Peneliti Temukan Spesies Baru Hiu Berjalan di Papua Nugini, Begini Keunikannya yang Bikin Ilmuwan Takjub

Hiu berjalan baru ditemukan di Papua Nugini setelah peneliti memastikan perbedaannya melalui analisis DNA.

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Temukan Spesies Baru Hiu Berjalan di Papua Nugini, Begini Keunikannya yang Bikin Ilmuwan Takjub. (Foto: Live Science/detik)

Peneliti Temukan Spesies Baru Hiu Berjalan di Papua Nugini, Begini Keunikannya yang Bikin Ilmuwan Takjub. (Foto: Live Science/detik)

Intiperistiwa.com – Tim peneliti berhasil mengidentifikasi spesies baru hiu berjalan yang termasuk kelompok hiu karpet berukuran kecil. Berbeda dengan kebanyakan hiu, spesies ini menggunakan siripnya untuk bergerak di dasar terumbu karang dangkal. Karena keunikan tersebut, hiu berjalan menjadi salah satu kelompok hiu yang paling menarik perhatian ilmuwan.

Penyelam pertama kali menemukan hiu tersebut di perairan gelap sekitar terumbu karang tenggara Papua Nugini. Saat itu, tim sedang melakukan survei bawah laut untuk mencari spesies hiu berjalan lainnya. Namun, mereka justru menjumpai hiu berbintik cokelat yang memiliki pola tubuh berbeda dari spesies yang telah dikenal.

Diberi Nama Hemiscyllium dudgeonae

Tim peneliti kemudian memberi nama spesies baru itu Hemiscyllium dudgeonae. Selain itu, mereka juga menyebutnya sebagai Dudgeon’s walking shark. Nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Dudgeon yang selama lebih dari 20 tahun meneliti genus Hemiscyllium.

Hasil penelitian itu terbit pada 15 Juni di Journal of the Ocean Science Foundation. Dengan penemuan tersebut, jumlah spesies hiu berjalan yang telah diketahui kini bertambah menjadi 10. Masing-masing spesies memiliki pola tubuh yang berbeda sehingga memudahkan proses identifikasi.

Penemuan ini menarik perhatian para ilmuwan. Pasalnya, sebagian besar spesies hiu maupun pari baru biasanya ditemukan di laut dalam. Sebaliknya, spesies ini justru hidup di perairan dangkal sehingga membuka peluang adanya keanekaragaman hayati lain yang belum terungkap.

Baca Juga :  Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret

Analisis DNA Memastikan Status Spesies Baru

Pada awalnya, tim peneliti sedang mencari hiu berjalan Michael (Hemiscyllium michaeli). Namun, mereka menemukan hiu dengan corak tubuh yang berbeda. Karena itu, para peneliti memutuskan untuk melakukan pengamatan lebih lanjut.

Hiu berjalan Michael memiliki motif menyerupai tutul macan. Sementara itu, hiu berjalan Dudgeon menampilkan garis putih kecil dan bintik cokelat di seluruh tubuhnya. Meski demikian, peneliti belum dapat memastikan perbedaannya karena saat itu mereka hanya menemukan satu individu.

Tim kemudian memperluas survei ke sejumlah terumbu karang di sekitarnya. Dalam waktu dua hari, mereka menemukan 11 hiu berjalan lainnya di tiga lokasi berbeda. Selain itu, seluruh hiu tersebut menunjukkan pola tubuh yang sama, baik jantan, betina, maupun individu muda.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa mereka menemukan spesies baru. Selanjutnya, peneliti membawa sampel genetik ke laboratorium di Australia. Melalui analisis DNA, mereka membandingkan sampel tersebut dengan sembilan spesies hiu berjalan lainnya.

Hasil pengujian akhirnya memastikan populasi tersebut memang merupakan spesies baru. Dengan demikian, para ilmuwan secara resmi mengakui Hemiscyllium dudgeonae sebagai anggota baru kelompok hiu berjalan.

Kemampuan Berjalan Membantu Bertahan Hidup

Hiu berjalan memiliki cara hidup yang berbeda dari hiu laut lepas berukuran besar. Sebaliknya, spesies ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di sekitar terumbu karang dangkal. Karena itu, mereka mengandalkan sirip dada dan sirip panggul untuk bergerak di dasar laut.

Baca Juga :  Tidak Semua Operasi Ditanggung BPJS Kesehatan, Berikut Daftarnya

Kemampuan tersebut sangat berguna ketika air laut surut. Pada kondisi itu, sebagian terumbu karang terpisah dari laut yang lebih dalam. Akibatnya, hiu berjalan tetap dapat berpindah tempat dan mencari mangsa meski ruang geraknya terbatas.

Selain membantu pergerakan, cara berjalan itu juga mendukung kelangsungan hidup hiu. Dengan demikian, mereka tetap aktif meski kadar oksigen di perairan menurun. Selanjutnya, hiu tetap dapat berburu di area terumbu karang tanpa harus kembali ke laut yang lebih dalam.

Berpotensi Rentan terhadap Perubahan Lingkungan

Para ilmuwan meyakini kemampuan berjalan tersebut berkembang sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan terumbu karang tropis. Selain mengalami pasang surut, kawasan tersebut juga memiliki kadar oksigen yang berubah cukup drastis. Karena itu, hiu berjalan membutuhkan kemampuan khusus agar tetap bertahan hidup.

Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa hiu berjalan mampu bertahan selama berjam-jam di lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Meski begitu, para peneliti masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme adaptasi tersebut.

Hingga kini, ilmuwan baru menemukan spesies Hemiscyllium dudgeonae di tiga lokasi di Papua Nugini. Apabila penelitian berikutnya membuktikan wilayah sebarannya sangat terbatas, spesies ini berisiko menghadapi ancaman degradasi habitat, perubahan iklim, serta penangkapan ikan yang berlebihan. (iD/*)

Berita Terkait

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya
Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?
Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU
Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya
DPR Soroti Data Desil DTSEN, Ketidakakuratan Bisa Hambat KIP Kuliah
Verrel Bramasta Masuk Komisi I DPR, Gantikan Slamet Ariyadi
Aturan Pembelian LPG 3 Kg Akan Berubah, Pemerintah Pakai Data DTSEN
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:00 WIB

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB