Intiperistiwa.com — Pengguna Android perlu mewaspadai malware Hirudo karena ancaman ini menggabungkan pencurian data perbankan dengan kemampuan mengendalikan ponsel dari jarak jauh. Laporan perusahaan keamanan siber ThreatFabric, sebagaimana dirujuk dalam bahan berita pada Minggu (18/10/2026), menjelaskan kemampuan malware tersebut dalam mencuri kredensial dan menargetkan aplikasi perbankan. Hirudo juga dapat memanfaatkan fitur aksesibilitas Android untuk membaca informasi serta menjalankan perintah pada perangkat. Selain itu, malware ini dapat mengumpulkan pesan SMS dan memantau layar ponsel. Kemampuan tersebut menimbulkan risiko bagi pengguna mobile banking, terutama ketika pelaku memperoleh informasi sensitif yang berkaitan dengan rekening.
Hirudo menggabungkan karakteristik banking trojan dan remote access trojan (RAT). Banking trojan berfokus pada pencurian informasi perbankan, sedangkan RAT memungkinkan pelaku mengakses dan mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Malware ini dapat menyebar melalui aplikasi belanja atau hiburan, iklan, dan halaman unduhan palsu. Setelah pengguna memasang aplikasi umpan, Hirudo dapat menampilkan pemberitahuan pembaruan palsu untuk mendorong pemasangan komponen berbahaya. Dalam kondisi tertentu, malware tersebut juga berupaya mengganti aplikasi perbankan asli dengan salinan modifikasi. Karena itu, pengguna perlu mengenali aktivitas mencurigakan dan menerapkan langkah pencegahan. Namun, gejala pada ponsel saja tidak cukup untuk memastikan infeksi Hirudo.
7 Tanda Malware Hirudo yang Perlu Diwaspadai
Pengguna dapat memeriksa aplikasi, izin perangkat, dan aktivitas perbankan untuk mengenali kemungkinan masalah keamanan. Ketujuh tanda berikut membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidak semuanya menjadi ciri khusus malware Hirudo.
1. Muncul aplikasi yang tidak dikenal
Periksa daftar aplikasi pada ponsel secara berkala. Waspadai aplikasi yang muncul tanpa sepengetahuan Anda, terutama setelah membuka tautan iklan atau mengunjungi situs unduhan tidak resmi.
Aplikasi belanja dan hiburan juga perlu mendapat perhatian ketika meminta pemasangan aplikasi tambahan. Karena itu, periksa nama aplikasi, identitas pengembang, serta sumber unduhannya sebelum memberikan izin atau melanjutkan pemasangan.
2. Muncul permintaan pembaruan aplikasi yang mencurigakan
Hirudo dapat menggunakan pemberitahuan pembaruan palsu untuk mendorong pengguna memasang komponen berbahaya. Pemberitahuan tersebut dapat muncul di dalam aplikasi yang sekilas terlihat normal.
Jangan langsung mengikuti instruksi untuk mengunduh berkas melalui tautan di luar toko aplikasi resmi. Sebaliknya, buka Google Play Store atau kanal resmi pengembang untuk memeriksa ketersediaan pembaruan.
3. Aplikasi meminta izin aksesibilitas secara tidak wajar
Fitur aksesibilitas Android membantu pengguna menjalankan fungsi tertentu pada perangkat. Namun, Hirudo menyalahgunakan fitur tersebut untuk membaca informasi dan mengendalikan ponsel.
Karena itu, periksa aplikasi yang meminta izin aksesibilitas tanpa alasan yang jelas. Tinjau pula izin sensitif lainnya dan jangan memberikan akses luas kepada aplikasi yang tidak Anda percayai.
4. Aplikasi perbankan meminta pemasangan ulang secara mencurigakan
Hirudo dapat mencoba mengganti aplikasi perbankan asli dengan salinan yang telah dimodifikasi oleh pelaku. Mekanisme ini membuat pengguna perlu berhati-hati ketika aplikasi meminta mereka menghapus versi asli dan memasang penggantinya.
