi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kerinci
Sekolah Siaga Kependudukan MAN 2 Kerinci Resmi Diluncurkan, Wabup Tekankan Edukasi Generasi Muda
Wali Kota Alfin Hadiri Launching Jambi IP Ecosystem, Sungai Penuh Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual
Sungai Penuh Jadi Acuan Program Imunisasi untuk Percepatan Penurunan Stunting se-Sumatera
Dorong Budidaya Ikan, Pemprov Jambi Salurkan 12 Ribu Benih Nila Hitam di Sungai Penuh
PLN UIP Sumbagteng Siapkan Pembangunan SUTT 150 kV Sungai Penuh-Tapan
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Alfin Terima Aspirasi Tokoh Adat, Sejumlah Pembangunan Jadi Bahasan

Minggu, 27 September 2026 - 13:00 WIB

Kerinci Tutup GSI SMP Provinsi Jambi 2026 dengan Gelar Juara dan Dua Penghargaan

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kandidat Ikuti Seleksi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kerinci

Jumat, 25 September 2026 - 13:00 WIB

Sekolah Siaga Kependudukan MAN 2 Kerinci Resmi Diluncurkan, Wabup Tekankan Edukasi Generasi Muda

Jumat, 25 September 2026 - 10:00 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh Digelar Empat Hari, Fokus Pengawasan Pembangunan dan Dana Desa

Berita Terbaru