Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Menjadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Bagaimana Dengan Indonesia?

Bank Dunia menetapkan Vietnam dan Filipina sebagai negara berpendapatan menengah atas berkat pertumbuhan ekonomi yang konsisten.

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Menjadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Bagaimana Dengan Indonesia? (Foto: rctiplus)

Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Menjadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Bagaimana Dengan Indonesia? (Foto: rctiplus)

Intiperistiwa.com – Bank Dunia resmi menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas. Keputusan tersebut diumumkan melalui pembaruan klasifikasi pendapatan negara pada 1 Juli 2026. Keduanya berhasil mencatat ekspansi ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, Bank Dunia menilai kedua negara memenuhi syarat untuk naik kategori.

Mengutip The Straits Times, Jumat (3/7/2026), Vietnam dan Filipina kini bergabung dengan Singapura, Malaysia, serta Thailand. Kelima negara tersebut menjadi anggota ASEAN yang telah mencapai kategori pendapatan menengah atas atau lebih tinggi. Sementara itu, negara ASEAN lainnya masih berada pada kategori berbeda. Perubahan ini sekaligus memperkuat posisi ekonomi kawasan.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Faktor Utama

Bank Dunia menjelaskan Vietnam berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009. Sementara itu, Filipina menempati kategori tersebut sejak akhir 1980-an. Kini, kedua negara berhasil melampaui batas pendapatan yang ditentukan. Pencapaian tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor internasional.

Menurut Bank Dunia, Vietnam mengandalkan pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor yang terus berkembang. Di sisi lain, Filipina mencatat ekspansi ekonomi yang merata di berbagai sektor utama. Pertumbuhan itu tidak hanya berasal dari satu industri. Sebaliknya, hampir seluruh sektor ekonomi ikut mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Inggris vs Panama Piala Dunia 2026: Gol Bellingham dan Harry Kane Pastikan Inggris Menang

Pendapatan nasional bruto per kapita Vietnam mencapai US$4.970 atau sekitar Rp89,28 juta pada 2025. Filipina mencatat US$4.850 atau sekitar Rp87,12 juta pada periode yang sama. Kedua angka tersebut melampaui ambang batas Bank Dunia sebesar US$4.636. Nilai itu setara sekitar Rp82,28 juta dengan asumsi kurs Rp17.964 per dolar Amerika Serikat.

Vietnam Melaju Cepat, Filipina Hadapi Tantangan

Vietnam saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026. Target tersebut didukung reformasi yang ramah terhadap dunia usaha. Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur dalam skala besar.

Berbeda dengan Vietnam, Filipina menghadapi tantangan ekonomi yang lebih berat. Pemerintah memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk periode 2026 hingga 2030. Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu penyebabnya. Fenomena El Nino yang semakin intens juga memberi tekanan terhadap perekonomian.

Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina, Arsenio Balisacan, menegaskan pemerintah tetap fokus menjaga arah pembangunan nasional. Menurutnya, Filipina terus mengejar pertumbuhan yang inklusif. Pemerintah juga berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah tersebut tetap berjalan meski muncul berbagai tekanan global dan domestik.

Baca Juga :  Belanda vs Maroko Piala Dunia 2026: Maroko Amankan Tiket 16 Besar Setelah Menang Adu Penalti

Status Baru Membawa Konsekuensi

Meski memperoleh status baru, Vietnam dan Filipina juga menghadapi konsekuensi tertentu. Pemerintah kedua negara akan menerima akses pendanaan pembangunan yang lebih terbatas. Selama ini, sejumlah lembaga internasional menyediakan pinjaman dengan bunga rendah. Dana tersebut banyak mendukung pembangunan infrastruktur, pemulihan bencana, dan program sosial.

Kepala Ekonom Union Bank of the Philippines, Ruben Carlo Asuncion, menjelaskan makna perubahan status tersebut. Menurutnya, kenaikan kategori menunjukkan kemampuan sebuah negara semakin mandiri. Negara juga dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan sendiri. Kondisi itu mencerminkan kekuatan fiskal yang semakin baik.

Selain Vietnam dan Filipina, Bank Dunia juga menaikkan status Yordania, Mikronesia, dan Sri Lanka. Di sisi lain, Togo berpindah ke kategori negara berpendapatan menengah bawah. Sebelumnya, negara tersebut masuk kelompok berpendapatan rendah. Perubahan klasifikasi ini menjadi bagian dari evaluasi tahunan Bank Dunia terhadap tingkat pendapatan setiap negara. (iD/*)

Berita Terkait

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi
Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar
Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg
Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK
China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030
Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026 Lewat Web Online, Ketahui Status Penerima PKH, BPNT, dan BPJS PBI
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan
PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Cek Jadwal, Nominal Bantuan, dan Status Penerima

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 23:00 WIB

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Berita Terbaru