Purbaya Tegaskan Pelemahan Rupiah Bukan Akibat Kebijakan Fiskal Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia juga membantah isu yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah.

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Tegaskan Pelemahan Rupiah Bukan Akibat Kebijakan Fiskal Pemerintah. (Foto: Biro KLI - Zalfa' Diaulhaq)

Purbaya Tegaskan Pelemahan Rupiah Bukan Akibat Kebijakan Fiskal Pemerintah. (Foto: Biro KLI - Zalfa' Diaulhaq)

Intiperistiwa.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah. Pernyataan tersebut ia sampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Purbaya, sejumlah pihak menilai rupiah melemah karena pengelolaan fiskal yang buruk. Namun, ia menegaskan penilaian tersebut tidak sesuai kondisi sebenarnya.

“Banyak yang menganggap rupiah melemah karena kebijakan fiskal bermasalah. Faktanya tidak demikian,” ujarnya.

Penerimaan Pajak Di nilai Menguat

Purbaya menjelaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini menunjukkan perbaikan di bandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyoroti peningkatan penerimaan pajak yang terjadi sepanjang 2026. Menurutnya, capaian tersebut berasal dari hasil reformasi perpajakan yang terus di jalankan pemerintah.

Peningkatan pendapatan negara itu juga memperkuat posisi anggaran nasional.

“Reformasi perpajakan telah menghasilkan kenaikan penerimaan yang sangat signifikan. Karena itu, kondisi anggaran tetap aman,” katanya.

Baca Juga :  Rekomendasi Laptop Lenovo Tipis dan Ringan 2026, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Mobilitas Tinggi

Stabilitas Rupiah Menjadi Tugas Bank Indonesia

Selain itu, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan nilai tukar rupiah berada dalam kewenangan Bank Indonesia.

Sebagai bank sentral, BI memiliki tugas dan instrumen untuk menjaga stabilitas mata uang nasional.

“Persoalan nilai tukar merupakan ranah bank sentral. Kami menyerahkan hal tersebut kepada BI,” ujarnya.

Rumor Pasar Di nilai Perburuk Sentimen

Purbaya menilai berbagai rumor yang beredar di pasar turut memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu isu yang ia bantah berkaitan dengan kabar mengenai permintaan pemerintah kepada perbankan untuk melakukan stress test.

Rumor tersebut menyebut pemerintah meminta simulasi dengan asumsi kurs rupiah berada di atas Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga :  Daftar Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 Juli 2026, Klaim Gems, Coins, dan Player OVR Gratis

Purbaya menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan arahan seperti itu.

“Ada rumor yang menyebut saya meminta perbankan melakukan stress test pada kurs di atas Rp18.000. Saya tidak pernah menyampaikan hal tersebut,” katanya.

Ia menilai berbagai spekulasi itu mendorong sentimen negatif terhadap rupiah.

Fokus Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Purbaya menegaskan fokus pemerintah saat ini tertuju pada penguatan fundamental ekonomi nasional.

Menurutnya, ekonomi yang sehat dan bertumbuh akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan nilai tukar dalam jangka panjang.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pertumbuhan.

“Pada akhirnya, kekuatan fundamental ekonomi akan menentukan nilai rupiah. Fokus kami berada di sana,” ujarnya. (id/*)

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG pada 2027
Sudah Pensiun? Ini 12 Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dikerjakan dari Rumah
Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun, Siapa yang Dapat dan Kapan Berjalan?
7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini
Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion
Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba
Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara
Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG pada 2027

Senin, 28 September 2026 - 16:00 WIB

Sudah Pensiun? Ini 12 Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Kamis, 24 September 2026 - 22:00 WIB

Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun, Siapa yang Dapat dan Kapan Berjalan?

Selasa, 22 September 2026 - 13:00 WIB

7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini

Minggu, 20 September 2026 - 10:00 WIB

Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion

Berita Terbaru

Juventus vs Rennes Imbang 2-2, VAR Batalkan Gol Lucumi. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI/kompas)

Sport

Juventus vs Rennes Imbang 2-2, VAR Batalkan Gol Lucumi

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:00 WIB