Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran

Jenewa membuka peluang menjadi lokasi penandatanganan damai AS-Iran setelah muncul sinyal kuat tercapainya kesepakatan akhir.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran. (Foto: AI)

Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Swiss menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penandatanganan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran. Tawaran tersebut muncul di tengah menguatnya laporan mengenai kemajuan signifikan dalam proses diplomasi kedua negara.

Pemerintah Swiss juga memberikan apresiasi terhadap peran Pakistan. Negara Asia Selatan itu dinilai membantu membuka ruang dialog antara Washington dan Teheran selama proses negosiasi berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas perkembangan situasi regional serta menyambut kemajuan menuju kesepakatan damai.

Swiss Klaim Terlibat Aktif dalam Diplomasi

Kementerian Luar Negeri Swiss menegaskan keterlibatan negaranya dalam proses diplomatik tersebut. Swiss mengaku menjaga komunikasi intensif dengan Amerika Serikat dan Iran selama pembahasan berlangsung.

“Swiss sepenuhnya terlibat. Kami menjalin kontak erat dengan Amerika Serikat dan Iran,” demikian pernyataan singkat Kementerian Luar Negeri Swiss kepada AFP.

Baca Juga :  BI Mendadak Naikkan Suku Bunga Menjadi 5,5 Persen, Ada Apa dengan Rupiah?

Selain itu, Swiss menyebut pihaknya aktif mendukung berbagai upaya untuk mendorong lahirnya nota kesepahaman. Dokumen tersebut bertujuan memperkuat gencatan senjata sekaligus membuka jalan menuju de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Karena itu, Swiss mengusulkan Jenewa sebagai lokasi penandatanganan apabila kedua negara menyepakati pilihan tersebut. Kota itu selama ini memang dikenal sebagai pusat diplomasi internasional.

Persiapan Penandatanganan Mulai Terlihat

Laporan Axios menyebut empat pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat bertolak menuju Eropa pada Kamis (11/6/2026). Pesawat tersebut membawa berbagai perlengkapan untuk mengantisipasi kemungkinan kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, ke Jenewa.

Kunjungan itu berkaitan dengan agenda penandatanganan kesepakatan prospektif antara Washington dan Teheran. Meski belum memperoleh kepastian resmi, langkah tersebut memperlihatkan kesiapan Amerika Serikat menghadapi berbagai kemungkinan.

Baca Juga :  Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Fokus Persiapan Hari Bhayangkara

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan optimistis terkait perkembangan negosiasi. Ia mengatakan Washington dan Teheran telah mencapai sebuah “kesepakatan besar”.

Trump bahkan menyebut proses penandatanganan dapat berlangsung secepatnya pada akhir pekan. Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian luas dari komunitas internasional.

Pakistan Sebut Draf Akhir Telah Disepakati

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut mengungkap perkembangan terbaru. Menurutnya, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati draf akhir dari kemungkinan perjanjian damai tersebut.

Sharif menjelaskan bahwa kedua pihak kini menyelesaikan tahapan lanjutan sebelum memasuki proses berikutnya. Dengan demikian, peluang tercapainya kesepakatan resmi semakin terbuka.

Meski demikian, publik internasional masih menunggu pengumuman final dari pihak terkait. Jika seluruh proses berjalan lancar, Jenewa berpotensi menjadi saksi lahirnya babak baru hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan.(id/*)

Berita Terkait

Minyak Dunia Turun Tajam Setelah AS dan Iran Dekati Kesepakatan
FIFA Siapkan Fan Festival Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Hadir di 13 Kota
Negara Tetangga Indonesia Siaga Penuh, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Mengkhawatirkan
Los Angeles Stadium Siap Jadi Panggung Besar Piala Dunia 2026
Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia, Kekayaannya Bisa Lampaui Ekonomi Banyak Negara
Sudah Habiskan Jutaan Dolar, 6 Film Besar Ini Gagal Tayang Meski Syuting Sudah Dimulai
Thailand memastikan tiket semifinal Piala AFF U-19 2026 usai menaklukkan Malaysia 3-2
Tsunami Terdeteksi di 9 Wilayah Indonesia Usai Gempa 7,7 M Filipina, BMKG Tetapkan Status Siaga
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:00 WIB

Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

Minyak Dunia Turun Tajam Setelah AS dan Iran Dekati Kesepakatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:00 WIB

FIFA Siapkan Fan Festival Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Hadir di 13 Kota

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:00 WIB

Negara Tetangga Indonesia Siaga Penuh, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Mengkhawatirkan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Los Angeles Stadium Siap Jadi Panggung Besar Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran. (Foto: AI)

Internasional

Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Perdamaian AS-Iran

Sabtu, 13 Jun 2026 - 21:00 WIB