Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Topan Bavi membawa angin kencang dan hujan lebat yang memicu kesiapsiagaan di Jepang, Taiwan, dan China.

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan. (Foto: Silver Lining Tours/detik)

Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan. (Foto: Silver Lining Tours/detik)

Intiperistiwa.comTopan Bavi terus bergerak menuju Jepang sebelum melintasi wilayah pesisir China. Karena itu, warga di sejumlah daerah mulai memperkuat kesiapsiagaan. Otoritas mengingatkan masyarakat terhadap ancaman cuaca ekstrem. Selain itu, pemerintah terus memantau pergerakan badai selama beberapa hari ke depan.

Topan berukuran besar itu mendekati gugusan Kepulauan Sakishima pada Jumat, 10 Juli 2026. Wilayah tersebut berada di barat daya Jepang, dekat Taiwan. Saat itu, kecepatan angin maksimum mencapai 162 kilometer per jam. Oleh sebab itu, banyak warga segera mengamankan rumah dan tempat usaha mereka.

Otoritas Jepang juga memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, banjir, serta tanah longsor. Bahkan, sejumlah ahli memperkirakan Topan Bavi menjadi badai paling kuat dalam beberapa tahun terakhir. Karena kondisi tersebut, maskapai membatalkan puluhan penerbangan. Pembatalan itu mencakup jadwal penerbangan hingga Sabtu, 11 Juli 2026.

Baca Juga :  Thailand memastikan tiket semifinal Piala AFF U-19 2026 usai menaklukkan Malaysia 3-2

Warga Okinawa Perkuat Persiapan

Japan Times melaporkan warga Ishigaki, Prefektur Okinawa, mulai membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Akibatnya, rak mi instan di sejumlah supermarket cepat kosong. Selain itu, pengelola menutup beberapa pantai umum, taman pesisir, dan terminal feri. Mereka mengutamakan keselamatan warga menjelang kedatangan Topan Bavi.

Hiroshi Nomura ikut memperkuat perlindungan tokonya dengan memasang jaring penahan angin. Ia mengelola usaha penyewaan sepeda di kawasan tersebut. “Saya dengar topan ini akan cukup besar,” katanya. Selanjutnya, ia mengaku masih mencemaskan kesiapan menghadapi badai yang terus mendekat.

Taiwan Tingkatkan Antisipasi

Sementara itu, Taiwan juga meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak tidak langsung Topan Bavi. Pemerintah menutup pasar keuangan pada Jumat. Selain itu, sebagian besar wilayah utara dan timur menghentikan aktivitas kerja. Pemerintah Taipei juga membuka pos pembagian karung pasir untuk membantu warga.

Baca Juga :  Arsenal Tertarik Mendatangkan Bintang Club Brugge Christos Tzolis Yang Dibanderol 40 juta euro

Prakiraan cuaca menunjukkan Topan Bavi tidak melintasi daratan Taiwan. Namun, badai itu tetap membawa curah hujan sangat tinggi mulai Jumat malam. Setelah itu, topan diperkirakan bergerak menuju pesisir China. Meski demikian, kekuatan badai diperkirakan berangsur melemah selama perjalanan.

Maskapai penerbangan Taiwan juga mengambil langkah pencegahan. Karena itu, seluruh penerbangan dari Bandara Internasional Taoyuan pada Sabtu dibatalkan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Sementara itu, otoritas terus meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca terbaru. (iD/*)

Berita Terkait

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi
China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan
Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul
Terbongkar! Eks Wamen Sembunyikan Uang Korupsi dalam Galon Air, Nilainya Capai Ratusan Miliar Rupiah
Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya
China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik
Afrika Bangun Tembok Hijau Sepanjang 8.000 Km, Proyek Raksasa Ini Bukan Terbuat dari Batu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 23:00 WIB

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Senin, 13 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:00 WIB

Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru