PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Cek Jadwal, Nominal Bantuan, dan Status Penerima

PKH tahap ketiga mulai bergulir. Simak jadwal, nominal bantuan, syarat penerima, dan cara mengecek statusnya.

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Cek Jadwal, Nominal Bantuan, dan Status Penerima. (Foto: AI)

PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Cek Jadwal, Nominal Bantuan, dan Status Penerima. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu bantuan sosial yang menopang jutaan keluarga di Indonesia. Memasuki Juli 2026, pemerintah memulai penyaluran PKH tahap ketiga. Program dari Kementerian Sosial itu membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, program ini mendukung kesehatan ibu hamil, pendidikan anak, serta kesejahteraan kelompok rentan.

Karena itu, masyarakat perlu memahami jadwal pencairan, syarat penerima, besaran bantuan, hingga mekanisme penyalurannya. Informasi tersebut membantu keluarga penerima memanfaatkan haknya sesuai ketentuan. Selanjutnya, masyarakat juga dapat mengetahui proses pengecekan status penerima secara mandiri. Dengan begitu, proses penyaluran berlangsung lebih tertib dan transparan.

Jadwal Pencairan PKH Juli 2026

Kementerian Sosial membagi penyaluran PKH menjadi empat tahap setiap tahun. Kini, pemerintah memasuki pencairan tahap ketiga yang berlangsung pada Juli hingga September 2026. Oleh sebab itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat mulai memantau status bantuannya. Masyarakat juga perlu mengikuti mekanisme resmi yang berlaku.

Jadwal pencairan PKH 2026 meliputi:

  • Tahap I: Januari–Maret 2026.
  • Tahap II: April–Juni 2026.
  • Tahap III: Juli–September 2026.
  • Tahap IV: Oktober–Desember 2026.

Apa Itu Bansos PKH?

PKH merupakan bantuan sosial bersyarat bagi keluarga sangat miskin atau rentan miskin. Program ini mendorong peningkatan kualitas hidup melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Selain memberikan bantuan tunai, pemerintah juga mengajak keluarga penerima memperkuat kepedulian terhadap pendidikan anak. Di samping itu, program ini mendukung kesehatan ibu, balita, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

Siapa yang Berhak Menerima PKH?

Pemerintah menetapkan PKH untuk Keluarga Penerima Manfaat yang memenuhi syarat. Setiap keluarga harus memiliki sedikitnya satu komponen sasaran program. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial. Berikut kelompok penerima PKH.

  • Ibu hamil atau menyusui.
  • Anak usia 0–6 tahun.
  • Anak SD atau sederajat.
  • Anak SMP atau sederajat.
  • Anak SMA atau sederajat.
  • Lansia berusia 70 tahun ke atas.
  • Penyandang disabilitas berat.
  • Korban pelanggaran HAM berat.
Baca Juga :  Pensiun ASN Makin Terjamin, Peluang Raih THT Rp1 Miliar Semakin Terbuka, Begini Penjelasan BKN

Besaran Bantuan PKH 2026

Pemerintah menetapkan nominal bantuan PKH berdasarkan kategori penerima. Karena itu, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat memperoleh jumlah bantuan yang berbeda. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan secara bulanan, dua bulanan, atau setiap tiga bulan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, total bantuan tahunan tetap mengacu pada kategori masing-masing penerima.

Kategori Penerima Penyaluran 3 Bulan Penyaluran 2 Bulan Penyaluran 1 Bulan Total per Tahun
Ibu hamil atau nifas Rp750.000 Rp500.000 Rp250.000 Rp3.000.000
Anak usia dini 0–6 tahun Rp750.000 Rp500.000 Rp250.000 Rp3.000.000
Anak SD/sederajat Rp225.000 Rp150.000 Rp75.000 Rp900.000
Anak SMP/sederajat Rp375.000 Rp250.000 Rp125.000 Rp1.500.000
Anak SMA/sederajat Rp500.000 Rp333.333 Rp166.666 Rp2.000.000
Lansia usia 70 tahun ke atas Rp600.000 Rp400.000 Rp200.000 Rp2.400.000
Penyandang disabilitas berat Rp600.000 Rp400.000 Rp200.000 Rp2.400.000
Korban pelanggaran HAM berat Rp2.700.000 Rp1.800.000 Rp900.000 Rp10.800.000

Nominal tersebut menjadi acuan penyaluran PKH selama 2026. Selanjutnya, pemerintah menyesuaikan pencairan dengan jadwal setiap tahap. Oleh karena itu, KPM perlu memantau informasi resmi agar tidak melewatkan jadwal pencairan bantuan.

