Intiperistiwa.com – Guru kini dapat melaporkan berbagai persoalan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) menyediakan kanal komunikasi khusus untuk menerima laporan tersebut. Melalui saluran ini, guru dapat menyampaikan keluhan, masukan, temuan, atau pengaduan terkait pelaksanaan MBG.
BGN menyediakan saluran khusus melalui alamat email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. Karena itu, guru dapat menggunakan kanal tersebut ketika menemukan persoalan dalam pelaksanaan program. Langkah ini juga membuka ruang bagi guru untuk ikut mendampingi pelaksanaan MBG di sekolah. Selain itu, laporan guru dapat menjadi bahan perhatian BGN dalam mengevaluasi program.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa pihaknya siap menerima berbagai informasi dari guru. Menurutnya, informasi tersebut dapat berupa keluhan, komplain, temuan, maupun persoalan lainnya. “Kalau Bapak-Ibu Guru kemudian merasa ada yang perlu disampaikan kepada kami sebagai Badan Gizi Nasional, apakah itu keluhan, apakah itu komplain, apakah itu temuan, apa pun itu yang terkait Program Makan Bergizi Gratis, kami menyiapkan saluran khusus email kepada Badan Gizi Nasional,” kata Sudaryono, dikutip dari laman resmi BGN.
Guru Berperan dalam Pengawasan Pelaksanaan MBG
Melalui kanal tersebut, BGN ingin membangun pelaksanaan program yang terbuka terhadap respons masyarakat. Sudaryono mengatakan, BGN akan memperhatikan setiap masukan yang guru sampaikan. Selanjutnya, BGN akan menindaklanjuti masukan tersebut secara bertahap sebagai bahan evaluasi. Dengan demikian, guru dapat ikut menyampaikan kondisi yang mereka temukan di lingkungan sekolah.
“Kami siap menerima masukan, menerima kritikan, menerima aduan atau apa pun itu yang terkait dengan Makan Bergizi Gratis. Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kami, meningkatkan kualitas kami, dan meningkatkan keterbukaan partisipasi masyarakat dalam Program Makan Bergizi Gratis ini,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, guru juga memiliki peran dalam mendukung keamanan pangan pada program MBG. Mereka dapat menghubungkan kondisi yang muncul di lapangan dengan upaya perbaikan pemerintah. Karena itu, keterlibatan guru menjadi bagian penting dalam pengawasan makanan sebelum siswa menyantapnya. Guru juga dapat membantu memastikan makanan yang datang tetap memenuhi kondisi yang layak.
BGN Ingatkan Makanan Tidak Layak Jangan Dikonsumsi
Sudaryono menegaskan bahwa siswa tidak boleh mengonsumsi makanan MBG yang tidak layak. Guru perlu memperhatikan kondisi makanan yang tiba di sekolah sebelum makanan tersebut dibagikan. Jika makanan menunjukkan kondisi yang tidak layak, guru harus memastikan siswa tidak mengonsumsinya. Selanjutnya, pihak sekolah perlu mengembalikan makanan tersebut kepada dapur SPPG.
“Bagaimana kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan kepada dapur SPPG. Kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Selain itu, Sudaryono mendorong guru melakukan pemeriksaan organoleptik terhadap makanan. Pemeriksaan tersebut mencakup perhatian terhadap kondisi makanan sebelum siswa menyantapnya. “Karena itu, guru didorong berperan dalam pemeriksaan organoleptik dengan memperhatikan kondisi makanan sebelum disantap bersama peserta didik,” lanjutnya.
BGN akan memeriksa dapur SPPG ketika menemukan makanan yang tidak layak. Setelah itu, BGN juga akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap temuan tersebut. Menurut BGN, keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam membantu pengawasan makanan di sekolah.
BGN dan Kemendikdasmen Libatkan Ratusan Ribu Guru
Untuk memperkuat keterlibatan guru, BGN bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kedua pihak memulai Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada tahap awal, kegiatan menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, guru mendapat ruang untuk terlibat dalam upaya mendukung keamanan pangan MBG. Selain itu, BGN membuka saluran khusus untuk menampung berbagai laporan dari guru. Karena itu, guru dapat menyampaikan keluhan atau temuan melalui kanal yang telah disediakan. Langkah tersebut menjadi bagian dari keterlibatan guru dalam mendukung pelaksanaan MBG di sekolah.
Guru juga dapat memperhatikan kondisi makanan sebelum siswa menyantapnya. Jika menemukan makanan yang tidak layak, guru perlu memastikan siswa tidak mengonsumsinya. Selanjutnya, pihak terkait dapat menindaklanjuti temuan tersebut melalui pemeriksaan. Informasi dan pengaduan terkait MBG dapat disampaikan melalui saluran yang disediakan BGN hingga proses evaluasi berjalan. (iD/*)











Komentar