Intiperistiwa.com – Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarnegara. Ajang tersebut juga menampilkan berbagai inovasi teknologi yang mendukung jalannya pertandingan.
Salah satu inovasi datang dari Lenovo. Sebagai Mitra Teknologi Resmi FIFA, perusahaan tersebut menghadirkan teknologi avatar 3D yang membantu proses penentuan offside.
Para penonton dapat melihat teknologi itu saat tayangan ulang offside semi otomatis muncul di layar. FIFA kini menampilkan avatar pemain berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam siaran pertandingan.
Pemain di Pindai Sebelum Turnamen
Teknologi tersebut mulai bekerja bahkan sebelum pertandingan berlangsung. Setiap pemain menjalani proses pemindaian tubuh selama sekitar 30 detik.
Setelah itu, sistem membangun model tiga dimensi berdasarkan hasil pemindaian tersebut. Karena itu, setiap avatar memiliki bentuk tubuh yang sesuai dengan pemain aslinya.
Teknologi ini merekam dimensi dan proporsi tubuh secara detail. Selain itu, data tersebut membantu sistem perwasitan memperoleh referensi yang lebih akurat.
Menurut laporan PC Mag, avatar yang muncul dalam tayangan ulang berasal dari data hasil pemindaian pemain. Dengan demikian, visual yang tampil lebih mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.
Dukung Akurasi Sistem Offside
FIFA memanfaatkan model tiga dimensi tersebut sebagai data tambahan dalam sistem offside semi otomatis. Karena itu, tayangan ulang dapat menunjukkan posisi pemain secara lebih presisi.
Grafis yang muncul di stadion maupun layar televisi juga terlihat lebih realistis. Selain itu, teknologi tersebut membantu penonton memahami keputusan wasit dengan lebih mudah.
Meski berperan penting, Lenovo tidak mengoperasikan sistem Video Assistant Referee (VAR). FIFA tetap mengelola sistem VAR yang di gunakan selama pertandingan.
Lenovo berfokus pada proses pemindaian, verifikasi kualitas data, pembuatan avatar, dan pengelolaan model tiga dimensi. Selanjutnya, sistem VAR memanfaatkan data tersebut dalam proses analisis.
Sudah di Uji Sebelum Piala Dunia
Teknologi avatar 3D ini bukan inovasi yang baru pertama di gunakan. Sebelumnya, FIFA telah mengujinya dalam ajang Piala Interkontinental di Qatar.
Saat itu, para pemain dari CR Flamengo dan Pyramids FC menjalani proses pemindaian sebelum bertanding di Doha. Selanjutnya, sistem bekerja sepanjang pertandingan untuk mendukung kebutuhan teknologi pertandingan.
Keberhasilan uji coba tersebut mendorong FIFA memperluas penggunaan teknologi ini pada Piala Dunia 2026. Karena itu, proses penentuan offside kini dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan akurat.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi semakin berperan dalam dunia sepak bola modern. Selain membantu wasit, inovasi ini juga memberikan pengalaman menonton yang lebih jelas bagi penggemar di seluruh dunia. (id/*)










Komentar