Teknologi dan Generasi Muda Kerinci: Menjaga Karakter di Tengah Perubahan Digital

Perkembangan teknologi membuka peluang bagi generasi muda, tetapi tetap membutuhkan literasi digital dan penguatan karakter.

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi dan Generasi Muda Kerinci: Menjaga Karakter di Tengah Perubahan Digital. (Gambar: Ilustrasi AI)

Teknologi dan Generasi Muda Kerinci: Menjaga Karakter di Tengah Perubahan Digital. (Gambar: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com – Perkembangan teknologi kini semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja. Telepon pintar, media sosial, berbagai platform digital, hingga kecerdasan buatan memudahkan akses informasi dan komunikasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan ketika penggunaannya tidak mendapat pengawasan dan pendidikan karakter.

Anak-anak tumbuh ketika informasi dapat mereka temukan dalam waktu sangat singkat. Berbagai konten tersedia melalui perangkat yang mereka gunakan setiap hari. Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan agar informasi yang diterima tetap sesuai usia, kebutuhan, dan nilai yang sedang mereka bangun.

Tantangan tersebut juga bersinggungan dengan dunia pendidikan. Sebagian siswa menghadapi perubahan perilaku dan daya serap terhadap pembelajaran. Setelah kegiatan sekolah berakhir, mereka kembali memasuki lingkungan digital yang belum tentu mendapat pendampingan secara memadai.

Waktu yang tersedia kemudian dapat terbagi dengan berbagai aktivitas menggunakan gawai. Membaca, mengulang pelajaran, beribadah, berkumpul bersama keluarga, dan bermain sehat dapat berkurang. Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian ketika penggunaan perangkat berlangsung tanpa pengaturan waktu yang jelas.

Kebiasaan Digital dan Pembentukan Karakter

Pengaruh penggunaan teknologi tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan kemampuan berkonsentrasi, minat membaca, kedisiplinan, serta cara anak berkomunikasi. Dalam kondisi tertentu, konten singkat dan hiburan juga dapat terasa lebih menarik dibandingkan materi pembelajaran.

Materi pembelajaran membutuhkan perhatian dan konsentrasi dalam waktu tertentu. Sebaliknya, berbagai konten digital dapat memberikan hiburan secara cepat melalui perangkat yang mudah dijangkau. Perbedaan pola tersebut menjadi salah satu tantangan ketika anak belum memiliki kemampuan mengatur penggunaan teknologi.

Karena itu, pendidikan karakter perlu berjalan bersama pemanfaatan teknologi. Sekolah mempunyai peran penting dalam menanamkan disiplin, adab, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan semangat belajar. Guru juga menjadi bagian penting dalam membentuk pengetahuan sekaligus karakter peserta didik.

Akan tetapi, proses tersebut tidak selesai ketika siswa meninggalkan sekolah. Kebiasaan anak setelah pulang juga turut memengaruhi perkembangan mereka. Oleh sebab itu, keluarga dan lingkungan pergaulan memiliki peran yang sama-sama penting dalam mendukung pendidikan.

Baca Juga :  Libur Sekolah Semester Genap 2026 Segera Tiba, Berikut Jadwalnya!

Keluarga Menjadi Bagian Penting dalam Pendampingan

Orang tua dapat memberikan pendampingan ketika anak menggunakan gawai dan mengakses konten digital. Pengaturan waktu belajar serta istirahat juga dapat membantu anak menjaga keseimbangan aktivitas. Selain itu, keluarga dapat membangun kebiasaan berkomunikasi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pendampingan tersebut tidak berarti menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Teknologi memiliki manfaat bagi proses belajar dan perkembangan kreativitas anak. Generasi muda juga dapat menggunakannya untuk mencari informasi dan menghasilkan berbagai karya.

Ruang digital bahkan dapat membantu generasi muda mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, teknologi dapat menjadi sarana yang bermanfaat apabila anak memahami cara menggunakannya. Persoalannya muncul ketika penggunaan berlangsung tanpa kendali, literasi digital, dan pendampingan.

Anak perlu memahami batas antara memanfaatkan teknologi dan membiarkan teknologi menguasai waktunya. Gawai dapat membantu berbagai aktivitas, tetapi tetap berfungsi sebagai alat. Internet juga menyediakan banyak informasi, sedangkan media sosial dapat menjadi sarana komunikasi.

Menjaga Identitas Generasi Muda Kerinci

Teknologi dan generasi muda Kerinci memiliki hubungan dengan persoalan lain yang tidak kalah penting, yaitu identitas daerah. Generasi muda Kerinci tumbuh di tengah kekayaan alam, budaya, adat, dan nilai kehidupan masyarakat. Berbagai warisan tersebut telah diteruskan dari generasi ke generasi.

Perkembangan teknologi seharusnya berjalan bersama pengenalan terhadap lingkungan sendiri. Generasi muda tetap perlu mengetahui sejarah, budaya, adat, dan kearifan lokal daerahnya. Dengan begitu, derasnya informasi dari dunia digital tidak membuat mereka kehilangan hubungan dengan lingkungan sekitar.

