Pelajar Bawa Bom Rakitan ke MAN 3 Padang, Polisi Ungkap Dugaan Bullying Jadi Pemicu

Polisi memastikan pelajar tidak terafiliasi jaringan terorisme dan memprioritaskan rehabilitasi psikologis.

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Polda Sumatera Barat memeriksa bahan peledak yang digunakan siswa di MAN 3 Padang, 14 Juli 2026. (Foto: DOK. POLDA SUMBAR/bbc)

Tim Polda Sumatera Barat memeriksa bahan peledak yang digunakan siswa di MAN 3 Padang, 14 Juli 2026. (Foto: DOK. POLDA SUMBAR/bbc)

Intiperistiwa.com – Seorang pelajar berinisial R, 17 tahun, membawa bom rakitan ke MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 14 Juli, di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Ledakan berlangsung di area samping ruang kelas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan petugas keamanan sekolah pertama kali menemukan benda mencurigakan itu. Setelah itu, pihak sekolah segera melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Selanjutnya, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Tim kemudian mengamankan sejumlah barang bukti.

Petugas menyita kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa barang lainnya. Polisi lalu menelusuri asal seluruh barang tersebut. Hasil penyelidikan awal mengarah kepada R sebagai pemilik barang-barang itu. Karena itu, polisi langsung memberikan penanganan awal terhadap pelajar tersebut.

Polisi Ungkap Dugaan Motif

Penyelidikan sementara mengungkap dugaan motif di balik tindakan R. Polisi menyebut pelajar itu mengaku sering mengalami perundungan di lingkungan sekolah. Akibat tekanan psikologis tersebut, R akhirnya melakukan tindakan berbahaya itu. Polisi masih mendalami seluruh pengakuannya.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya, membenarkan dugaan tersebut. Menurutnya, R merasa sering menerima ejekan dari teman-temannya. Kondisi itu memicu tekanan psikologis yang cukup berat. Karena alasan itu, polisi memberi perhatian khusus terhadap kondisi mental R.

Baca Juga :  Hasil Maroko vs Haiti Piala Dunia 2026: Maroko Bungkam Haiti 4-2 dan Lolos ke 32 Besar

Saat ini, polisi membawa R ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, aparat lebih mengutamakan proses pemulihan psikologis daripada langkah hukum. Polisi menilai tindakan itu tidak berkaitan dengan kelompok tertentu. Oleh sebab itu, pendampingan psikologis menjadi prioritas utama.

Tidak Terhubung Jaringan Terorisme

Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan terorisme dalam kasus tersebut. Namun, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan R tidak memiliki hubungan dengan jaringan terorisme mana pun. Temuan itu sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar. Polisi memastikan penyelidikan tetap berlangsung secara menyeluruh.

Selain pemeriksaan, polisi menjalankan rehabilitasi psikologis terhadap R. Aparat juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah untuk mempercepat proses pemulihan. Langkah tersebut bertujuan mencegah dampak psikologis yang lebih berat. Karena itu, rehabilitasi menjadi fokus utama penanganan.

Susmelawati menegaskan pemeriksaan terhadap R masih berjalan. Meski demikian, polisi belum menetapkan status hukum pelajar tersebut. Pendampingan psikologis tetap menjadi prioritas selama proses berlangsung. Selain itu, aparat juga memberi perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Dugaan Bullying Masih Didalami

Berdasarkan pengakuan awal, R menyebut satu orang melakukan perundungan terhadap dirinya. Polisi kini mendalami keterangan tersebut. Penyidik juga akan memeriksa berbagai pihak yang berkaitan dengan kasus ini. Dengan demikian, seluruh fakta dapat terungkap secara utuh.

Baca Juga :  OSN AI 2026 Resmi Dibuka, Kesempatan Siswa SMA Wakili Indonesia di Olimpiade AI Dunia

R juga mengaku pernah mengalami perundungan sejak masih kecil. Selanjutnya, ia kembali menerima perlakuan serupa saat duduk di kelas II Madrasah Aliyah. Namun, polisi masih menelusuri bentuk perundungan yang sebenarnya terjadi. Pemeriksaan terhadap saksi akan memperjelas seluruh keterangan tersebut.

Belasan Saksi Sudah Diperiksa

Hingga kini, polisi telah memeriksa 12 orang saksi. Para saksi terdiri dari guru, petugas keamanan sekolah, dan sejumlah pihak lainnya. Pemeriksaan itu bertujuan memperkuat rangkaian penyelidikan. Polisi juga terus mengumpulkan informasi tambahan.

Pada hari pertama, penyidik memeriksa lebih dari tujuh orang. Setelah itu, jumlah saksi terus bertambah hingga mencapai 12 orang. Meski penyelidikan berlanjut, polisi tetap mengedepankan rehabilitasi terhadap R. Langkah tersebut menjadi hasil koordinasi seluruh pihak yang menangani kasus ini.

Selain menangani R, kepolisian juga memberikan trauma healing kepada siswa lainnya. Program itu berlangsung melalui jajaran Polsek setempat. Dengan demikian, sekolah dapat kembali menjalankan aktivitas belajar secara kondusif. Polisi berharap seluruh proses pemulihan berjalan dengan baik. (iD/*)

Berita Terkait

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027
Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya
10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun
Desil KIP Kuliah Berubah, Apakah Bantuan Otomatis Berhenti? Ini Penjelasan Kemdiktisaintek
Habi Sabda Ihsan, Mahasiswa IAIN Kerinci Raih Conditional Offer dari Dua Kampus Luar Negeri untuk Magister TESOL
MTsN 6 Kerinci Borong 10 Prestasi di Ajang KOMPAS Madrasah Zona 2
Berita ini 35 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB