Intiperistiwa.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2026. Tahun ini, Indonesia menempati posisi ke-48. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ke-40 pada 2025.
Airlangga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai peringkat ke-27 pada 2024. Menurutnya, pemerintah memahami sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan tersebut. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan Satgas Debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan.
Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut usai menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Pemerintah berharap satgas tersebut mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala investasi. Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan efisiensi regulasi dan pelayanan.
Investasi Tetap Tumbuh Meski Peringkat Menurun
Airlangga menegaskan penurunan peringkat tidak langsung mengurangi minat investasi di Indonesia. Sebaliknya, berbagai sektor masih melanjutkan ekspansi bisnis. Oleh sebab itu, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek investasi nasional.
Menurutnya, pemerintah terus menjalankan sejumlah agenda strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Salah satunya melalui penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA. Selain itu, pemerintah juga mempercepat implementasi perjanjian reciprocal tariff dan proses aksesi ke OECD.
Airlangga meyakini langkah tersebut akan memperkuat iklim usaha di Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan terus menyempurnakan regulasi agar semakin ramah terhadap investor. Dengan demikian, Indonesia tetap memiliki daya tarik di tengah persaingan global.
Kawasan Industri Masih Terus Berkembang
Airlangga menjelaskan realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 melampaui target pemerintah. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas investasi masih berlangsung positif. Karena itu, pemerintah melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka.
Ia mencontohkan sejumlah kawasan ekonomi khusus di Jawa Timur yang terus berkembang. Selain itu, kawasan industri Kendal dan Batang hampir mencapai kapasitas penuh. Kawasan industri di Bintan juga menunjukkan kondisi serupa dengan tingkat okupansi yang tinggi.
Di sisi lain, Airlangga melihat permintaan pembangunan pusat data terus meningkat. Saat ini, Indonesia mencatat tambahan permintaan kapasitas data center sebesar 1,32 gigawatt. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya minat investor terhadap sektor digital nasional.
IMD Soroti Sejumlah Tantangan
Laporan terbaru IMD World Competitiveness Ranking 2026 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-48. Posisi tersebut turun delapan tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu mencerminkan berbagai tantangan yang masih perlu dibenahi.
IMD mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan daya saing Indonesia. Tantangan tersebut meliputi gejolak ekonomi global, pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan, serta penyesuaian anggaran pemerintah. Selain itu, IMD juga menyoroti kualitas infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan keterbatasan sumber pendanaan.
Pemerintah menilai berbagai catatan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat daya saing nasional. Karena itu, perbaikan regulasi, investasi, dan kualitas sumber daya manusia akan terus menjadi prioritas. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peringkat Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. (iD/*)











Komentar