Intiperistiwa.com – Suhu ekstrem global terus menjadi perhatian setelah sejumlah wilayah mencatat rekor panas baru. Terbaru, Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah negaranya. Suhu tersebut mencapai 42,5 derajat Celsius. Rekor itu menambah daftar wilayah yang menghadapi kondisi panas ekstrem.
Sebelumnya, sejumlah negara Eropa menghadapi suhu sangat tinggi pada Juni 2026. Kondisi tersebut menelan korban jiwa hampir 10.000 orang. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO, Juni 2026 menjadi bulan terhangat kedua. Juni 2024 masih menempati posisi pertama dalam catatan tersebut.
Pada Juni 2026, beberapa wilayah Eropa juga mencatat suhu tertinggi masing-masing. Spanyol mencapai 42,7 derajat Celsius, sedangkan Jerman mencatat 41,7 derajat Celsius. Sementara itu, Hungaria mencapai 40,7 derajat Celsius dan Austria menyentuh 40,0 derajat Celsius. Namun, sejumlah wilayah lain pernah mencatat suhu yang jauh lebih tinggi.
Daftar 10 Wilayah dengan Suhu Terpanas
Data WMO World Weather & Climate Extremes Archive mencatat berbagai rekor suhu ekstrem dunia. Daftar tersebut dikutip dari Visual Capitalist berdasarkan catatan WMO. Rekor berikut menunjukkan suhu tertinggi yang pernah tercatat di setiap wilayah. Berikut daftar 10 wilayah dengan suhu terpanas yang pernah tercatat.
| Peringkat | Wilayah | Negara | Suhu Tertinggi | Tahun |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Death Valley | Amerika Serikat | 56,7°C | 1913 |
| 2 | Kebili | Tunisia | 55°C | 1931 |
| 3 | Mitribah | Kuwait | 54°C | 2016 |
| 4 | Tirat Zvi | Israel | 54°C | 1942 |
| 5 | Basra | Irak | 53,9°C | 2016 |
| 6 | Turbat | Pakistan | 53,7°C | 2017 |
| 7 | Ahvaz | Iran | 53,7°C | 2017 |
| 8 | Turpan | China | 52,2°C | 2023 |
| 9 | Sweihan | Uni Emirat Arab | 52,1°C | 2002 |
| 10 | Sonora | Meksiko | 52°C | 1966 |
Death Valley di Amerika Serikat menempati posisi pertama dalam daftar tersebut. Wilayah itu mencatat suhu tertinggi 56,7 derajat Celsius pada 1913. Angka tersebut menjadi suhu tertinggi dalam catatan daftar WMO. Karena itu, Death Valley masih berada di posisi teratas.
Kebili di Tunisia menempati peringkat kedua dengan suhu 55 derajat Celsius pada 1931. Berikutnya, Mitribah di Kuwait mencapai 54 derajat Celsius pada 2016. Tirat Zvi di Israel juga mencatat 54 derajat Celsius pada 1942. Sementara itu, Basra di Irak mencapai 53,9 derajat Celsius pada 2016.
Turbat di Pakistan mencatat suhu 53,7 derajat Celsius pada 2017. Pada tahun yang sama, Ahvaz di Iran juga mencapai angka 53,7 derajat Celsius. Kemudian, Turpan di China mencatat 52,2 derajat Celsius pada 2023. Sweihan dan Sonora masing-masing mencapai 52,1 dan 52 derajat Celsius.
Rekor Suhu Baru Masih Bermunculan
Pencatatan suhu ekstrem juga menunjukkan munculnya rekor baru di sejumlah negara. China mencatat suhu 52,2 derajat Celsius di Xinjiang pada 2023. Selain itu, Maroko mencapai rekor suhu tertinggi 50,4 derajat Celsius pada 2023. Turki kemudian mencatat suhu 50,5 derajat Celsius pada 2025.
Indonesia juga memiliki catatan suhu tertinggi dalam sejarah pengukuran wilayahnya. Rekor tersebut terjadi pada 1997 dengan suhu mencapai 40,6 derajat Celsius. Kalimantan Selatan menjadi wilayah yang mencatat suhu tersebut. Catatan itu menunjukkan bahwa suhu ekstrem juga pernah mencapai angka tinggi di Indonesia (iD/*).











Komentar