Syarat Penerima PKH 2026

Kementerian Sosial menetapkan sejumlah syarat agar bantuan tepat sasaran. Karena itu, calon penerima wajib memenuhi seluruh ketentuan administrasi. Pemerintah juga mencocokkan data melalui sistem resmi. Dengan demikian, proses verifikasi berlangsung lebih akurat.

Syarat penerima PKH meliputi:

  • Warga Negara Indonesia yang memiliki e-KTP dan NIK aktif.
  • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
  • Masuk kategori keluarga miskin atau rentan miskin.
  • Tidak menerima bantuan sosial sejenis sesuai ketentuan.
  • Memiliki nomor ponsel aktif untuk proses verifikasi.
Baca Juga :  Arab Saudi Mulai Matangkan Persiapan Haji 2027, Lebih dari 75 Negara Diajak Koordinasi

Cara Cek Status PKH 2026

Masyarakat dapat mengecek status penerima menggunakan NIK KTP. Kini, Kementerian Sosial menyediakan layanan melalui situs resmi dan aplikasi. Oleh sebab itu, proses pengecekan menjadi lebih mudah. Selanjutnya, masyarakat hanya perlu menyiapkan data identitas sesuai KTP.

Melalui Situs Resmi

Ikuti langkah berikut.

  • Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
  • Pilih provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan.
  • Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
  • Ketik kode captcha.
  • Klik menu Cari Data.
  • Sistem akan menampilkan status penerima bantuan.

Melalui Aplikasi Cek Bansos

Pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos. Selain praktis, aplikasi ini membantu masyarakat memantau status bantuan kapan saja. Namun, pengguna harus memiliki akun yang sudah terverifikasi. Berikut langkahnya.

  • Buka aplikasi Cek Bansos.
  • Login menggunakan akun terverifikasi.
  • Pilih menu Cek Bansos.
  • Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
  • Klik Cari Data.
  • Lihat hasil status penerima bantuan.

Cara Daftar PKH Lewat Aplikasi

Masyarakat yang belum terdaftar dapat mengajukan usulan melalui aplikasi Cek Bansos. Karena itu, calon penerima perlu menyiapkan dokumen pendukung sejak awal. Selanjutnya, sistem akan meneruskan pengajuan kepada dinas sosial setempat. Proses verifikasi menentukan kelayakan calon penerima.

Langkah pendaftaran meliputi:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos dari Google Play Store atau App Store.
  • Buka aplikasi lalu pilih Buat Akun Baru.
  • Isi data diri sesuai KTP.
  • Unggah foto KTP dan swafoto sambil memegang KTP.
  • Tunggu proses verifikasi akun.
  • Login menggunakan akun yang sudah aktif.
  • Pilih menu Usul.
  • Masukkan data anggota keluarga sesuai KK.
  • Pilih jenis bantuan yang diusulkan.
  • Lengkapi data pekerjaan, pendapatan, dan informasi pendukung.
  • Unggah foto rumah jika sistem memintanya.
  • Klik Simpan atau Kirim.
  • Pantau hasil pengajuan melalui menu Tanggapan secara berkala. (iD/*)

Berita Terkait

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya
Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?
Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU
Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya
DPR Soroti Data Desil DTSEN, Ketidakakuratan Bisa Hambat KIP Kuliah
Verrel Bramasta Masuk Komisi I DPR, Gantikan Slamet Ariyadi
Aturan Pembelian LPG 3 Kg Akan Berubah, Pemerintah Pakai Data DTSEN
Berita ini 54 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:00 WIB

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB