Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya

Iran berencana menerapkan biaya layanan bagi kapal di Selat Hormuz, sementara negara sahabat akan mendapat perlakuan khusus.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya. (Foto: Google Gemini/suara)

Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya. (Foto: Google Gemini/suara)

Intiperistiwa.com – Pemerintah Iran berencana menerapkan biaya layanan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rencana tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat. Meski begitu, Iran memastikan negara-negara sahabat akan memperoleh perlakuan khusus. Kebijakan itu menjadi bagian dari pengaturan baru di jalur pelayaran strategis tersebut.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik. Dalam kesepakatan itu, kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari. Namun, kedua negara belum mengumumkan aturan setelah masa transisi berakhir. Karena itu, pembahasan mengenai kebijakan baru masih terus berlangsung.

Iran Susun Skema Biaya Layanan

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, mengatakan pemerintah sedang berkoordinasi dengan Oman. Kedua negara membahas mekanisme baru untuk pengelolaan Selat Hormuz. Menurutnya, Iran memiliki hak mengatur wilayah yang menjadi bagian dari perairan teritorialnya. Karena itu, pemerintah akan menerapkan biaya layanan bagi kapal yang melintas.

Baca Juga :  Ariel Tatum Resmi Ganti Nama, Ini Alasan di Balik Keputusannya

Rahmani Fazli menegaskan biaya tersebut bukan pungutan tol. Pemerintah akan menggunakan skema itu untuk memperkuat keamanan jalur pelayaran. Selain itu, kebijakan tersebut mendukung pengawasan lalu lintas kapal. Pemerintah juga ingin mengurangi dampak lingkungan akibat padatnya aktivitas pelayaran.

Negara Sahabat Akan Dapat Perlakuan Khusus

Iran juga menyiapkan perlakuan khusus bagi negara-negara sahabat. Kebijakan itu berlaku untuk negara yang mendukung Iran pada masa sulit. Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan bentuk fasilitas yang akan diberikan. Keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan lanjutan.

Baca Juga :  7 Tanda HP dan Laptop Mau Meledak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair melewati kawasan tersebut. Saat konflik Timur Tengah memuncak, Iran sempat menutup sebagian besar jalur pelayaran. Akibatnya, harga energi dunia mengalami lonjakan tajam.

Kini Iran kembali membuka akses pelayaran setelah mencapai kesepakatan awal dengan Amerika Serikat. Kedua negara masih melanjutkan negosiasi untuk mencapai perdamaian permanen. Hasil pembicaraan itu akan menentukan kebijakan jangka panjang di Selat Hormuz. Dunia pun terus menantikan perkembangan berikutnya. (iD/*)

Berita Terkait

IGIC 2026 di Masjid Istiqlal Perkuat Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia
Di Indonesia Ikan Nila Banyak Dicari, tapi Spesies Ini Jadi Ancaman di Negara Tetangga, Ada Apa?
Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

IGIC 2026 di Masjid Istiqlal Perkuat Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia

Sabtu, 19 September 2026 - 19:00 WIB

Di Indonesia Ikan Nila Banyak Dicari, tapi Spesies Ini Jadi Ancaman di Negara Tetangga, Ada Apa?

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Berita Terbaru