Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara

Chapter 11 mengakhiri operasional lebih dari 9.200 kios ATM Bitcoin di tiga negara.

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara. (Foto: itez)

Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara. (Foto: itez)

Intiperistiwa.com – Bitcoin Depot resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui Chapter 11 di Amerika Serikat. Perusahaan penyedia ATM Bitcoin yang tercatat di Nasdaq itu kini menghentikan seluruh layanannya. Keputusan tersebut membuat Bitcoin Depot tutup jaringan ATM Bitcoin yang sebelumnya beroperasi di tiga negara. Sementara itu, perusahaan akan menutup kegiatan operasional dan menjual seluruh asetnya.

Perusahaan berbasis di Atlanta itu mengajukan pailit secara sukarela di Pengadilan Kebangkrutan AS, Texas. Bitcoin Depot mengambil langkah tersebut pada Senin waktu setempat. Selanjutnya, perusahaan menjalankan proses penutupan operasional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Perusahaan juga akan menjual seluruh aset sebagai bagian dari proses tersebut.

Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara

Seluruh jaringan ATM milik Bitcoin Depot kini tidak aktif atau offline. Padahal, perusahaan masih memiliki jaringan luas pada tahun lalu. Bitcoin Depot mengoperasikan lebih dari 9.200 kios ATM di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Namun, pengajuan Chapter 11 kini mengakhiri seluruh layanan jaringan tersebut.

Kondisi ini muncul setelah Bitcoin Depot melaporkan kinerja kuartal I 2026. Pendapatan perusahaan turun hingga 49 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pada periode sama, perusahaan mencatat kerugian US$9,5 juta setelah sebelumnya membukukan laba US$12,2 juta. Selain itu, laba kotor perusahaan merosot 85 persen menjadi US$45 juta.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 12 Juli 2026, Klaim Diamond, Skin Langka, dan Hero Fragment Hari Ini

Regulasi Makin Ketat Tekan Model Bisnis

Bitcoin Depot menyebut regulasi yang semakin rumit turut menyebabkan keruntuhan bisnis perusahaan. CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menjelaskan tekanan tersebut melalui siaran pers. Menurut Holmes, sejumlah negara bagian memperketat kewajiban kepatuhan bagi operator ATM Bitcoin. Bahkan, beberapa yurisdiksi menerapkan pembatasan atau larangan langsung terhadap operasi BTM.

“Negara-negara bagian memberlakukan kewajiban kepatuhan yang makin ketat, termasuk batasan transaksi baru, dan di beberapa yurisdiksi, pembatasan atau larangan langsung terhadap operasi BTM (Bitcoin ATM). Operator menghadapi peningkatan litigasi dan penegakan peraturan,” kata Alex Holmes, CEO Bitcoin Depot, dalam siaran pers, dikutip dari CoinDesk, beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut menjelaskan tekanan regulasi yang perusahaan hadapi. Selain pembatasan transaksi, Holmes juga menyoroti peningkatan litigasi dan penegakan aturan. Kondisi itu kemudian memengaruhi keberlangsungan model bisnis perusahaan.

“Pengembangan aturan terbaru telah berdampak pada bisnis dan keuangan Bitcoin Depot. Di bawah kondisi saat ini, model bisnis perusahaan tak bisa bertahan,” ia menambahkan. Sementara itu, perusahaan juga menghadapi persoalan hukum di Amerika Serikat. Jaksa agung di Massachusetts dan Iowa memimpin gugatan terhadap Bitcoin Depot. Gugatan tersebut menuduh perusahaan memfasilitasi penipuan kripto.

Baca Juga :  Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Terbaru, Pinjaman hingga Rp500 Juta

Kerugian Penipuan ATM Kripto Capai Rekor

Kerugian akibat penipuan ATM kripto mencapai rekor US$389 juta pada tahun lalu. Angka tersebut meningkat 58 persen dibandingkan 2024. Akibatnya, regulator dan jaksa penuntut memberikan perhatian lebih besar terhadap bisnis ATM kripto. Pada saat bersamaan, Bitcoin Depot menghadapi tekanan regulasi, gugatan, dan penurunan kinerja keuangan.

Bitcoin Depot juga memasukkan entitas perusahaan di Kanada ke proses peradilan kebangkrutan di Amerika Serikat. Selanjutnya, perusahaan akan menutup entitas non-AS lainnya secara bertahap. Bitcoin Depot akan mengikuti regulasi yang berlaku di setiap negara selama proses penutupan. Dengan demikian, proses tersebut turut mencakup kegiatan perusahaan di luar Amerika Serikat.

Kebangkrutan Bitcoin Depot terjadi ketika industri lebih luas mengalami gelombang adopsi institusional. Industri tersebut memanfaatkan instrumen investasi alternatif seperti ETF. Selain itu, perkembangan terbaru Clarity Act turut mewarnai perubahan dalam industri tersebut. Namun, Bitcoin Depot tetap melanjutkan penutupan operasional serta penjualan seluruh aset perusahaan. (iD/*)

Berita Terkait

Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK
Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan
Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?
Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi
Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen
Harga Sawit Sumut Turun Tipis, TBS Usia Produktif Kini Rp3.962,27 per Kg
Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Tembus Rp3.941 per Kg Jelang Awal Agustus 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik Tajam, Buyback Pegadaian Ikut Melonjak
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:00 WIB

Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen

Berita Terbaru