Sempat Andalkan AI, Perusahaan Raksasa Kini Ramai-Ramai Rekrut Pegawai Lagi

Ford, IBM, dan Commonwealth Bank kembali merekrut karyawan setelah menemukan keterbatasan kecerdasan buatan.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sempat Andalkan AI, Perusahaan Raksasa Kini Ramai-Ramai Rekrut Pegawai Lagi. (Foto: markplusinstitute)

Sempat Andalkan AI, Perusahaan Raksasa Kini Ramai-Ramai Rekrut Pegawai Lagi. (Foto: markplusinstitute)

Intiperistiwa.com – Sejumlah perusahaan mulai mengubah strategi penggunaan Artificial Intelligence (AI). Mereka tidak lagi mengandalkan teknologi sebagai pengganti seluruh pekerjaan manusia. Selain itu, beberapa perusahaan kembali membuka lowongan kerja untuk memperkuat operasional. Langkah tersebut muncul setelah AI belum mampu menangani seluruh kebutuhan bisnis.

Laporan CNBC menyebut Ford menjadi salah satu perusahaan yang mengambil langkah tersebut. Perusahaan otomotif itu kembali merekrut ratusan tenaga ahli berpengalaman. Sementara itu, para karyawan akan menangani persoalan kualitas yang belum mampu diselesaikan sistem otomatis. Karena itu, Ford kembali mengandalkan keahlian manusia.

Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras Ford, Charles Poon, menilai AI tetap membutuhkan campur tangan manusia. Menurutnya, kualitas AI bergantung pada data yang digunakan selama proses pelatihan. Selain itu, manusia tetap berperan penting dalam meningkatkan kemampuan sistem. Oleh karena itu, AI hanya berfungsi sebagai alat pendukung.

Perusahaan Mulai Meninjau Ulang Strategi AI

Commonwealth Bank of Australia (CBA) juga mengambil langkah serupa. Bank tersebut membuka peluang untuk membatalkan rencana pemutusan hubungan kerja. Selanjutnya, perusahaan menilai AI belum mampu menggantikan seluruh tugas staf layanan pelanggan. Keputusan itu mendapat dukungan dari serikat pekerja sektor keuangan Australia.

Baca Juga :  Uji Coba Jalan Khusus Batu Bara Jambi Segera Digelar, Ruas 77 Kilometer Jadi Tahap Awal

CBA juga mengakui kekurangan dalam proses pengambilan keputusan sebelumnya. Perusahaan belum mempertimbangkan seluruh kebutuhan bisnis secara menyeluruh. Selain itu, manajemen menyatakan akan melakukan evaluasi yang lebih teliti. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan posisi yang benar-benar diperlukan.

IBM Tambah Rekrutmen Meski Gunakan AI

IBM juga menghadapi pengalaman serupa. Perusahaan memanfaatkan AI untuk menangani sekitar 94 persen permintaan rutin di divisi sumber daya manusia. Namun, AI belum mampu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan etika dan pertimbangan khusus. Karena itu, IBM kembali meningkatkan perekrutan karyawan tingkat pemula di Amerika Serikat sepanjang 2026.

Kepala SDM IBM, Nickle LaMoreaux, menilai perekrutan karyawan baru tetap menjadi kebutuhan penting. Menurutnya, perusahaan harus menjaga keberlanjutan talenta di masa depan. Selain itu, perekrutan tingkat pemula akan membangun regenerasi tenaga kerja. Langkah tersebut juga menjaga ketersediaan sumber daya manusia dalam beberapa tahun mendatang.

Banyak Perusahaan Menyesali PHK

Sejumlah analis sebelumnya telah mengingatkan risiko penggantian tenaga kerja secara penuh dengan AI. Mereka menilai perusahaan tetap membutuhkan manusia untuk mengawasi teknologi tersebut. Selain itu, laporan Intuition Labs menunjukkan banyak perusahaan akhirnya menyesali keputusan pemutusan hubungan kerja. Mereka kehilangan tenaga yang justru diperlukan untuk mengawasi sistem AI.

Baca Juga :  30 Paskibraka Kota Sungai Penuh Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT RI ke-81

Laporan Orgvue juga memperlihatkan temuan serupa. Sebanyak 39 persen pemimpin bisnis mengaku melakukan PHK karena penerapan AI. Namun, 55 persen dari kelompok tersebut kemudian menganggap keputusan itu sebagai kesalahan. Data tersebut menunjukkan AI belum mampu menggantikan seluruh fungsi manusia.

Kolaborasi Manusia dan AI Jadi Pilihan

Wakil Presiden Senior APAC ADP, Jessica Zhang, menilai perusahaan sering mengembalikan peran manusia ketika hasil AI tidak konsisten. Selain itu, perusahaan membutuhkan pengawasan manusia jika AI menghasilkan keputusan yang kurang akurat. Karena itu, kolaborasi menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan penggantian total.

Data Robert Half juga memperkuat tren tersebut. Sebanyak 32 persen manajer perekrutan di Amerika Serikat pernah menghapus posisi kerja karena AI. Namun, mereka kemudian kembali merekrut karyawan untuk posisi yang sama atau serupa. Sementara itu, Capitol Technology University menyimpulkan kolaborasi manusia dan AI memberikan nilai yang lebih besar dibandingkan menggantikan pekerja sepenuhnya. (iD/*)

Berita Terkait

Waspada! Malware Hirudo Mengincar Aplikasi M-Banking, Bisa Curi PIN dan Kuras Saldo Rekening
Lupa Alamat Gmail? Ini 3 Cara Melihat Email Sendiri di HP
Badan Intelijen Bagikan Tips agar HP Tak Dibajak, Rekening Tak Dikuras
151 Hadiah Kendaraan Menanti! Telkomsel Gelar Undian Bagi-Bagi Bahagia, Ini Cara Ikutnya
Komdigi Soroti Kuota Internet Hangus, Ini Skema Perlindungan dari Telkomsel, Indosat, dan XLSMART
Penemu Roket Berbahan Bakar Cair Pertama dan Sejarah Lahirnya Roket Modern
Chat Tak Lagi Harus Instan, Aplikasi Pesan Lambat dengan Merpati Digital Mulai Dilirik Gen Z
Cara Nonton Video di Yandex Tanpa VPN, Ini Panduan dan Tips Amannya
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Waspada! Malware Hirudo Mengincar Aplikasi M-Banking, Bisa Curi PIN dan Kuras Saldo Rekening

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Lupa Alamat Gmail? Ini 3 Cara Melihat Email Sendiri di HP

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Badan Intelijen Bagikan Tips agar HP Tak Dibajak, Rekening Tak Dikuras

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

151 Hadiah Kendaraan Menanti! Telkomsel Gelar Undian Bagi-Bagi Bahagia, Ini Cara Ikutnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Komdigi Soroti Kuota Internet Hangus, Ini Skema Perlindungan dari Telkomsel, Indosat, dan XLSMART

Berita Terbaru