Bukan AI, Sel Otak Manusia Dilatih Ilmuwan Untuk Bisa Bermain Game Doom di Dalam Chip Komputer

Peneliti Australia melatih neuron manusia di chip komputer hingga mampu memainkan game Doom.

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Sel Otak Manusia Dilatih Ilmuwan Untuk Bisa Bermain Game Doom di Dalam Chip Komputer. (Foto: Cortical Labs/kompas)

Sel Otak Manusia Dilatih Ilmuwan Untuk Bisa Bermain Game Doom di Dalam Chip Komputer. (Foto: Cortical Labs/kompas)

Intiperistiwa.com – Para ilmuwan di Australia mencatat kemajuan menarik dalam dunia bioteknologi. Mereka berhasil melatih sel otak manusia untuk memainkan game legendaris Doom di sebuah chip komputer.

Tim peneliti mengembangkan proyek tersebut melalui perusahaan bioteknologi Cortical Labs. Mereka menggabungkan jaringan saraf manusia dengan perangkat keras berbasis silikon.

Hasilnya, para peneliti menciptakan sistem yang mampu belajar dan merespons lingkungan digital secara langsung.

Menggabungkan Neuron dengan Chip Komputer

Teknologi ini menggunakan chip khusus bernama CL1. Di dalam chip tersebut, peneliti menumbuhkan sekitar 200.000 sel otak manusia hidup.

Neuron-neuron itu berasal dari sel punca yang di kembangkan dari donor darah. Setelah tumbuh, sel saraf tersebut terhubung dengan elektroda yang mengirim dan menerima sinyal listrik.

Karena itu, neuron dapat berinteraksi dengan lingkungan digital yang di tampilkan komputer. Sistem ini kemudian membentuk dasar dari teknologi yang di kenal sebagai komputer biologis.

Dari Pong ke Doom

Sebelum menghadapi Doom, neuron tersebut lebih dulu mempelajari game klasik Pong. Namun, tantangan pada Doom jauh lebih kompleks.

Game tersebut menghadirkan dunia tiga dimensi yang dinamis. Selain bergerak, pemain juga harus membidik dan menyerang musuh secara tepat.

Menurut ilmuwan senior Cortical Labs, Alon Loeffler, neuron awalnya menunjukkan perilaku seperti pemain pemula.

Baca Juga :  Update Kode Redeem FF Terbaru 20 Juli 2026, Klaim Bundle, Skin Senjata, hingga Diamond Gratis

Mereka sering menabrak dinding dan bergerak tanpa arah. Selain itu, mereka juga kerap menembak sasaran yang salah.

Namun, seiring waktu, neuron mulai menunjukkan peningkatan kemampuan. Mereka belajar mengenali target dan menyerang musuh dengan lebih akurat.

Belajar dari Sinyal Listrik

Peneliti menerjemahkan lingkungan dalam game menjadi pola sinyal listrik. Selanjutnya, elektroda mengirimkan rangsangan tersebut langsung ke jaringan neuron.

Ketika musuh muncul di layar, sistem memberikan sinyal tertentu. Setelah itu, neuron menghasilkan respons listrik yang mewakili tindakan dalam permainan.

Respons tersebut kemudian di terjemahkan menjadi gerakan atau tembakan karakter di dalam Doom. Dengan cara itu, neuron dapat belajar melalui pengalaman yang berulang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan saraf mampu beradaptasi terhadap rangsangan secara real-time. Selain itu, neuron juga dapat mempelajari pola untuk mencapai tujuan tertentu.

Potensi Besar di Luar Dunia Game

Chief Scientific and Operations Officer Cortical Labs, Brett Kagan, menilai teknologi ini memiliki potensi yang jauh lebih luas.

Menurutnya, chip biologis seperti CL1 tidak hanya berguna untuk eksperimen permainan video. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat membantu berbagai bidang penelitian.

Para ilmuwan melihat peluang pemanfaatan untuk pengujian obat, pemodelan penyakit, robotika, hingga pembelajaran mesin. Karena itu, banyak pihak mulai menaruh perhatian pada perkembangan teknologi ini.

Baca Juga :  PSI Ungkap Jokowi Segera Berjaket Partai, Kaesang Disebut Sudah Hitung Momentumnya

Lebih Hemat Energi Di Banding AI Modern

Salah satu keunggulan utama komputer biologis terletak pada efisiensi energinya. Otak manusia hanya membutuhkan sekitar 20 watt untuk menjalankan berbagai fungsi kompleks.

Sebaliknya, sistem kecerdasan buatan modern sering membutuhkan daya listrik jauh lebih besar. Karena itu, banyak peneliti tertarik mempelajari cara kerja neuron sebagai alternatif teknologi masa depan.

Selain hemat energi, jaringan saraf biologis juga memiliki kemampuan belajar yang sangat fleksibel. Kemampuan tersebut masih sulit di tiru sepenuhnya oleh komputer konvensional.

Masih Tahap Awal, Tetapi Menjanjikan

Meski menunjukkan hasil menarik, teknologi ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Saat ini, neuron pada chip hanya mampu bertahan sekitar enam bulan.

Selain itu, performa sistem juga belum sepenuhnya konsisten untuk berbagai tugas pemrograman. Namun, para peneliti tetap optimistis terhadap perkembangan berikutnya.

CEO perusahaan riset semikonduktor Ingenuity, William Keating, menilai proyek tersebut sebagai langkah nyata dalam dunia sains.

Menurutnya, penelitian ini bukan sekadar konsep futuristis. Sebaliknya, proyek tersebut menunjukkan perkembangan teknologi yang benar-benar berlangsung dan terus berkembang.(id/*)

Berita Terkait

Kode Redeem FC Mobile Terbaru September 2026, Klaim Gabriel Sara OVR di Atas 100
Kode Redeem Genshin Impact 26 Agustus 2026, Buruan Klaim Primogem dan Hadiah Gratis
Buruan Tukarkan Kode Redeem ML 26 Agustus 2026, Jangan Sampai Kehabisan
Buruan Cek Kode Redeem FF 26 Agustus 2026, Ada Peluang Dapat Hadiah Gratis
Buruan Cek Kode Redeem Genshin Impact 25 Agustus 2026, Ada Primogem dan Hadiah Gratis
Kode Redeem ML 25 Agustus 2026 Terbaru, Cek Hadiah Gratis Sebelum Kuota Habis
Update Kode Redeem FF 25 Agustus 2026, Buruan Klaim Hadiah Gratis Sebelum Kehabisan
PlayStation Diam-diam Akan Hapus 13 Game dari Store, Ternox Mengaku Tak Tahu Alasannya
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WIB

Kode Redeem FC Mobile Terbaru September 2026, Klaim Gabriel Sara OVR di Atas 100

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Kode Redeem Genshin Impact 26 Agustus 2026, Buruan Klaim Primogem dan Hadiah Gratis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Buruan Tukarkan Kode Redeem ML 26 Agustus 2026, Jangan Sampai Kehabisan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Buruan Cek Kode Redeem FF 26 Agustus 2026, Ada Peluang Dapat Hadiah Gratis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Buruan Cek Kode Redeem Genshin Impact 25 Agustus 2026, Ada Primogem dan Hadiah Gratis

Berita Terbaru