Viral Ustazah AI di TikTok, Pakar Ungkap Ciri-Ciri dan Risiko Konten Tanpa Identitas

Konten AI yang menyerupai manusia memicu perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran soal akuntabilitas.

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Ustazah AI di TikTok, Pakar Ungkap Ciri-Ciri dan Risiko Konten Tanpa Identitas. (Foto: AI)

Viral Ustazah AI di TikTok, Pakar Ungkap Ciri-Ciri dan Risiko Konten Tanpa Identitas. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Sebuah akun TikTok bernama @nia.hajar_s menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Banyak pengguna media sosial mengira sosok perempuan berhijab di akun tersebut merupakan seorang ustazah. Namun, sejumlah warganet kemudian mengungkap bahwa karakter tersebut sepenuhnya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hingga Kamis (25/6/2026), akun tersebut telah mengumpulkan lebih dari 920 ribu pengikut dan 10,4 juta tanda suka. Dalam setiap unggahannya, sosok perempuan itu tampil mengenakan hijab sambil menyampaikan ceramah di depan mikrofon. Penampilannya yang sangat realistis membuat banyak pengguna sulit membedakannya dengan manusia asli.

Warganet Soroti Akuntabilitas Konten AI

Kemunculan sosok yang dikenal sebagai “Ustazah Hajar” memicu beragam tanggapan di media sosial. Salah satunya datang dari akun X @MiskinTV_ yang mempertanyakan kejelasan identitas pembuat konten tersebut. Selain itu, akun tersebut juga menyoroti potensi dampak apabila materi yang disampaikan mengandung kekeliruan.

Menurut sejumlah warganet, visual dan suara yang sangat alami membuat banyak penonton percaya bahwa ceramah tersebut disampaikan oleh manusia. Karena itu, muncul kekhawatiran mengenai siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan informasi atau penafsiran dalam isi ceramah.

Baca Juga :  macOS 27 Golden Gate Dengan Seri AI Resmi Dirilis Apple, Mac Intel Tersingkirkan

Pakar Sebut Intonasi Menjadi Salah Satu Ciri AI

Pemerhati budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, memastikan sosok “Ustazah Hajar” merupakan karakter hasil teknologi AI. Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya masih dapat mengenali beberapa ciri khas video yang dihasilkan kecerdasan buatan. Salah satunya terlihat dari pola suara yang terlalu konsisten.

Menurut Firman, suara AI umumnya memiliki intonasi yang sangat rapi dan stabil. Sebaliknya, manusia biasanya berbicara dengan jeda, perubahan tempo, maupun ekspresi spontan. Perbedaan tersebut menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali konten buatan AI.

“Intonasinya sangat teratur dan runtut. Manusia biasanya memiliki jeda saat berbicara. Pola seperti itu menunjukkan hasil fabrikasi AI,” ujarnya.

Teknologi AI Semakin Mudah Diakses

Firman menilai perkembangan konten AI berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang mendorong tren tersebut. Ketiga faktor itu membuat semakin banyak orang memanfaatkan AI untuk membuat berbagai jenis konten.

Pertama, biaya penggunaan teknologi AI kini semakin terjangkau. Bahkan, sejumlah platform menyediakan layanan gratis bagi pengguna. Selain itu, kemudahan akses membuat siapa pun dapat mencoba teknologi tersebut.

Baca Juga :  Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 24 Juni 2026

Kedua, proses pembuatan konten AI semakin sederhana. Seseorang cukup mempelajari tutorial di internet atau mencoba berbagai aplikasi yang tersedia. Dengan cara itu, pengguna sudah mampu menghasilkan video yang tampak meyakinkan.

Ketiga, kualitas hasil AI meningkat sangat pesat. Visual, suara, hingga ekspresi karakter kini terlihat semakin alami. Akibatnya, masyarakat sering kesulitan membedakan konten AI dengan rekaman asli.

Pengamat Ingatkan Pentingnya Transparansi

Pengamat digital Alfons Tanujaya menyampaikan pandangan serupa mengenai perkembangan AI. Menurutnya, teknologi saat ini mampu menghasilkan gambar, video, dan suara yang sangat menyerupai manusia. Bahkan, fenomena tersebut mulai memengaruhi industri kreator konten dan dunia pemodelan digital.

Alfons menjelaskan, sebagian masyarakat masih belum memahami perkembangan teknologi AI. Karena itu, banyak pengguna langsung mempercayai konten tersebut sebagai karya manusia. Padahal, sumber konten perlu diketahui agar publik dapat menilai kredibilitas informasi.

Ia menegaskan, risiko terbesar muncul ketika identitas pembuat konten tidak jelas. Kondisi tersebut menyulitkan pihak berwenang melakukan penelusuran apabila muncul pelanggaran. Selain itu, penggunaan avatar yang berbeda dengan identitas asli juga memerlukan tanggung jawab secara etis. (iD/*)

Berita Terkait

Apple Siapkan Kejutan Besar, Bocoran iPhone 20 dan iPhone Ultra Lipat Mulai Terungkap
HP Kamera OIS Terbaik di Bawah Rp3 Juta 2026, Hasil Foto Tajam dan Video Lebih Stabil
4 HP Baru dengan Kamera ZEISS Terbaik 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?
Cara Cek Usia HP iPhone dan Android, Apakah Ponsel Kamu Masih Aman Dipakai?
iPhone 18 Kapan Rilis? Ini Bocoran Jadwal Rilis, Spesifikasi, dan Harganya
Rekomendasi HP Gaming Flagship 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?
Caviar Rilis HP Sultan Berlapis Emas buat Fans Messi dan Ronaldo, Harganya Bikin Melongo
Xiaomi Rilis Redmi Note 17 Series, Bawa Baterai Jumbo hingga 9.000 mAh
Berita ini 40 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Apple Siapkan Kejutan Besar, Bocoran iPhone 20 dan iPhone Ultra Lipat Mulai Terungkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:00 WIB

HP Kamera OIS Terbaik di Bawah Rp3 Juta 2026, Hasil Foto Tajam dan Video Lebih Stabil

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

4 HP Baru dengan Kamera ZEISS Terbaik 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Cara Cek Usia HP iPhone dan Android, Apakah Ponsel Kamu Masih Aman Dipakai?

Senin, 20 Juli 2026 - 15:00 WIB

iPhone 18 Kapan Rilis? Ini Bocoran Jadwal Rilis, Spesifikasi, dan Harganya

Berita Terbaru