Jangan mengikuti instruksi tersebut melalui tautan atau halaman yang tidak jelas asalnya. Hentikan proses pemasangan, kemudian hubungi bank melalui kanal resmi untuk memastikan keaslian instruksi.
5. Muncul aktivitas perbankan yang tidak dikenal
Periksa notifikasi login, permintaan kode OTP, perubahan informasi akun, atau transaksi yang tidak Anda lakukan. Aktivitas tersebut patut dicurigai, terutama jika muncul bersamaan dengan perubahan aplikasi atau izin perangkat.
Segera periksa akun perbankan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan. Meski demikian, kejadian tersebut tidak otomatis membuktikan infeksi Hirudo karena pelaku dapat menyalahgunakan akun melalui berbagai modus.
6. Pesan SMS atau aktivitas perangkat terasa janggal
Hirudo memiliki kemampuan mengumpulkan pesan SMS dan memantau layar ponsel. Karena itu, perhatikan pesan terkait layanan keuangan, pemberitahuan akun, atau aktivitas lain yang tidak Anda kenali.
Jangan memberikan kode OTP kepada siapa pun hanya karena orang tersebut mengaku mewakili bank. Selain itu, periksa akun Anda apabila menerima kode verifikasi yang tidak pernah diminta.
7. Kinerja ponsel menurun atau muncul gangguan tidak biasa
Ponsel yang mendadak lambat, menampilkan iklan pop-up berulang, atau mengalami gangguan dapat menunjukkan masalah pada aplikasi maupun sistem. Namun, masalah tersebut juga dapat muncul akibat gangguan lain dan tidak secara khusus membuktikan keberadaan Hirudo.
Periksa aplikasi yang baru Anda pasang dan tinjau izin aksesnya. Perhatikan pula apakah gangguan muncul setelah Anda mengunduh aplikasi tertentu atau mengikuti instruksi pembaruan yang mencurigakan.
7 Cara Mencegah Malware Hirudo di Android
Pengguna dapat mengurangi risiko pencurian data dengan membatasi sumber aplikasi, memeriksa izin, dan menjaga keamanan akun. Berikut langkah pencegahan yang dapat diterapkan untuk melindungi perangkat serta aktivitas mobile banking.
1. Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi
Gunakan Google Play Store atau kanal resmi pengembang ketika memasang aplikasi. Hindari tautan unduhan dari iklan, pesan WhatsApp, situs tidak dikenal, atau halaman yang meminta pemasangan tambahan.
Periksa nama aplikasi dan identitas pengembang sebelum melanjutkan pemasangan. Jangan menganggap aplikasi aman hanya karena tampilannya terlihat profesional atau menawarkan layanan yang menarik.
2. Hindari pembaruan melalui pop-up mencurigakan
Jangan mengikuti pemberitahuan yang meminta Anda memasang pembaruan melalui tautan yang tidak jelas. Hirudo memanfaatkan cara tersebut untuk mendorong pengguna memasang komponen berbahaya.
Jika aplikasi meminta pembaruan, tutup pemberitahuan yang mencurigakan. Selanjutnya, periksa pembaruan melalui Google Play Store atau kanal resmi pengembang.
3. Aktifkan Google Play Protect
Google Play Protect membantu memeriksa aplikasi untuk mendeteksi perilaku berbahaya, termasuk aplikasi yang berasal dari luar Google Play Store. Pastikan fitur tersebut aktif pada perangkat Android Anda.
Periksa hasil pemindaian keamanan secara berkala. Namun, jangan mengandalkan satu fitur keamanan saja; tetap hindari aplikasi dan tautan yang sumbernya meragukan.
4. Batasi izin aksesibilitas dan pemasangan aplikasi
Berikan izin aksesibilitas hanya kepada aplikasi yang membutuhkannya untuk menjalankan fungsi yang jelas. Hindari memberikan akses tersebut kepada aplikasi yang tidak Anda kenali atau yang tidak memiliki alasan penggunaan yang masuk akal.
