Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya

Pemerintah memperluas pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit untuk mendukung pemerataan layanan hingga daerah 3T.

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya. (Foto: Ilustrasi AI)

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya. (Foto: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com — Pemerintah membuka 25 prodi baru Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based. Kebijakan tersebut sekaligus memberi afirmasi bagi dokter dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain itu, pemerintah ingin mengurangi kekurangan sekitar 65 ribu dokter spesialis di Indonesia. Karena itu, program tersebut juga menyasar pemerataan akses layanan kesehatan hingga pelosok daerah.

Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurrahman menjelaskan pemerintah menjalankan program melalui Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama. Rumah sakit tersebut menjadi pusat pelaksanaan PPDS berbasis rumah sakit atau RSPPU. Sementara itu, pemerintah tetap melibatkan perguruan tinggi dan kolegium dalam proses pendidikan. Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga standar kompetensi dokter spesialis.

“Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” kata Dudung dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (2/9/2026). Pemerintah mencatat Indonesia masih kekurangan sekitar 65 ribu dokter spesialis. Karena itu, pemerintah memperluas kapasitas pendidikan melalui rumah sakit. Kebijakan tersebut juga bertujuan memperluas layanan spesialis ke berbagai daerah.

25 Prodi Baru Terdiri dari Spesialis Dasar dan KJSU

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan komposisi 25 prodi baru tersebut. Pemerintah membuka 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun KJSU. KJSU mencakup Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi. Selain itu, sejumlah program masuk kelompok spesialis unggulan.

Rumah sakit pendidikan akan menyelenggarakan program bersama mitra perguruan tinggi. Selain itu, kolegium ikut berkolaborasi untuk memastikan standar kompetensi tetap terjaga. Pemerintah juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi dalam skema kemitraan tersebut. Dengan demikian, rumah sakit tidak menjalankan proses pendidikan sendiri.

Baca Juga :  Hasil China Open 2026: Rachel/Febi Balas Dendam atas Unggulan Kedua, Kini Bidik Perempat Final

“Pada tahap kedua tahun 2026, sebanyak 30 program studi spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi spesialis KJSU”, tegas Budi. Pemerintah akan melanjutkan pengembangan program hingga tahap kedua. Selain itu, pemerintah menargetkan penambahan puluhan prodi spesialis pada Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan jumlah dokter spesialis.

Sejumlah perguruan tinggi menjadi mitra dalam pelaksanaan program tersebut. Kampus tersebut meliputi Unair, Unpad, UNS, Unhas, USU, Unud, UB, dan UI. Selain itu, kemitraan menghubungkan rumah sakit pendidikan dengan sistem pendidikan tinggi. Skema tersebut juga mendukung penyelenggaraan program studi sesuai standar pendidikan.

Daftar 11 Prodi Spesialis Dasar

Pemerintah membuka 11 prodi spesialis dasar di sejumlah rumah sakit pendidikan. Bidangnya mencakup anestesiologi, obstetri, radiologi, penyakit dalam, kesehatan anak, dan bedah. Selain itu, beberapa bidang tersedia pada lebih dari satu rumah sakit. Berikut daftar 11 prodi spesialis dasar tersebut:

  1. Anestesiologi dan Terapi Intensif — RSUP Fatmawati.
  2. Anestesiologi dan Terapi Intensif — RS Ortopedi Prof. dr. Soeharso Surakarta.
  3. Anestesiologi dan Terapi Intensif — RSU Hermina Depok.
  4. Obstetri dan Ginekologi — RSAB Harapan Kita.
  5. Obstetri dan Ginekologi — RSIA Bunda Jakarta.
  6. Radiologi — RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado.
  7. Radiologi — RSUP Persahabatan.
  8. Radiologi — RSUP Dr. M. Djamil.
  9. Ilmu Penyakit Dalam — RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
  10. Ilmu Kesehatan Anak — RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
  11. Ilmu Bedah — RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Daftar tersebut menunjukkan pemerintah menyebarkan program pada beberapa rumah sakit pendidikan. Selain itu, satu rumah sakit dapat menyelenggarakan lebih dari satu bidang spesialis. Rumah sakit kemudian bermitra dengan perguruan tinggi dalam proses pendidikan. Dengan demikian, pemerintah memperluas kapasitas pendidikan spesialis melalui berbagai institusi.

Baca Juga :  20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Juli 2026, Cek Kampusmu Sekarang

Daftar 14 Prodi Rumpun KJSU dan Spesialis Unggulan

Selain spesialis dasar, pemerintah membuka 14 prodi rumpun KJSU dan spesialis unggulan. Program tersebut mencakup bedah saraf, urologi, jantung, mata, serta ortopedi. Sementara itu, setiap program memiliki rumah sakit penyelenggara masing-masing. Berikut daftar 14 prodi tersebut:

  1. Bedah Saraf — RS Pusat Otak Nasional.
  2. Bedah Saraf — RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
  3. Bedah Thorax Kardiovaskuler — RSUP H. Adam Malik.
  4. Bedah Thorax Kardiovaskuler — RSUD Dr. Saiful Anwar.
  5. Urologi — RSUD Dr. Moewardi.
  6. Urologi — RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.
  7. Jantung dan Pembuluh Darah — RSUP Dr. Mohammad Hoesin.
  8. Jantung dan Pembuluh Darah — RSU Murni Teguh Memorial Hospital.
  9. Jantung dan Pembuluh Darah — RSUD dr. Soedarso.
  10. Kedokteran Nuklir — RSUP Dr. Kariadi.
  11. Kesehatan Mata — Jakarta Eye Centre Kedoya.
  12. Orthopaedi dan Traumatologi — RSD dr. Soebandi.
  13. Orthopaedi dan Traumatologi — RSPAD Gatot Soebroto.
  14. Orthopaedi dan Traumatologi — RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Pembukaan 25 prodi baru menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kekurangan dokter spesialis. Selain itu, kebijakan tersebut memberi ruang lebih besar bagi dokter dari wilayah 3T. Pemerintah berharap perluasan pendidikan spesialis dapat mendukung pemerataan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat di pelosok juga dapat memperoleh akses layanan spesialis lebih luas. (iD/*)

Berita Terkait

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027
10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun
Desil KIP Kuliah Berubah, Apakah Bantuan Otomatis Berhenti? Ini Penjelasan Kemdiktisaintek
Habi Sabda Ihsan, Mahasiswa IAIN Kerinci Raih Conditional Offer dari Dua Kampus Luar Negeri untuk Magister TESOL
MTsN 6 Kerinci Borong 10 Prestasi di Ajang KOMPAS Madrasah Zona 2
KIP Kuliah 2026 Harus Cocok dengan DTSEN, Ini Cara Cek Desil dan Perbarui Data
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB