Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Pelayaran Kembali Lancar

Arus pelayaran di jalur energi dunia mulai pulih setelah ketegangan geopolitik mereda.

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Pelayaran Kembali Lancar. (Foto: ist/theindonesiatimes)

Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Pelayaran Kembali Lancar. (Foto: ist/theindonesiatimes)

Intiperistiwa.comSelat Hormuz kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami perlambatan. Jalur pelayaran vital dunia itu kini kembali dipadati kapal komersial.

Sebelumnya, konflik geopolitik di Timur Tengah sempat menghambat arus perdagangan. Namun, situasi yang mulai kondusif mendorong peningkatan aktivitas pelayaran.

Pada Kamis, 18 Juni 2026, sebanyak 25 kapal komersial melintasi Selat Hormuz. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal Juni.

Pencapaian itu sekaligus menandai pulihnya perdagangan di jalur laut strategis. Selat Hormuz sendiri menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.

Kesepakatan AS-Iran Dorong Pemulihan

Peningkatan lalu lintas kapal terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan penting. Kedua negara sepakat membuka kembali Selat Hormuz.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan blokade maritim terhadap Iran. Langkah ini membuka ruang bagi normalisasi perdagangan.

Iran dan Amerika Serikat menyusun 14 poin kesepakatan pada 14 Juni 2026. Pakistan memediasi perundingan tersebut untuk mengakhiri konflik melalui dialog.

Dokumen itu dikenal sebagai Memorandum Islamabad. Kesepakatan mulai berlaku pada 18 Juni 2026.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani dokumen tersebut secara digital.

Baca Juga :  Mulai 1 Juli 2026, BI Pangkas Batas Beli Dolar AS Jadi US$10.000 per Bulan

Isi memorandum mencakup penghentian perang, termasuk konflik di Lebanon. Selain itu, kedua pihak menyepakati pembukaan Selat Hormuz.

Arus Kapal Komersial Meningkat Tajam

Mengutip Antara, Sabtu (20/6/2026), Anadolu menghimpun data dari Kpler dan MarineTraffic. Data tersebut menunjukkan lonjakan aktivitas pelayaran.

Sebanyak 25 kapal melintasi Selat Hormuz dalam sehari. Kapal-kapal itu mengangkut LNG, minyak mentah, pupuk, produk minyak, kontainer, dan muatan curah kering.

Sembilan kapal di antaranya membawa muatan penuh. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap keamanan jalur pelayaran.

Empat kapal tanker raksasa mengangkut sedikitnya delapan juta barel minyak mentah. Muatan tersebut melintasi Selat Hormuz menuju berbagai negara tujuan.

Tiga kapal tanker mengangkut sekitar 6,2 juta barel minyak Arab Saudi. Lebih dari empat juta barel menuju Jepang dan Korea Selatan.

Sementara itu, tujuan 2,1 juta barel minyak di kapal tanker Jaham belum diketahui.

Minyak, LNG, hingga Pupuk Kembali Mengalir

Kapal tanker Tenzan turut melintasi Selat Hormuz. Kapal itu membawa 1,8 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab menuju Jepang.

Baca Juga :  Matahari Akan Mati, Benarkah Bumi Bisa Bertahan? Ini Rencana Gila Ilmuwan

Di sisi lain, kapal LNG berbendera Prancis, Mraikh, mengangkut 169 ribu meter kubik LNG dari Ras Laffan, Qatar, menuju Pakistan.

Kapal tanker berbendera Hong Kong, Tong Lin Wan, juga melintasi jalur tersebut. Kapal itu membawa 592 ribu barel produk minyak bersih menuju Singapura.

Selain energi, komoditas lain juga kembali bergerak. Dua kapal curah kering bermuatan penuh mengangkut pupuk menuju India dan China.

Tren Pelayaran Berbalik Arah

Data MarineTraffic menunjukkan pergerakan kapal sempat berfluktuasi. Namun, jumlahnya terus membaik menjelang akhir pekan.

Pada 14 Juni, sebanyak 12 kapal melintasi Selat Hormuz. Jumlah itu turun menjadi 10 kapal sehari kemudian.

Aktivitas kembali meningkat menjadi 14 kapal pada 16 Juni. Namun, jumlahnya merosot menjadi tujuh kapal pada 17 Juni.

Kini, lonjakan hingga 25 kapal dalam sehari menghadirkan optimisme baru. Jika kondisi tetap stabil, perdagangan global berpotensi kembali normal.

Kelancaran Selat Hormuz memiliki dampak besar bagi dunia. Jalur ini memengaruhi distribusi energi, harga minyak, dan rantai pasok internasional. (id/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru