Prabowo Ungkap Rencana Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Lebih dari 750 Bakal Ditutup

Presiden menilai langkah efisiensi diperlukan agar anggaran negara tidak habis untuk biaya operasional perusahaan yang merugi.

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Ungkap Rencana Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Lebih dari 750 Bakal Ditutup. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr)

Prabowo Ungkap Rencana Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Lebih dari 750 Bakal Ditutup. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr)

Intiperistiwa.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana besar pemerintah untuk merampingkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. Menurut Prabowo, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah uang rakyat memberikan manfaat yang lebih besar. Karena itu, evaluasi terhadap kinerja BUMN terus berjalan.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026. Acara itu berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menanggapi sejumlah masukan dari para guru besar.

Prabowo Tanggapi Usulan Dana Riset

Salah satu usulan meminta setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk mendukung riset dan inovasi perguruan tinggi. Prabowo menyambut baik gagasan tersebut. Namun, ia menilai usulan itu bergantung pada kondisi keuangan masing-masing perusahaan.

Baca Juga :  Cari Tablet Baterai Awet? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Kerja pada 2026

Prabowo mengatakan sebagian BUMN mulai mencatatkan laba. Ia menyampaikan apresiasi kepada Danantara atas perkembangan tersebut. Meski demikian, menurutnya masih banyak perusahaan pelat merah yang belum menghasilkan keuntungan secara konsisten.

Pemerintah Tertibkan BUMN yang Tidak Sehat

Prabowo menilai banyak BUMN selama ini tetap menanggung biaya operasional tinggi meski belum menghasilkan keuntungan. Kondisi itu, menurutnya, membebani keuangan negara. Karena itu, pemerintah kini mempercepat proses penataan perusahaan milik negara.

Selain itu, Prabowo menegaskan pemerintah terus membersihkan dan menertibkan BUMN yang tidak berjalan efektif. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kinerja perusahaan negara. Pemerintah juga ingin mengurangi beban anggaran yang tidak produktif.

Baca Juga :  Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka, Cek Harga Tiket dan Fasilitas Gratisnya

Jumlah BUMN Ditargetkan Tinggal 250

Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 BUMN dari total lebih dari 1.000 perusahaan. Selanjutnya, pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus berkurang. Ia memperkirakan jumlah BUMN pada akhirnya hanya sekitar 250 perusahaan.

Prabowo juga meminta tanggapan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengenai target tersebut. Dony memberikan isyarat persetujuan terhadap rencana itu. Menurut Prabowo, pengurangan jumlah perusahaan akan memangkas biaya operasional secara signifikan.

Ia menjelaskan setiap BUMN memiliki direksi dan komisaris yang membutuhkan anggaran besar. Jika perusahaan tidak menghasilkan keuntungan, biaya tersebut tetap menjadi beban negara. Karena itu, pemerintah memilih melakukan efisiensi demi menjaga penggunaan uang rakyat secara lebih optimal. (iD/*)

Berita Terkait

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya
Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya
Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar
Kemhan Resmi Buka Pendaftaran Komcad Matra Udara 2026, Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftarnya
Pemerintah Resmi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah Gratis, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg
Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK
Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026 Lewat Web Online, Ketahui Status Penerima PKH, BPNT, dan BPJS PBI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:00 WIB

Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Kemhan Resmi Buka Pendaftaran Komcad Matra Udara 2026, Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftarnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Resmi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah Gratis, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya. (Foto: Dok. Istimewa/detik)

Nasional

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB