Pimpinan Baru BGN Siapkan Perubahan Besar, Program MBG Kini Fokus pada Ibu dan Balita

BGN mulai menata ulang pelaksanaan Makan Bergizi Gratis dengan dukungan penuh Kementerian Kesehatan.

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Baru BGN Nanik S Deyang Siapkan Perubahan Besar, Program MBG Kini Fokus pada Ibu dan Balita. (Foto: beritaobserver)

Pimpinan Baru BGN Nanik S Deyang Siapkan Perubahan Besar, Program MBG Kini Fokus pada Ibu dan Balita. (Foto: beritaobserver)

Intiperistiwa.com – Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa kepemimpinan di lembaganya kini mengedepankan prinsip kolegial. Karena itu, setiap kebijakan strategis akan lahir melalui kesepakatan bersama seluruh jajaran pimpinan.

Nanik menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi dalam menjalankan program nasional.

Keputusan Di Ambil Bersama

Menurut Nanik, dirinya tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak. Sebaliknya, seluruh kebijakan akan di bahas bersama dua wakil kepala BGN.

Ia mengaku terbantu dengan kehadiran Agustina Arumsari dan Trenggono. Keduanya di nilai memiliki pengalaman dan latar belakang yang saling melengkapi.

Agustina memiliki pengalaman panjang di bidang audit selama 36 tahun. Sementara itu, Trenggono membawa pengalaman kepemimpinan dari lingkungan militer.

Karena itu, Nanik optimistis kepemimpinan baru BGN dapat menjalankan berbagai program dengan tata kelola yang lebih kuat dan terukur.

Empat Langkah Pembenahan Program MBG

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga memaparkan sejumlah langkah yang akan menjadi fokus utama BGN. Langkah itu bertujuan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Buyback Turun hingga Rp40 Ribu

Pertama, BGN akan melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat. Kedua, lembaga tersebut akan menghentikan sementara pembangunan dapur baru melalui kebijakan moratorium.

Selanjutnya, BGN akan membenahi dapur yang sudah beroperasi agar pelayanan berjalan lebih optimal. Selain itu, lembaga tersebut juga menyusun skema baru pelaksanaan MBG untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Menurut Nanik, pembenahan tersebut penting agar program berjalan lebih efektif. Dengan demikian, manfaat program dapat di rasakan kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Fokus Baru pada Kelompok 3B

Salah satu perubahan penting dalam program MBG menyangkut sasaran penerima manfaat. Ke depan, BGN akan memberi perhatian lebih besar kepada kelompok 3B.

Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. BGN menilai kelompok ini memegang peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Karena fokus baru tersebut berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, BGN membutuhkan dukungan dari Kementerian Kesehatan. Kolaborasi antarinstansi di nilai penting agar program berjalan tepat sasaran.

Selain itu, langkah tersebut juga mendukung upaya pemerintah menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Kemenkes Siap Berikan Dukungan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik langkah yang di tempuh pimpinan baru BGN. Ia menyatakan komitmen untuk mendukung penguatan tata kelola program MBG.

Budi mengatakan Kementerian Kesehatan siap menyediakan tenaga ahli di bidang kesehatan dan gizi anak. Dukungan tersebut di harapkan dapat membantu BGN dalam menjalankan berbagai program prioritas.

Menurutnya, BGN dapat memilih tenaga profesional yang sesuai kebutuhan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan akan memastikan sumber daya terbaik tersedia untuk mendukung program tersebut.

Kolaborasi untuk Generasi Emas 2045

Kerja sama antara BGN dan Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas generasi mendatang. Kedua lembaga sepakat memperkuat sinergi untuk meningkatkan status gizi masyarakat.

Selain itu, fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di harapkan mampu memberikan dampak jangka panjang. Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya membangun fondasi kesehatan yang lebih kuat sejak usia dini.

Karena itu, pembenahan tata kelola MBG tidak hanya berorientasi pada program jangka pendek. Lebih jauh, kebijakan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju target Indonesia Emas 2045.(id/*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Berisiko
Viral! Keluhan Pelayanan RSCM Ramai di Media Sosial, BPJS Kesehatan Akhirnya Buka Suara
Kapan CPNS 2027 Dibuka? Menteri PANRB Rini Widyantini Buka Suara
Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang
Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA
Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Penjelasan Tiga Menteri
Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya
Danantara Siapkan Beasiswa bagi 800 Mahasiswa dan Akses Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:03 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Berisiko

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Viral! Keluhan Pelayanan RSCM Ramai di Media Sosial, BPJS Kesehatan Akhirnya Buka Suara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kapan CPNS 2027 Dibuka? Menteri PANRB Rini Widyantini Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA

Berita Terbaru