Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung

Paparan asap karhutla mengandung partikel berbahaya yang dapat mengganggu pernapasan, mata, kulit, hingga kesehatan jantung.

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung. (Foto: doc.istimewa/harianbanyuasin.disway)

Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung. (Foto: doc.istimewa/harianbanyuasin.disway)

Intiperistiwa.com – Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat tentang peningkatan paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Bahaya asap karhutla berasal dari berbagai partikel serta senyawa kimia yang dapat mengganggu kesehatan. Kabut asap membawa PM 2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai dampaknya terhadap saluran pernapasan dan organ tubuh lainnya.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr Then Suyanti menjelaskan risiko paparan tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026. Menurutnya, sejumlah polutan dalam asap dapat memperberat ISPA, PPOK, asma, dan gangguan pernapasan. Selain itu, paparan kabut asap dapat menimbulkan iritasi pada mata serta kulit. Kelompok lanjut usia dan anak-anak juga menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar.

Bahaya Asap Karhutla Tak Hanya Serang Pernapasan

Kemenkes menyoroti dampak asap karhutla yang tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Paparan tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit sistemik pada kelompok lanjut usia. Sementara itu, anak-anak termasuk kelompok rentan karena asap dapat mengganggu tumbuh kembang mereka. Karena itu, dampak kabut asap membutuhkan perhatian lebih luas daripada sekadar gangguan napas. Oleh sebab itu, pencegahan karhutla juga penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.

American Heart Association juga mengaitkan partikel halus dalam asap kebakaran dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular. Mantan Presiden AHA Keith Churchwell menegaskan bahwa asap dapat menjangkau wilayah jauh dari lokasi kebakaran. Menurutnya, asap membawa partikel mikroskopis yang berkaitan dengan risiko gangguan kesehatan jantung. Selain itu, angin dapat membawa polutan tersebut jauh melampaui kawasan yang mengalami kebakaran langsung.

Baca Juga :  Ungu Rilis “Utara - Selatan”, Lagu tentang Cinta yang Harus Berpisah

Penelitian dalam Journal of the American Heart Association juga menyoroti risiko tersebut. Studi itu mencatat paparan asap pekat dapat meningkatkan risiko henti jantung di luar rumah sakit hingga 70 persen. Dampak tersebut muncul pada pria maupun wanita. Namun, kelompok usia 35 hingga 64 tahun termasuk yang mendapat sorotan dalam penelitian itu.

Gejala Gangguan Jantung yang Perlu Diwaspadai

AHA mengimbau masyarakat mengenali tanda gangguan jantung akut ketika terpapar asap karhutla. Gejala dapat muncul pada dada, pernapasan, maupun bagian tubuh lainnya. Selain itu, beberapa tanda dapat muncul bersamaan atau secara terpisah. Masyarakat perlu segera mencari bantuan medis darurat ketika mengalami gejala serius.

  • Rasa tidak nyaman di dada: tekanan, sensasi teremas, rasa penuh, atau nyeri yang berlangsung beberapa menit atau hilang-timbul.
  • Nyeri tubuh bagian atas: rasa nyeri dapat menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, hingga ulu hati.
  • Sesak napas: kesulitan bernapas dapat muncul bersama nyeri dada ataupun tanpa keluhan tersebut.
  • Tanda darurat lain: keringat dingin, mual, jantung berdebar, kelelahan ekstrem, pusing, atau kepala terasa ringan.

Bahaya asap karhutla dapat memengaruhi lebih dari satu bagian tubuh. Polutan halus dapat mengganggu saluran pernapasan sekaligus meningkatkan risiko masalah kardiovaskular. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala dan memperhatikan kondisi tubuh selama paparan kabut asap. Kemenkes juga mengingatkan bahwa anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. (iD/*)

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan 2026 Masih Tarif Lama meski Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Rinciannya

FAQ

Apa saja bahaya asap karhutla bagi kesehatan?

Bahaya asap karhutla mencakup gangguan pernapasan, iritasi mata, dan iritasi kulit. Paparan juga dapat memperberat ISPA, PPOK, serta asma. Selain itu, partikel halus dalam asap berkaitan dengan risiko gangguan kardiovaskular. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan.

Apa kandungan berbahaya dalam asap karhutla?

Asap karhutla mengandung berbagai polutan dan senyawa kimia berbahaya. Kemenkes menyebut PM 2,5, karbon monoksida, dan nitrogen dioksida. Selain itu, asap juga membawa senyawa organik beracun. Kandungan tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan dan kesehatan tubuh.

Apakah asap karhutla dapat memengaruhi jantung?

AHA mengaitkan partikel halus dalam asap kebakaran dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular. Penelitian juga mencatat peningkatan risiko henti jantung saat paparan asap pekat. Risiko tersebut dapat muncul pada pria maupun wanita. Karena itu, gejala gangguan jantung perlu mendapat perhatian serius.

Apa gejala jantung yang perlu mendapat perhatian saat terpapar asap?

Gejala dapat berupa tekanan, rasa penuh, atau nyeri pada bagian tengah dada. Nyeri juga dapat menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang. Selain itu, seseorang dapat mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, atau jantung berdebar. Jika gejala serius muncul, AHA menganjurkan pencarian bantuan medis darurat.

Berita Terkait

Dinkes Kerinci Gelar Updating Simatneo dan MPDN, Perkuat Data Ibu dan Bayi serta Pantau Capaian CKG
10 Ikan Tinggi Merkuri yang Perlu Diwaspadai, Kenali Jenis dan Kadarnya Sebelum Konsumsi
8 Cara Alami Meredakan Amandel Bengkak yang Bisa Dicoba di Rumah
4 Manfaat Ikan untuk Kesehatan
Ramai Dibicarakan, Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?
Ciri-ciri Ginjal Bermasalah yang Perlu Diwaspadai, dari Urine Berubah hingga Kaki Bengkak
Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya
Pasta Gigi SLS atau Non-SLS, Mana yang Lebih Baik untuk Gigi dan Mulut?
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Dinkes Kerinci Gelar Updating Simatneo dan MPDN, Perkuat Data Ibu dan Bayi serta Pantau Capaian CKG

Selasa, 29 September 2026 - 10:00 WIB

10 Ikan Tinggi Merkuri yang Perlu Diwaspadai, Kenali Jenis dan Kadarnya Sebelum Konsumsi

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WIB

8 Cara Alami Meredakan Amandel Bengkak yang Bisa Dicoba di Rumah

Kamis, 17 September 2026 - 22:00 WIB

4 Manfaat Ikan untuk Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 13:00 WIB

Ramai Dibicarakan, Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?

Berita Terbaru

Jangan Ketinggalan, Pre-Order iPhone Duo Buka Hari Ini! (Foto: Apple)

Teknologi

Jangan Ketinggalan, Pre-Order iPhone Duo Buka Hari Ini!

Rabu, 7 Okt 2026 - 16:00 WIB

Jangan Asal Simpan! 5 Buah Ini Rusak Jika Dibekukan. (Foto: Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI)

Tips & Trik

Jangan Asal Simpan! 5 Buah Ini Rusak Jika Dibekukan

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:00 WIB

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas. (Foto: goal)

Sport

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN. (Foto: Dok. Kemenaker)

Nasional

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:00 WIB