Ibu Menguap, Janin Ikut Menguap? Riset Ungkap Respons dari Dalam Kandungan

Riset menemukan sebagian janin ikut menguap setelah ibunya melihat video orang menguap.

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Menguap, Janin Ikut Menguap? Riset Ungkap Respons dari Dalam Kandungan. (Foto: iStock/haibunda)

Ibu Menguap, Janin Ikut Menguap? Riset Ungkap Respons dari Dalam Kandungan. (Foto: iStock/haibunda)

Intiperistiwa.com – Menguap sering kali membuat orang lain ikut menguap beberapa detik kemudian. Respons itu biasanya muncul setelah seseorang melihat orang lain membuka mulut dan menarik napas panjang. Namun, penelitian terbaru menemukan kemungkinan respons serupa selama masa kehamilan. Para peneliti menduga janin dapat mengikuti respons menguap dari ibunya.

Temuan tersebut berasal dari eksperimen laboratorium yang melibatkan sejumlah wanita hamil. Para ilmuwan dari berbagai kampus dan negara menjalankan penelitian tersebut. Kemudian, mereka mempublikasikan hasilnya dalam jurnal Current Biology pada 5 Mei 2026. Penelitian itu secara khusus mengamati hubungan antara perilaku ibu dan respons janin.

Kemampuan janin untuk menguap sebenarnya sudah dikenal dalam dunia medis. Janin dapat melakukan gerakan menguap meskipun paru-parunya belum berfungsi untuk bernapas seperti manusia setelah lahir. Akan tetapi, peneliti masih mempertanyakan penyebab perilaku tersebut. Mereka ingin mengetahui apakah janin menguap secara refleks atau merespons interaksi dari ibunya.

Penelitian Melibatkan 38 Wanita Hamil

Para peneliti merekrut 38 wanita berusia 18 hingga 45 tahun untuk mengikuti eksperimen. Seluruh peserta sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Selain itu, setiap peserta mengandung satu janin dan tidak mengandung bayi kembar. Seluruh peserta juga menjalani kehamilan tanpa keluhan dan komplikasi.

Baca Juga :  Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Kena Pajak? Menkeu Purbaya Akhirnya Buka Suara

Selanjutnya, peneliti memperlihatkan beberapa klip video kepada setiap wanita hamil. Beberapa tayangan menampilkan seseorang yang sedang menguap. Setelah menyaksikan tayangan tersebut, sebagian peserta ikut menguap. Sementara itu, peserta lain hanya membuka dan menutup mulut atau menunjukkan wajah datar.

Pada waktu yang sama, peneliti memantau kondisi janin menggunakan USG 2D. Pemeriksaan tersebut membantu mereka melihat pergerakan hidung dan bibir janin secara real-time. Dengan cara tersebut, peneliti dapat mengamati respons janin selama ibunya menonton video. Mereka kemudian membandingkan respons janin dengan perilaku ibu selama eksperimen.

Sebanyak 53 Persen Janin Ikut Menguap

Dikutip dari Smithsonian Magazine, sebanyak 64 persen peserta menguap setidaknya sekali. Respons tersebut muncul saat mereka menyaksikan klip yang menampilkan seseorang sedang menguap. Sebaliknya, para wanita hamil tidak menunjukkan perilaku menguap saat melihat video pembanding. Tayangan tersebut tidak menampilkan orang yang sedang menguap.

Dari kelompok ibu yang menguap, sebanyak 53 persen janin turut menunjukkan respons menguap. Respons tersebut muncul ketika ibu mereka menonton klip orang yang sedang menguap. Menariknya, janin biasanya merespons sekitar satu setengah menit setelah ibunya menguap. Temuan itu menunjukkan adanya jeda antara respons ibu dan janin.

Baca Juga :  DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri, Sejumlah Aturan Baru Mulai Ditetapkan

Meski begitu, para peneliti belum mengetahui penyebab pasti respons tersebut. Mereka menduga gerakan fisik ibu saat menguap mungkin memicu respons pada janin. Selain itu, hormon juga mungkin memiliki peran dalam respons tersebut. Namun, peneliti masih mendalami kemungkinan yang dapat menjelaskan temuan tersebut.

Fungsi Menguap Sebelum Lahir Masih Diteliti

Peneliti juga masih mencari tahu tujuan janin menguap sebelum kelahiran. Mereka belum mengetahui apakah perilaku tersebut memiliki fungsi khusus bagi janin. Selain itu, peneliti belum memastikan apakah menguap memberikan manfaat tertentu. Karena itu, pertanyaan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Giulia D’Adamo menjadi penulis utama dalam riset tersebut. Ia merupakan ahli saraf dari Universitas Parma, Italia. Menurut D’Adamo, masa kehamilan menjadi periode persiapan untuk tahapan kehidupan berikutnya. “Selama kehamilan, semuanya adalah persiapan untuk apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata D’Adamo, dikutip dari ScienceNews.

Dengan demikian, penelitian ini belum memastikan janin benar-benar tertular menguap dari ibunya. Namun, eksperimen menunjukkan sebagian janin ikut menguap setelah ibunya menguap. Para peneliti masih perlu mengkaji penyebab dan fungsi respons tersebut. Temuan mengenai janin ikut menguap ini pun masih membuka pertanyaan baru. (iD/*)

Berita Terkait

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya?
5 Makanan Ini Sebaiknya Jangan Disimpan dalam Wadah Plastik
Makan Telur Rebus Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Remaja 18 Tahun Alami Gangguan Pendengaran Usai Dengarkan Jangkrik Selama 4 Jam
10 Ciri-Ciri Orang Bermental Kuat, Mampu Hadapi Masalah dan Belajar dari Pengalaman
Perbedaan Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3, Cek Sebelum Pilih
Iuran BPJS Kesehatan 2026 Masih Tarif Lama meski Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Rinciannya
Pindah Faskes BPJS Kesehatan Tak Harus Tunggu 3 Bulan, Ini Syaratnya
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Ibu Menguap, Janin Ikut Menguap? Riset Ungkap Respons dari Dalam Kandungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00 WIB

5 Makanan Ini Sebaiknya Jangan Disimpan dalam Wadah Plastik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Makan Telur Rebus Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Remaja 18 Tahun Alami Gangguan Pendengaran Usai Dengarkan Jangkrik Selama 4 Jam

Berita Terbaru

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya? (Foto: hypermart)

Kesehatan

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya?

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:00 WIB

10 Kota Paling Layak Huni 2026, Mana yang Jadi Favoritmu? (Foto: Alexander Spatari/Getty Images/businessinsider)

Internasional

10 Kota Paling Layak Huni 2026, Mana yang Jadi Favoritmu?

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:00 WIB