Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah

Republik Naoero menggantikan nama Nauru untuk menghidupkan kembali identitas tradisional dan bahasa masyarakat setempat.

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah. (Foto: AFP/TORSTEN BLACKWOOD/kompas)

Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah. (Foto: AFP/TORSTEN BLACKWOOD/kompas)

Intiperistiwa.com – Negara kepulauan di kawasan Pasifik, Nauru, kini resmi menggunakan nama Republik Naoero. Pemerintah memilih nama tersebut mengikuti ejaan serta pengucapan dalam bahasa Nauru. Perubahan nama ini sekaligus menghidupkan kembali sebutan tradisional yang telah lama digunakan masyarakat.

Naoero berada di kawasan Mikronesia, bagian tenggara Samudra Pasifik. Sementara itu, jarak terdekatnya dengan Indonesia mencapai sekitar 2.700 kilometer dari Papua. Jarak tersebut kurang lebih menyerupai bentang wilayah antara Aceh dan Bali.

Pemerintah Naoero mengubah nama resmi melalui proses amandemen konstitusi pada 2026. Parlemen menyetujui perubahan tersebut secara bulat setelah proses pembahasan. Selanjutnya, pemerintah memilih tidak menggelar referendum karena nama Naoero sudah lama digunakan masyarakat.

Kode Internasional Ikut Berubah

Sebelumnya, masyarakat internasional mengucapkan Nauru sebagai “Now-roo”. Kini, masyarakat menggunakan pengucapan “Now-ero” untuk nama Naoero. Perubahan tersebut turut membawa penyesuaian pada kode internasional negara.

Kode internasional sebelumnya menggunakan NRU, sedangkan pemerintah kini memakai NRO. Selain itu, pemerintah menyebut penduduknya sebagai “dei-Naoero”, bukan lagi Nauruan. Associated Press melaporkan perubahan nama, kode, dan sebutan penduduk tersebut.

Baca Juga :  Pensiun ASN Makin Terjamin, Peluang Raih THT Rp1 Miliar Semakin Terbuka, Begini Penjelasan BKN

Republik Naoero kini memiliki sekitar 12.000 penduduk. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai negara dengan populasi terkecil ketiga di dunia. Hanya Tuvalu dan Vatikan yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.

Mengapa Negara Ini Mengganti Nama?

Pemerintah memilih nama Naoero untuk mengembalikan sebutan tradisional masyarakat. Sebelumnya, nama Nauru muncul karena orang asing kesulitan mengucapkan nama asli tersebut. Pemerintah menilai penggunaan Naoero kini lebih sesuai dengan bahasa dan identitas nasional.

Presiden David Adeang menjelaskan alasan tersebut dalam pidatonya kepada parlemen. “Perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk lebih menghormati warisan bangsa kita, bahasa kita, dan identitas kita,” katanya. Pemerintah kemudian mengaitkan perubahan itu dengan upaya menjaga warisan nasional.

Selain itu, pemerintah menyebut Naoero sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. Nama tersebut tercantum dalam lambang negara dan masyarakat juga menggunakannya sehari-hari. Karena itu, pemerintah menilai Naoero bukan nama baru bagi rakyat setempat.

“Penamaan tersebut sudah menjadi identitas rakyat, tercantum dalam lambang negara, dan digunakan dalam masyarakat; dan yang terpenting, diizinkan oleh konstitusi,” demikian pernyataan pemerintah. Pemerintah juga menganggap perubahan tersebut sebagai awal kebanggaan nasional yang baru. Langkah itu sekaligus memperkuat penggunaan nama tradisional dalam hubungan internasional.

Baca Juga :  Apple Siapkan Kejutan Besar, Bocoran iPhone 20 dan iPhone Ultra Lipat Mulai Terungkap

Negara Lain Juga Pernah Mengganti Nama

Pergantian nama negara juga pernah terjadi di sejumlah wilayah dunia. Eswatini, misalnya, mengganti nama Swaziland pada 2018. Pemerintah negara Afrika tersebut memilih nama baru untuk memperkuat identitas nasional.

Kemudian, Turki mengubah penyebutan internasionalnya menjadi Türkiye pada 2022. Masyarakat Turki sebenarnya sudah menggunakan nama Türkiye dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan itu lalu memperkuat penggunaan nama tersebut dalam konteks internasional.

Kini, sejumlah lembaga dan negara mulai menggunakan nama Naoero dalam komunikasi resmi. Australia, misalnya, sudah memakai Naoero melalui situs resmi pemerintahnya. Selanjutnya, berbagai pihak internasional juga mulai mengikuti perubahan penyebutan tersebut.

Perubahan nama itu bukan sekadar mengganti sebutan sebuah negara. Pemerintah Naoero ingin menjaga bahasa, warisan, dan identitas masyarakat untuk generasi berikutnya. Dengan begitu, nama Naoero kini membawa makna budaya sekaligus identitas nasional. (iD/*)

Berita Terkait

Di Tempat Ini, Hujan Turun Puluhan Tahun Sekali, Tapi yang Turun Malah Bukan Air
Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia
10 Wilayah dengan Suhu Terpanas di Dunia, Rekornya Mencapai 56,7°C
Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Dunia, Berdiri di Atas Sayap Pesawat Saat Terbang
Remaja Ini Pecahkan Rekor 300 Tahun, Kini Jadi Profesor Termuda Dunia
Daftar 10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?
5 Negara yang Berencana Pindahkan Ibu Kota, Indonesia Salah Satunya
2 Negara dengan Program Makan Bergizi Gratis Terbaik di Dunia, Sudah Berjalan Puluhan Tahun
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Di Tempat Ini, Hujan Turun Puluhan Tahun Sekali, Tapi yang Turun Malah Bukan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:00 WIB

10 Wilayah dengan Suhu Terpanas di Dunia, Rekornya Mencapai 56,7°C

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Dunia, Berdiri di Atas Sayap Pesawat Saat Terbang

Berita Terbaru