Selain itu, periksa pengaturan pemasangan aplikasi dari sumber tidak dikenal. Cabut izin pemasangan bagi browser atau aplikasi lain apabila Anda tidak membutuhkannya.
5. Perbarui Android dan sistem keamanan
Pasang pembaruan Android, pembaruan keamanan, dan pembaruan sistem Google Play yang tersedia untuk perangkat Anda. Pembaruan tersebut membantu memperbaiki masalah keamanan yang mungkin dimanfaatkan aplikasi berbahaya.
Periksa ketersediaan pembaruan melalui pengaturan resmi perangkat. Jangan memasang berkas pembaruan dari situs tidak dikenal hanya karena halaman tersebut mengklaim menawarkan versi terbaru.
6. Periksa keaslian aplikasi perbankan
Jangan mengikuti permintaan untuk menghapus aplikasi perbankan asli lalu memasang penggantinya melalui tautan yang tidak jelas. Sebaliknya, hentikan proses tersebut dan hubungi bank untuk mengonfirmasi instruksi.
Gunakan aplikasi resmi, situs resmi, atau nomor layanan pelanggan yang dapat Anda verifikasi. Langkah ini membantu Anda membedakan instruksi resmi bank dari upaya penipuan.
7. Jaga kerahasiaan PIN, kata sandi, dan kode OTP
Jangan memasukkan PIN, kata sandi, atau kode OTP ke aplikasi dan halaman pembayaran yang keasliannya belum Anda pastikan. Hirudo dapat mencuri informasi pembayaran melalui halaman palsu yang meniru tampilan transaksi normal.
Selain itu, jangan memberikan kode verifikasi kepada pihak yang menghubungi Anda tanpa permintaan sebelumnya. Selalu periksa tujuan permintaan dan gunakan kanal resmi ketika perlu mengonfirmasi aktivitas perbankan.
Pengguna Android perlu memperhatikan perubahan aplikasi, permintaan izin aksesibilitas, dan aktivitas perbankan yang tidak mereka lakukan. Jika menemukan kejanggalan, hentikan pemasangan aplikasi mencurigakan dan segera periksa keamanan akun melalui kanal resmi bank. Kewaspadaan tersebut membantu mengurangi risiko pencurian data dan penyalahgunaan rekening. (iD/*)
FAQ
1. Apa itu malware Hirudo?
Malware Hirudo merupakan perangkat lunak berbahaya untuk Android yang menggabungkan kemampuan banking trojan dan remote access trojan (RAT). Malware ini dapat mencuri kredensial, mengumpulkan pesan SMS, memantau layar, dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
2. Bagaimana malware Hirudo menyebar?
Hirudo dapat menyebar melalui aplikasi yang tampak normal, seperti aplikasi belanja atau hiburan, serta melalui iklan dan halaman unduhan palsu. Malware ini juga dapat menampilkan pemberitahuan pembaruan palsu untuk mendorong pengguna memasang komponen berbahaya.
3. Apakah ponsel yang lambat pasti terkena malware Hirudo?
Tidak. Ponsel yang melambat atau menampilkan iklan pop-up dapat menunjukkan masalah pada aplikasi maupun sistem. Namun, gejala tersebut tidak secara khusus membuktikan infeksi Hirudo.
4. Bagaimana cara mencegah malware Hirudo di Android?
Unduh aplikasi dari sumber resmi, aktifkan Google Play Protect, batasi izin aksesibilitas, dan perbarui sistem Android. Selain itu, periksa keaslian aplikasi perbankan serta jaga kerahasiaan PIN, kata sandi, dan kode OTP.
5. Apa yang perlu dilakukan jika menemukan aktivitas perbankan mencurigakan?
Periksa akun dan segera hubungi bank melalui kanal resmi jika Anda menemukan login atau transaksi yang tidak dikenal. Hentikan pemasangan aplikasi mencurigakan dan jangan memberikan kode OTP kepada pihak lain.











Komentar