9 BUMN Logistik Masuk Holding PT Pos Indonesia

Holding logistik baru ditargetkan efisienkan distribusi dan tekan biaya nasional

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

9 BUMN Logistik Masuk Holding PT Pos Indonesia. (Foto Ilustrasi: suaramerdeka)

9 BUMN Logistik Masuk Holding PT Pos Indonesia. (Foto Ilustrasi: suaramerdeka)

Intiperistiwa.com – Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menjelaskan rencana besar konsolidasi BUMN logistik. Ia menyampaikan langkah ini membentuk ekosistem logistik terintegrasi nasional. Selain itu, ia menegaskan proses awal dimulai 1 Juli 2026.

Pemerintah akan menggabungkan tujuh perusahaan logistik BUMN ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Langkah ini menjadi tahap awal pembentukan holding logistik di bawah Pos Indonesia. Selanjutnya, konsolidasi ini akan memperkuat koordinasi layanan distribusi nasional.

Tujuh perusahaan tersebut meliputi MTI dan PT Prima Indonesia Logistik dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Selain itu, terdapat PT Pos Logistik Indonesia dari Pos Indonesia. Kemudian, PT Sarana Bandar Logistik milik PT PELNI juga ikut bergabung.

Berikutnya, PT KBN Prima Logistik milik Danareksa turut masuk dalam konsolidasi. Lalu, PT Varia Usaha Dharma Segara milik Semen Indonesia juga bergabung. Terakhir, PT Krakatau Jasa Logistik dari Krakatau Steel ikut memperkuat integrasi ini.

Baca Juga :  Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen

Struktur Kepemilikan dan Tahapan Lanjutan

Pada tahap awal, struktur kepemilikan mencatat Pelindo sebesar 73 persen. Sementara itu, Pos Indonesia memiliki 9 persen saham. Lima perusahaan lainnya memegang total 17 persen saham gabungan.

Daud menjelaskan bahwa konsolidasi akan berlanjut pada 2027. Pada tahap tersebut, seluruh kepemilikan akan berada di bawah Pos Indonesia. Dengan demikian, integrasi akan semakin terpusat dan terarah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan ekspansi tahap kedua. Dua perusahaan tambahan akan masuk berdasarkan surat Danantara Asset Management. Keduanya adalah PT Semen Indonesia Logistik dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

Dengan penambahan tersebut, jumlah entitas menjadi sembilan perusahaan logistik. Konsolidasi ini memperluas skala integrasi sektor logistik BUMN secara nasional.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan

Sinergi Jaringan dan Efisiensi Biaya

Daud menegaskan bahwa konsolidasi ini memperkuat sinergi jaringan distribusi. Perusahaan yang sebelumnya bekerja di wilayah terbatas kini bisa saling terhubung. Dengan demikian, layanan logistik menjadi lebih luas dan merata.

Jaringan distribusi juga akan meningkat signifikan setelah integrasi berjalan. Saat ini terdapat 78 titik layanan kumulatif. Namun, angka itu dapat naik menjadi 150 hingga 160 titik layanan.

Selain itu, penggabungan ini menekan biaya logistik nasional. Sebelumnya, setiap perusahaan mengambil margin keuntungan sendiri. Setelah konsolidasi, sistem hanya mencatat satu struktur margin.

Dengan perubahan tersebut, biaya logistik dapat turun secara keseluruhan. Daud juga menyebut proyeksi pendapatan mencapai Rp2,38 triliun. Dari angka itu, perusahaan gabungan berpotensi mencetak laba sekitar Rp100 miliar. (id/*)

Berita Terkait

7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini
Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion
Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba
Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara
Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK
Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan
Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?
Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:00 WIB

7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini

Minggu, 20 September 2026 - 10:00 WIB

Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion

Minggu, 20 September 2026 - 07:00 WIB

Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba

Rabu, 9 September 2026 - 13:00 WIB

Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK

Berita Terbaru

10 VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video dengan Aman. (Gambar: Ilustrasi AI)

Teknologi

10 VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video dengan Aman

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:00 WIB