Sistem Pembayaran QRIS Indonesia Dicontek Malaysia? Ini Fakta di Baliknya

Malaysia mulai membangun sistem pembayaran QR terintegrasi yang memiliki konsep serupa dengan QRIS Indonesia.

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem Pembayaran QRIS Indonesia Dicontek Malaysia? Ini Fakta di Baliknya. (Foto: Dok. Istimewa/kompas)

Sistem Pembayaran QRIS Indonesia Dicontek Malaysia? Ini Fakta di Baliknya. (Foto: Dok. Istimewa/kompas)

Intiperistiwa.com – Malaysia mulai mengembangkan sistem pembayaran digital yang memiliki konsep serupa dengan QRIS Indonesia. Kebijakan tersebut muncul setelah Bank Sentral Malaysia menerbitkan aturan baru mengenai integrasi pembayaran QR. Karena itu, masyarakat mulai membandingkan langkah Malaysia dengan sistem QRIS yang Indonesia gunakan sejak 2019.

The Edge Malaysia melaporkan kebijakan tersebut berdasarkan dokumen Interoperable Fund Transfer Framework. Aturan itu mewajibkan seluruh penyedia layanan menghentikan jaringan QR eksklusif paling lambat 30 Juni 2028. Selain itu, lembaga keuangan tidak boleh menambah merchant baru ke jaringan QR tertutup selama masa transisi.

Malaysia Bangun Satu Sistem Pembayaran QR

Bank Sentral Malaysia ingin menyatukan seluruh sistem pembayaran QR dalam satu jaringan nasional. Dengan begitu, masyarakat dapat memakai aplikasi bank atau dompet digital mana pun untuk bertransaksi. Selanjutnya, pengguna tidak lagi bergantung pada sistem milik satu penyedia layanan.

Bank juga wajib menyediakan layanan pembayaran QR kepada seluruh nasabah. Selain itu, setiap pengguna harus dapat melakukan pembayaran kepada merchant dari seluruh acquirer yang berpartisipasi. Karena itu, transaksi digital akan berlangsung lebih mudah dan efisien.

Baca Juga :  Mobil Jarang Dipakai? Waspadai 6 Komponen Ini yang Cepat Rusak Tanpa Disadari

Malaysia memberi nama sistem tersebut Real-time Retail Payments Platform. Platform itu mendukung layanan DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Sementara itu, Payments Network Malaysia Sdn Bhd atau PayNet mengelola seluruh operasional platform tersebut.

Transaksi Digital Terus Meningkat

Bank Sentral Malaysia mengambil kebijakan tersebut karena penggunaan transaksi elektronik terus meningkat. Mobile banking kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk bertransaksi. Oleh sebab itu, pemerintah mempercepat integrasi sistem pembayaran nasional.

Data Bank Sentral Malaysia menunjukkan setiap warga melakukan rata-rata 1,5 transaksi elektronik setiap hari. Selain itu, infrastruktur pembayaran bersama terus mendorong pertumbuhan transaksi digital. Bank sentral juga menilai sistem interoperabilitas mampu menghubungkan rekening bank dan dompet digital nonbank dalam satu jaringan.

Pemerintah Malaysia juga berharap sistem QR universal membantu wisatawan asing saat bertransaksi. Dengan demikian, pengunjung tidak perlu bergantung pada aplikasi pembayaran tertentu selama berada di Malaysia.

Baca Juga :  Belgia Singkirkan Amerika Serikat 4-1, De Ketelaere Bawa Setan Merah Tantang Spanyol di Perempat Final

Indonesia Lebih Dulu Mengembangkan QRIS

Indonesia meluncurkan QRIS pada 2019 melalui Bank Indonesia. Sejak awal, QRIS menyatukan berbagai layanan pembayaran QR dalam satu standar nasional. Karena itu, Indonesia menjadi salah satu pelopor sistem pembayaran QR terintegrasi di kawasan.

Hingga pertengahan 2026, lebih dari 30 juta merchant menggunakan QRIS. Selain itu, jumlah pengguna aktif telah mencapai lebih dari 45 juta orang di seluruh Indonesia. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat.

QRIS juga memperluas layanan pembayaran lintas negara. Saat ini, masyarakat dapat menggunakan QRIS di Singapura, Malaysia, Thailand, dan China. Selain itu, integrasi dengan SGQR sejak November 2023 memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di Singapura tanpa menukar rupiah ke dolar Singapura.

Meski banyak pihak menyebut Malaysia mengikuti konsep QRIS, fakta yang tersedia menunjukkan Malaysia membangun sistem pembayaran QR nasional dengan prinsip interoperabilitas yang serupa. Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Malaysia meniru atau mencontek QRIS Indonesia. (iD/*)

Berita Terkait

Google Rilis 5 Fitur Baru Android September 2026, Ada Motion Assist untuk Kurangi Mabuk Kendaraan
Cara Pakai BlockAway dengan Mudah, Akses Website Lewat Proxy Tanpa Aplikasi
Ancaman “Negara Buatan”, AI Dinilai Bisa Menggeser Kendali Manusia di Masa Depan
7 Tanda HP dan Laptop Mau Meledak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
5 HP RAM 12 GB untuk Gaming Berat, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Sejarah Simbol “@”, dari Perdagangan Kuno hingga Media Sosial
Mahasiswa UB Ciptakan Rompi Pintar ADAPT-V untuk Bantu Tangani Tantrum Anak ASD
WhatsApp Perkuat Tiga Fitur Keamanan Baru, Akun Jadi Lebih Sulit Dibobol
Berita ini 33 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:00 WIB

Google Rilis 5 Fitur Baru Android September 2026, Ada Motion Assist untuk Kurangi Mabuk Kendaraan

Rabu, 2 September 2026 - 22:00 WIB

Cara Pakai BlockAway dengan Mudah, Akses Website Lewat Proxy Tanpa Aplikasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:00 WIB

Ancaman “Negara Buatan”, AI Dinilai Bisa Menggeser Kendali Manusia di Masa Depan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:00 WIB

7 Tanda HP dan Laptop Mau Meledak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

5 HP RAM 12 GB untuk Gaming Berat, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB