Ingin Konsultasi Psikolog dan Psikiater Pakai BPJS? Ini Caranya

Peserta BPJS Kesehatan bisa mengakses layanan kesehatan mental tanpa biaya tambahan sesuai prosedur yang berlaku.

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ingin Konsultasi Psikolog dan Psikiater Pakai BPJS? Ini Caranya. (Foto Ilustrasi: sinarharapan)

Ingin Konsultasi Psikolog dan Psikiater Pakai BPJS? Ini Caranya. (Foto Ilustrasi: sinarharapan)

Intiperistiwa.com – Peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan konsultasi psikolog maupun psikiater melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan tersebut tersedia bagi peserta yang berstatus aktif dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, peserta tidak dapat langsung datang ke rumah sakit untuk memperoleh layanan tersebut.

Peserta harus mengikuti alur pelayanan sesuai prosedur BPJS Kesehatan. Selain itu, peserta wajib menjalani pemeriksaan awal di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selanjutnya, dokter akan menentukan kebutuhan rujukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Syarat Konsultasi Psikolog dan Psikiater dengan BPJS

Peserta perlu menyiapkan beberapa dokumen sebelum mengajukan layanan kesehatan mental. Persyaratan tersebut bertujuan memperlancar proses administrasi dan pemeriksaan. Selain itu, kelengkapan dokumen membantu fasilitas kesehatan memberikan pelayanan sesuai aturan.

Berdasarkan informasi dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, berikut syarat yang perlu dipenuhi:

  • Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  • Fotokopi kartu BPJS Kesehatan atau KIS.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Hasil diagnosis dokter apabila sudah tersedia.
  • Surat rujukan dari FKTP menuju fasilitas kesehatan lanjutan jika diperlukan.
Baca Juga :  Cari MPV Bekas di Bawah Rp100 Juta? Ini 4 Mobil Keluarga 7 Penumpang yang Masih Layak Dibeli

Cara Daftar Konsultasi Psikolog dan Psikiater Pakai BPJS

1. Datangi FKTP Terlebih Dahulu

Peserta harus memulai pemeriksaan di FKTP yang terdaftar pada BPJS Kesehatan. FKTP dapat berupa puskesmas, klinik, dokter praktik, atau rumah sakit tingkat pertama. Selanjutnya, peserta dapat menanyakan ketersediaan poli jiwa atau layanan psikologi.

Apabila FKTP belum menyediakan layanan tersebut, dokter akan mempertimbangkan pemberian surat rujukan. Setelah itu, peserta dapat melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kesehatan jiwa.

2. Lakukan Administrasi dan Pendaftaran

Setelah memperoleh surat rujukan, peserta dapat menyelesaikan proses administrasi. Peserta bisa mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN atau aplikasi rumah sakit apabila tersedia. Selain itu, peserta juga dapat melakukan pendaftaran langsung di fasilitas kesehatan tujuan.

Petugas kemudian akan menentukan jadwal konsultasi sesuai ketersediaan psikolog atau psikiater. Karena itu, peserta perlu mengikuti jadwal yang telah diberikan.

Baca Juga :  Harga PS6 Diprediksi Tembus Rp16 Juta

3. Jalani Konsultasi dan Pemeriksaan

Pada hari pemeriksaan, peserta akan bertemu dengan psikolog atau psikiater sesuai jadwal. Tenaga kesehatan akan melakukan wawancara, observasi, atau tes psikologis berdasarkan kebutuhan pasien. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan diagnosis dan rencana penanganan.

Apabila kondisi pasien memungkinkan rawat jalan, tenaga kesehatan akan menjadwalkan sesi konsultasi lanjutan. Dengan demikian, pasien dapat menjalani terapi secara bertahap hingga kondisinya membaik.

Obat Ditanggung Sesuai Indikasi Medis

Psikiater dapat meresepkan obat apabila kondisi pasien memerlukannya. BPJS Kesehatan akan menanggung obat sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pasien tidak dapat meminta obat di luar hasil evaluasi dokter.

Sementara itu, psikolog berfokus pada asesmen, konseling, dan terapi psikologis. Psikolog tidak memberikan resep obat dalam proses penanganan pasien. Beberapa obat gangguan kesehatan jiwa yang masuk dalam cakupan BPJS meliputi risperidone, valproate, clozapine, dan quetiapine sesuai hasil pemeriksaan serta keputusan dokter. (iD/*)

Berita Terkait

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla
Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak
Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya
Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya
5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan
Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Mau Tetap Sehat di Usia Lanjut? Mulai dengan 5 Kebiasaan Makan Ini
Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya
Berita ini 38 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:00 WIB

5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan

Berita Terbaru

Juventus vs Rennes Imbang 2-2, VAR Batalkan Gol Lucumi. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI/kompas)

Sport

Juventus vs Rennes Imbang 2-2, VAR Batalkan Gol Lucumi

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:00 WIB