Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terancam Suhu 35 Derajat Celsius

Jerman, Polandia, Hungaria, dan Republik Ceko menjadi wilayah dengan suhu tertinggi.

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terancam Suhu 35 Derajat Celsius. (Foto Ilustrasi: Moisescu Florentinas & Xuron)

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Hampir 200 Juta Warga Terancam Suhu 35 Derajat Celsius. (Foto Ilustrasi: Moisescu Florentinas & Xuron)

Intiperistiwa.com – Gelombang panas kembali melanda sejumlah negara di Eropa. Kondisi tersebut di perkirakan mencapai puncaknya pada Minggu, 28 Juni 2026. Akibatnya, sekitar 191 juta penduduk berpotensi menghadapi suhu sedikitnya 35 derajat Celsius dalam satu hari.

Laporan AFP menyebutkan wilayah dengan panas paling ekstrem meliputi Jerman, Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia. Selain itu, beberapa negara lain juga mulai merasakan peningkatan suhu yang signifikan. Kondisi tersebut mendorong otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Ratusan Juta Orang Rasakan Suhu di Atas 30 Derajat

Analisis yang menggabungkan prakiraan cuaca dan data kependudukan menunjukkan dampak yang jauh lebih luas. Sebanyak 381 juta penduduk Eropa, di luar Turki, di perkirakan mengalami suhu melebihi 30 derajat Celsius. Layanan Meteorologi Jerman dan proyeksi populasi 2025 menjadi dasar analisis tersebut. Sementara itu, LSM Austria Klimadashboard mengolah seluruh data untuk menghitung jumlah penduduk terdampak.

Baca Juga :  Mau Balik Nama Kendaraan? Simak Daftar Biaya yang Tetap Berlaku pada 2026

Hampir seluruh wilayah Polandia, Hungaria, dan Republik Ceko di perkirakan mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius. Selain itu, sekitar 42 juta warga di sebagian besar wilayah Jerman juga menghadapi kondisi serupa. Bahkan, kawasan Berlin di perkirakan mengalami suhu yang melampaui ambang tersebut.

Di sisi lain, gelombang panas juga menjangkau Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, serta wilayah barat Ukraina. Sementara itu, Prancis masih menghadapi suhu tinggi meski otoritas berencana mencabut peringatan merah pada Minggu malam. Sekitar 11 juta penduduk di daratan Prancis tetap di perkirakan merasakan dampak cuaca panas.

Analisis Memakai Data Cuaca dan Kepadatan Penduduk

AFP menggunakan metode serupa dengan Klimadashboard dalam menyusun analisis tersebut. Tim membandingkan prakiraan cuaca pukul 03.00 GMT dari Layanan Meteorologi Jerman dengan data kepadatan penduduk. Setelah itu, analisis menghitung jumlah warga yang berada di wilayah bersuhu lebih dari 30 atau 35 derajat Celsius.

Baca Juga :  Kanada meraih hasil imbang 1-1 melawan Bosnia di Piala Dunia 2026

Meski demikian, metode tersebut memiliki keterbatasan. Model prakiraan hanya mencakup area dengan resolusi sekitar 6,5 kilometer. Karena itu, model belum mampu menggambarkan sepenuhnya fenomena pulau panas di kawasan perkotaan.

David Jablonski dari Klimadashboard menjelaskan keterbatasan tersebut kepada AFP. Menurutnya, hasil analisis kemungkinan belum menghitung seluruh penduduk yang terdampak di kota-kota padat. Oleh sebab itu, jumlah warga yang benar-benar menghadapi suhu ekstrem di perkirakan lebih besar daripada hasil perhitungan saat ini. (iD/*)

Berita Terkait

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi
China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan
Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul
Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Terbongkar! Eks Wamen Sembunyikan Uang Korupsi dalam Galon Air, Nilainya Capai Ratusan Miliar Rupiah
Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya
China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 23:00 WIB

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Senin, 13 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:00 WIB

Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru