ITB Kembangkan Teknologi Deteksi Kelelahan Masinis, Cegah Kecelakaan Kereta

Teknologi karya tim FTI ITB memantau kelelahan masinis melalui kamera dan analisis ekspresi wajah.

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ITB Kembangkan Teknologi Deteksi Kelelahan Masinis, Cegah Kecelakaan Kereta. (Foto: Direktorat Riset dan Inovasi ITB/publika)

ITB Kembangkan Teknologi Deteksi Kelelahan Masinis, Cegah Kecelakaan Kereta. (Foto: Direktorat Riset dan Inovasi ITB/publika)

Intiperistiwa.com – Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan teknologi untuk membantu mencegah kecelakaan kereta api. Prof Hardianto Iridiastadi, MSIE, PhD, CPE memimpin riset tersebut bersama tim dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tim itu mengembangkan teknologi pendeteksi kelelahan khusus bagi masinis.

Riset tersebut mengusung judul “Perancangan Teknologi Deteksi Kelelahan (TDK) Masinis Berbasis Indikator Okular dan Ekspresi Wajah Menggunakan Kamera Video”. Teknologi ini memanfaatkan kamera video untuk menangkap perubahan kondisi wajah masinis. Selanjutnya, sistem menganalisis sejumlah indikator yang berkaitan dengan tingkat kelelahan.

Teknologi Impor Masih Mahal

Selama ini, perangkat pendeteksi kelelahan impor memiliki harga yang sangat mahal. Harganya bahkan dapat mencapai miliaran rupiah dan vendor menetapkan kepemilikan data. Selain itu, teknologi tersebut sering tidak menyesuaikan kondisi khusus yang masinis hadapi.

Kondisi kabin lokomotif juga menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi tersebut. Ruang kabin sering menghadirkan suara bising, suhu panas, debu, serta kursi yang kurang ergonomis. Akibatnya, kondisi tersebut dapat memicu micro-sleep lebih dari satu detik ketika masinis bertugas.

Karena itu, Prof Hardianto bersama tim FTI ITB mengembangkan solusi yang lebih terjangkau. Tim juga menyesuaikan teknologi tersebut dengan kondisi serta kebutuhan PT KAI. Dengan pendekatan itu, perangkat dapat mendukung pemantauan kelelahan masinis secara lebih kontekstual.

Baca Juga :  Budi Doremi Rilis “Cinta Diri Sendiri”, Lagu Baru tentang Belajar Menghargai Diri

Cara Kerja Teknologi Deteksi Kelelahan

Teknologi deteksi kelelahan masinis memanfaatkan kamera video yang terpasang dalam lokomotif. Kamera tersebut merekam wajah masinis selama menjalankan tugas. Selanjutnya, sistem mengekstraksi data wajah dari rekaman tersebut untuk menjalankan proses analisis.

Tim FTI ITB mengembangkan algoritma mandiri untuk menganalisis sekitar 60 titik pada wajah. Sistem kemudian menggunakan sejumlah indikator untuk membaca perubahan kondisi mata dan wajah. Beberapa indikator yang sistem ukur meliputi:

  • Eye aspect ratio.
  • Durasi mata dalam kondisi tertutup dan terbuka.
  • Frekuensi kedipan secara presisi.

Melalui indikator tersebut, sistem dapat menangkap perubahan kecil pada raut wajah. Perubahan tersebut dapat muncul akibat rasa lelah dan mungkin tidak terlihat mata secara langsung. Dengan demikian, sistem dapat membantu mendeteksi kondisi masinis secara lebih cepat.

ITB Kembangkan Perangkat PVT

Selain kamera, Prof Hardianto dan timnya juga mengembangkan perangkat Psychomotor Vigilance Task (PVT). Perangkat tersebut mengukur kecepatan reaksi kognitif masinis dalam hitungan milidetik. Hasil pengukuran membantu tim memetakan kondisi kebugaran atau kelelahan ekstrem.

Penggunaan PVT melengkapi teknologi berbasis kamera dalam proses pemantauan. Dengan begitu, tim dapat memperoleh indikator tambahan mengenai kondisi masinis. Selanjutnya, data tersebut dapat membantu memberikan gambaran kondisi kelelahan secara lebih akurat.

Baca Juga :  Telkom Satukan Kekuatan AI dalam AIcosystem

Tim ITB Hadapi Tantangan Hilirisasi

Direktorat Riset dan Inovasi ITB menyebut proses hilirisasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak antarmuka dari pihak ketiga. Selain itu, fragmentasi pendanaan riset juga menjadi tantangan dalam proses pengembangan.

Meski demikian, tim peneliti terus melakukan iterasi pada sistem yang mereka kembangkan. Tim menargetkan inovasi tersebut berkembang menjadi prototipe yang utuh. Prototipe itu nantinya mencakup kamera, komputer mini, serta sistem peringatan dini.

Sistem Targetkan Pemantauan Real-Time

Rancangan tersebut juga memungkinkan sistem mengirimkan data secara real-time menuju pusat kontrol. Selanjutnya, pusat kontrol dapat menganalisis profil kelelahan masinis berdasarkan data yang terkumpul. Analisis itu dapat mencakup periode harian, mingguan, maupun tahunan.

Dengan sistem tersebut, pemantauan kondisi masinis dapat berlangsung secara lebih terukur. Selain itu, data jangka panjang dapat membantu melihat pola kelelahan dalam periode tertentu. Tim ITB terus mengembangkan teknologi tersebut menuju prototipe lengkap untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api. (iD/*)

Berita Terkait

Prompt Foto 80-an ChatGPT dan Gemini Viral, Begini Cara Membuatnya
Akun WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir? Kenali Penyebab dan Cara Mengajukan Banding
ChatGPT Images 2.5 Resmi Hadir, Coretan Sederhana Kini Bisa Jadi Gambar Lebih Detail
6 HP Android dengan Kamera Setara DSLR
Mulai 8 September 2026, HP Android Lama Berisiko Tak Lagi Bisa Pakai WhatsApp, Cek Daftarnya
Fitur Baru Komentar TikTok: Bisa Kirim Suara, Polling, hingga 9 Foto
7 Rekomendasi HP Murah untuk Driver Online 2026, Cocok Dipakai Kerja Seharian
Google Rilis 5 Fitur Baru Android September 2026, Ada Motion Assist untuk Kurangi Mabuk Kendaraan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

Prompt Foto 80-an ChatGPT dan Gemini Viral, Begini Cara Membuatnya

Kamis, 10 September 2026 - 15:00 WIB

Akun WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir? Kenali Penyebab dan Cara Mengajukan Banding

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

ChatGPT Images 2.5 Resmi Hadir, Coretan Sederhana Kini Bisa Jadi Gambar Lebih Detail

Selasa, 8 September 2026 - 22:00 WIB

6 HP Android dengan Kamera Setara DSLR

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

Mulai 8 September 2026, HP Android Lama Berisiko Tak Lagi Bisa Pakai WhatsApp, Cek Daftarnya

Berita Terbaru