Anak-anak juga perlu mengenal sosok-sosok berprestasi yang berada di lingkungan mereka. Jangan sampai tokoh yang mereka kenal hanya berasal dari dunia maya. Pada saat yang sama, tren media sosial tidak semestinya menggantikan pemahaman terhadap sejarah dan budaya daerah.

Penggunaan teknologi juga perlu berjalan bersama adab dan sopan santun. Kepedulian sosial serta semangat menuntut ilmu tetap menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kemajuan digital membutuhkan keseimbangan dengan nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  China Selangkah Lagi Wujudkan 'Matahari Buatan', Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Literasi Digital Harus Berjalan Bersama Karakter

Sekolah dapat memperkuat literasi digital bersamaan dengan pendidikan karakter. Siswa perlu memahami cara menggunakan teknologi sekaligus mengetahui sikap yang tepat ketika memanfaatkannya. Kemampuan teknis saja belum cukup tanpa pemahaman mengenai tanggung jawab.

Kecerdasan membutuhkan karakter agar kemampuan yang dimiliki anak memiliki arah. Begitu pula penguasaan teknologi membutuhkan tanggung jawab ketika anak menggunakannya. Sebaliknya, ilmu, akhlak, kreativitas, karakter, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dapat menjadi bekal bagi generasi muda.

Kerinci membutuhkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas daerah. Mereka perlu tumbuh dengan kecerdasan, karakter, adab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, mereka juga perlu memiliki kemampuan membawa nama baik daerah dan bangsa.

Pada akhirnya, perhatian terhadap masa depan anak tidak cukup hanya melihat kemampuan mereka menggunakan teknologi. Kesiapan orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah dalam mengarahkan penggunaannya juga memiliki peran. Bersama-sama, lingkungan tersebut dapat membantu anak menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab.

Masa depan generasi muda Indonesia, termasuk anak-anak Kerinci, akan terus berhadapan dengan perkembangan teknologi. Namun, karakter tetap menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana mereka memanfaatkan kemajuan tersebut. (iD/*)


FAQ

1. Apa tantangan teknologi dan generasi muda Kerinci?
Penggunaan teknologi dapat memengaruhi waktu belajar, konsentrasi, minat membaca, komunikasi, dan pembentukan karakter.

2. Mengapa keluarga perlu mendampingi penggunaan gawai?
Keluarga dapat membantu mengatur waktu penggunaan gawai, belajar, istirahat, tontonan, dan komunikasi langsung.

3. Apakah teknologi dapat memberikan manfaat bagi generasi muda?
Ya. Teknologi dapat mendukung pembelajaran, pencarian informasi, kreativitas, karya, dan pengenalan potensi daerah.

4. Mengapa literasi digital perlu disertai pendidikan karakter?
Siswa perlu mengetahui cara menggunakan teknologi sekaligus memahami sikap dan tanggung jawab ketika menggunakannya.

5. Bagaimana generasi muda Kerinci menjaga identitas daerah?
Mereka dapat memanfaatkan teknologi sambil tetap mengenal sejarah, budaya, adat, dan kearifan lokal Kerinci.

Berita Terkait

Magang Nasional Batch 3 Segera Dibuka, Kuota Sekitar 62 Ribu Peserta
32 Santri Jambi Ikuti TC Jelang PPSN, Persiapan Kontingen Provinsi Jambi Dimulai
Mahasiswa PBA IAIN Kerinci Jadikan Camping sebagai Ruang Belajar Kepemimpinan dan Bahasa Arab
Mulai 2027, Murid TK Negeri dari Keluarga Tidak Mampu Dapat PIP Rp450 Ribu
Bukan Hanya Gaji, Kemendikdasmen Siapkan Rp23 Triliun untuk Peralihan Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu
Gaji Guru Non-ASN Sekarang Bisa Dibayar dari Dana BOS, Ini Ketentuannya
Kemenag Jambi Matangkan Lokasi dan Persiapan Pembangunan PLKPT Kerinci 2027
Rencana Sekolah Negeri Gratis dari SD sampai Kuliah, Ini Penjelasan Menkeu
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Magang Nasional Batch 3 Segera Dibuka, Kuota Sekitar 62 Ribu Peserta

Minggu, 27 September 2026 - 16:00 WIB

32 Santri Jambi Ikuti TC Jelang PPSN, Persiapan Kontingen Provinsi Jambi Dimulai

Sabtu, 26 September 2026 - 22:00 WIB

Mahasiswa PBA IAIN Kerinci Jadikan Camping sebagai Ruang Belajar Kepemimpinan dan Bahasa Arab

Sabtu, 26 September 2026 - 19:00 WIB

Mulai 2027, Murid TK Negeri dari Keluarga Tidak Mampu Dapat PIP Rp450 Ribu

Sabtu, 26 September 2026 - 13:00 WIB

Bukan Hanya Gaji, Kemendikdasmen Siapkan Rp23 Triliun untuk Peralihan Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

Berita Terbaru