Intiperistiwa.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada awal pekan. Bahkan, mata uang Negeri Paman Sam menembus level Rp18.100. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Sementara itu, pelaku pasar terus mencermati pergerakan kurs global.
Bloomberg mencatat kurs dolar AS mencapai Rp18.104 pada Senin (13/7/2026). Angka tersebut naik 39 poin atau 0,22 persen. Dengan kenaikan itu, dolar AS mempertahankan tren penguatannya. Selain itu, pergerakan tersebut mencerminkan dominasi dolar di pasar valuta asing.
Dolar AS Menguat terhadap Mata Uang Global
Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Namun, mata uang tersebut juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Dolar AS mencatat kenaikan terhadap yen Jepang, dolar Australia, pound sterling, euro, dolar Singapura, dan yuan China. Karena itu, penguatan dolar terlihat cukup merata pada perdagangan hari ini.
Secara rinci, dolar AS naik 0,25 persen terhadap yen Jepang. Selanjutnya, dolar AS menguat 0,28 persen terhadap dolar Australia. Mata uang tersebut juga bertambah 0,19 persen terhadap pound sterling. Bahkan, dolar AS mencatat kenaikan 0,18 persen terhadap euro.
Di kawasan Asia, dolar AS juga memperlihatkan tren positif. Mata uang tersebut naik 0,17 persen terhadap dolar Singapura. Selain itu, dolar AS menguat 0,04 persen terhadap yuan China. Dengan demikian, dolar AS masih mempertahankan posisinya terhadap berbagai mata uang utama dunia.











Komentar