Beasiswa Kedokteran ke Jepang Kemenkes 2026 Dibuka, Kuliah Gratis 6 Tahun

Kemenkes membuka beasiswa kedokteran ke Jepang untuk mahasiswa dari 52 universitas mitra.

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beasiswa Kedokteran ke Jepang Kemenkes 2026 Dibuka, Kuliah Gratis 6 Tahun. (Foto: AI)

Beasiswa Kedokteran ke Jepang Kemenkes 2026 Dibuka, Kuliah Gratis 6 Tahun. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Kementerian Kesehatan membuka beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang pada 2026. Program tersebut berlangsung di International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang. Penerima beasiswa akan menjalani pendidikan kedokteran selama enam tahun di Jepang. Program ini memberi kesempatan mahasiswa untuk menempuh pendidikan kedokteran di luar negeri.

IUHW merupakan universitas swasta pertama di Jepang yang fokus pada bidang kesehatan. Selain kesehatan, universitas tersebut juga mengembangkan pendidikan kedokteran dan kesejahteraan sosial. Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa mengikuti National Examination for Medical Practitioners. Peserta mengikuti ujian tersebut menggunakan bahasa Jepang sebelum menjalani tahapan berikutnya.

Selanjutnya, penerima beasiswa menjalani residensi selama dua tahun. Setelah seluruh rangkaian pendidikan dan residensi selesai, peserta kembali ke Indonesia. Program tersebut memberikan rangkaian pendidikan yang berlangsung cukup panjang. Karena itu, calon peserta perlu memahami ketentuan program sebelum mendaftar.

Manfaat Beasiswa S1 Kedokteran di Jepang

Melansir dokumen resmi Kementerian Kesehatan, program beasiswa ini memberikan sejumlah fasilitas. Penerima tidak hanya memperoleh pembiayaan pendidikan. Selain itu, peserta juga mendapat fasilitas tempat tinggal dan uang saku bulanan. Berikut manfaat yang tersedia bagi penerima beasiswa:

  1. Pelatihan bahasa Jepang atau Japanese-Language Proficiency (JLP) selama enam bulan.
  2. Beasiswa penuh untuk biaya pendaftaran dan akademik selama enam tahun.
  3. Biaya laboratorium, materi pembelajaran, dan pelatihan lainnya.
  4. Tempat tinggal berupa single dormitory room di Narita International House.
  5. Makan dua kali sehari di kafetaria.
  6. Uang saku bulanan.

Dengan fasilitas tersebut, penerima memperoleh dukungan selama mengikuti pendidikan. Program juga membantu peserta menjalani proses pendidikan di Jepang. Selain itu, pelatihan bahasa Jepang menjadi bagian awal dari rangkaian program. Peserta kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran sesuai ketentuan IUHW.

Baca Juga :  Viral Data Anak Masuk Dapodik! Apa Itu Dapodik? Siapa yang Berwenang Menginput Data?

Syarat Penerima Beasiswa Kedokteran Jepang 2026

Kemenkes menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon penerima beasiswa. Peserta harus memenuhi ketentuan kewarganegaraan dan status akademik. Selain itu, calon peserta juga perlu menunjukkan prestasi akademik yang baik. Berikut persyaratan yang tercantum dalam informasi program:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Mahasiswa kedokteran aktif pada semester Gasal 2026/2027.
  3. Mahasiswa berasal dari fakultas kedokteran yang memenuhi ketentuan program.
  4. Program mengutamakan mahasiswa baru dan mahasiswa tahun kedua.
  5. Memiliki prestasi akademik yang baik.
  6. Mendapatkan rekomendasi dari kampus asal.
  7. Memiliki kemampuan bahasa asing yang baik, terutama bahasa Inggris.

Selain memenuhi persyaratan tersebut, kandidat juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen. Dokumen tersebut menjadi bagian dari proses pendaftaran program. Karena itu, calon peserta perlu memastikan seluruh berkas tersedia. Berikut dokumen yang harus kandidat siapkan:

  • Formulir pendaftaran IUHW berisi data pribadi.
  • Rapor atau transkrip pendidikan SMA.
  • Ijazah SMA.
  • Paspor.

Kuota Beasiswa dari 53 Universitas Mitra

Kemenkes menetapkan kuota penerima berdasarkan universitas mitra. Berikut daftar universitas beserta jumlah peserta yang memperoleh kuota:

  1. Universitas Airlangga: 6 orang.
  2. Universitas Diponegoro: 2 orang.
  3. UIN Alauddin Makassar: 1 orang.
  4. Universitas Jenderal Achmad Yani: 1 orang.
  5. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai: 1 orang.
  6. Universitas Indonesia: 5 orang.
  7. Universitas Hasanuddin: 2 orang.
  8. Universitas Abdurrab: 1 orang.
  9. Universitas Karya Husada Semarang: 1 orang.
  10. Universitas Papua: 1 orang.
  11. Universitas Padjadjaran: 5 orang.
  12. Universitas Jember: 2 orang.
  13. Universitas Ahmad Dahlan: 1 orang.
  14. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya: 1 orang.
  15. Universitas Pasundan: 1 orang.
  16. Universitas Andalas: 4 orang.
  17. Universitas Mataram: 2 orang.
  18. Universitas Bengkulu: 1 orang.
  19. Universitas Kristen Duta Wacana: 1 orang.
  20. Universitas Pelita Harapan: 1 orang.
  21. Universitas Sam Ratulangi: 4 orang.
  22. Universitas Muhammadiyah Semarang: 2 orang.
  23. Universitas Ciputra Surabaya: 1 orang.
  24. Universitas Lampung: 1 orang.
  25. UPN Veteran Jawa Timur: 1 orang.
  26. Universitas Hang Tuah: 3 orang.
  27. Universitas Sriwijaya: 2 orang.
  28. Universitas Halu Oleo: 1 orang.
  29. Universitas Muhammadiyah Palangka Raya: 1 orang.
  30. Universitas Pendidikan Ganesha: 1 orang.
  31. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: 3 orang.
  32. Universitas Syiah Kuala: 2 orang.
  33. Universitas Hamzanwadi: 1 orang.
  34. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya: 1 orang.
  35. Universitas Riau: 1 orang.
  36. Universitas Sumatera Utara: 3 orang.
  37. Universitas Tadulako: 2 orang.
  38. Universitas HKBP Nommensen: 1 orang.
  39. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara: 1 orang.
  40. Universitas Sebelas Maret: 1 orang.
  41. Universitas Warmadewa: 3 orang.
  42. Universitas Udayana: 2 orang.
  43. Universitas Islam Indonesia: 1 orang.
  44. Universitas Muhammadiyah Surakarta: 1 orang.
  45. Universitas Sunan Gresik: 1 orang.
  46. Universitas Tanjungpura: 3 orang.
  47. Universitas Negeri Padang: 2 orang.
  48. UIN Sunan Gunung Jati: 1 orang.
  49. Universitas Mulawarman: 1 orang.
  50. Universitas Trisakti: 1 orang.
  51. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: 1 orang.
  52. Universitas Negeri Medan: 1 orang.
  53. Universitas Yarsi: 1 orang.
Baca Juga :  Menteri Sosial Saifullah Yusuf Targetkan 45.000 Siswa Belajar di Sekolah Rakyat pada 2026

Jadwal Seleksi Beasiswa Kedokteran Jepang 2026

Kemenkes juga menetapkan jadwal untuk rangkaian seleksi beasiswa tersebut. Pendaftaran berlangsung pada Agustus 2026. Setelah itu, peserta mengikuti seleksi administrasi dan tahapan berikutnya. Berikut jadwal yang tercantum dalam sumber:

  • Pendaftaran: 10–25 Agustus 2026
  • Seleksi Administrasi: 26–31 Agustus 2026
  • Tes tertulis dan wawancara: September 2026
  • Pengumuman: 31 September 2026

Peserta perlu memperhatikan setiap tahapan sesuai jadwal tersebut. Setelah pendaftaran berakhir, Kemenkes melanjutkan proses melalui seleksi administrasi. Selanjutnya, peserta mengikuti tes tertulis dan wawancara pada September 2026. Informasi tersebut menjadi acuan bagi calon peserta dalam mempersiapkan pendaftaran.

Pendaftaran dan informasi Beasiswa Pendidikan Kedokteran IUHW dapat diakses melalui laman resmi Kemenkes di https://sibk.kemkes.go.id/. Calon peserta dapat memeriksa informasi program dan ketentuan pendaftaran melalui laman tersebut. Selain itu, peserta perlu menyiapkan dokumen sesuai persyaratan yang berlaku. Jika tertarik mengikuti program ini, calon peserta dapat segera mempersiapkan diri. (iD/*)

Berita Terkait

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Catat Jadwal dan Daftarnya
Pemerintah Bakal Memperbarui Buku Pelajaran SD hingga SMA, Ini Alasannya
Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Peluang Lolos Bisa Lebih Besar, Cek Daftarnya
7 PTN Buka Jalur Mandiri Khusus Pramuka dan Ketua OSIS, Cek Syaratnya
Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Segera Naik, DPR Soroti Kesejahteraan Pendidik
Tunjangan Profesi Guru Non-ASN 2026 Segera Cair, Cek Jadwal, Syarat, dan Besarannya
Beasiswa Bakti BCA 2026 Dibuka, Ada Bantuan UKT Rp2 Juta per Semester
BSI Scholarship Afirmasi 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa D3-S1 Bisa Dapat UKT Rp3 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Beasiswa Kedokteran ke Jepang Kemenkes 2026 Dibuka, Kuliah Gratis 6 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Catat Jadwal dan Daftarnya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Bakal Memperbarui Buku Pelajaran SD hingga SMA, Ini Alasannya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Peluang Lolos Bisa Lebih Besar, Cek Daftarnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:00 WIB

7 PTN Buka Jalur Mandiri Khusus Pramuka dan Ketua OSIS, Cek Syaratnya

Berita Terbaru

Petani Rugi Besar Gara-Gara AI, 10 Hektar Bibit Wijen Mati. (Foto: mundus-agri)

Teknologi

Petani Rugi Besar Gara-Gara AI, 10 Hektar Bibit Wijen Mati

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:00 WIB