6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik?

Sejumlah negara tawarkan uang hingga bantuan rumah untuk tarik penduduk baru ke daerahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik? (Foto: goodstats)

6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik? (Foto: goodstats)

Intiperistiwa.com – Banyak orang menganggap pindah ke desa terpencil atau kota kecil sebagai pilihan berat. Namun demikian, sejumlah negara justru memberi insentif agar orang mau menetap di wilayah tersebut. Selain itu, mereka menyediakan berbagai bantuan menarik untuk calon pendatang.

Bentuk bantuan tersebut sangat beragam. Ada yang memberikan uang tunai, hibah renovasi rumah, hingga bantuan pembelian properti. Selain itu, beberapa wilayah juga menargetkan pekerja jarak jauh agar mau tinggal di daerah tersebut.

Program ini muncul untuk menghidupkan kembali wilayah yang mulai kehilangan penduduk. Karena itu, pemerintah berharap aktivitas ekonomi kembali tumbuh. Namun demikian, setiap program tetap memiliki aturan ketat bagi peserta.

Biasanya, peserta wajib tinggal dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, mereka juga harus membeli atau merenovasi rumah di lokasi tersebut. Dengan demikian, program ini tidak berjalan tanpa komitmen nyata.

1. Pulau Terpencil Irlandia

Irlandia menjalankan program Our Living Islands untuk menghidupkan pulau terpencil. Program ini menawarkan hibah renovasi rumah hingga 84 ribu euro. Nilainya setara sekitar Rp1,7 miliar.

Namun demikian, dana tersebut tidak berbentuk uang pindah langsung. Pemerintah hanya membiayai perbaikan rumah kosong agar layak huni. Selain itu, tujuan utama program ini menjaga pulau tetap berpenghuni.

Baca Juga :  China Luncurkan "Operator Seluler Darurat", Telepon dan Internet Tetap Aktif saat Bencana

2. Extremadura, Spanyol

Extremadura di Spanyol menarik pekerja jarak jauh melalui program khusus. Pemerintah menawarkan bantuan hingga 15 ribu euro atau sekitar Rp308 juta. Program ini menyasar digital nomad dari berbagai negara.

Selain itu, perempuan dan anak muda mendapat prioritas lebih besar. Wilayah dengan populasi kecil juga menjadi fokus utama. Namun demikian, peserta tetap wajib menetap dalam periode tertentu.

3. Wilayah Pedesaan Jepang

Jepang menawarkan insentif bagi keluarga yang pindah dari Tokyo. Pemerintah memberikan hingga 1 juta yen per anak. Nilainya sekitar Rp110 juta.

Program ini bertujuan mengurangi kepadatan di kota besar. Selain itu, Jepang ingin menghidupkan kembali desa yang kehilangan penduduk. Karena itu, keluarga menjadi target utama kebijakan ini.

4. Pulau Antikythera, Yunani

Antikythera di Yunani sering dikenal sebagai wilayah dengan insentif pindah. Beberapa laporan menyebut bantuan mencapai 500 euro per bulan. Selain itu, peserta juga mendapat dukungan tempat tinggal.

Baca Juga :  Modus Baru: Sindikat Narkoba Gunakan Vape untuk Incar Generasi Muda

Namun demikian, program ini tidak terbuka luas. Pemerintah hanya menerima jumlah penduduk baru yang terbatas. Oleh karena itu, seleksi dilakukan dengan ketat.

5. Quilpie, Australia

Quilpie Shire di Queensland menawarkan hibah sekitar 20 ribu dolar Australia. Nilainya setara sekitar Rp250 juta. Program ini mendorong pendatang membangun rumah baru.

Selain itu, peserta wajib tinggal minimal enam bulan di rumah tersebut. Pemerintah ingin memastikan komitmen jangka panjang. Karena itu, program ini menargetkan penduduk yang serius menetap.

6. Kota Kecil Amerika Serikat

Sejumlah kota kecil di Amerika Serikat juga menawarkan insentif serupa. Salah satu yang populer adalah Tulsa Remote di Oklahoma. Program ini memberi bantuan sekitar 10 ribu dolar AS.

Selain itu, peserta juga mendapat akses ruang kerja bersama. Program ini berjalan sejak 2018 untuk menarik pekerja remote. Karena itu, banyak kota lain ikut mengembangkan skema serupa.


Meski terdengar menarik, semua program ini memiliki syarat ketat. Selain itu, peserta wajib memenuhi komitmen tinggal dan kontribusi ekonomi. Karena itu, pindah ke wilayah tersebut tetap membutuhkan perencanaan matang. (iD/*)

Berita Terkait

Bikin Tenang! Inilah 10 Negara Paling Damai di Dunia 2026
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon
Jerman Salahkan Trump atas Penutupan Kembali Selat Hormuz
Google Kembangkan Jutaan Nyamuk Untuk Lawan DBD
Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Ajukan Izin 48 Jam Sebelum Melintas
Purbaya Bawa Kabar Baik dari China, Indonesia Dapat Suntikan Dana Rp303 Triliun
Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Pelayaran Kembali Lancar
Gedung Tertinggi Di Dunia: Burj Khalifa Terancam Tergeser, Jeddah Tower Sudah Tembus 100 Lantai
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

Bikin Tenang! Inilah 10 Negara Paling Damai di Dunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik?

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Jerman Salahkan Trump atas Penutupan Kembali Selat Hormuz

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Google Kembangkan Jutaan Nyamuk Untuk Lawan DBD

Berita Terbaru

Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 24 Juni 2026. (Foto: Dok. Mobile Legends/bloombergtechnoz)

Game

Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 24 Juni 2026

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:00 WIB