China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik

Beijing menyebut uji coba rudal berjalan sukses, sementara Australia menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik. (Foto: rmol)

China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik. (Foto: rmol)

Intiperistiwa.com – Militer China kembali menggelar uji coba rudal strategis di Samudra Pasifik. Uji coba itu melibatkan kapal selam bertenaga nuklir milik Beijing. Pemerintah China mengklaim seluruh rangkaian peluncuran berlangsung sesuai rencana. Aktivitas tersebut kembali menarik perhatian sejumlah negara di kawasan.

Kantor berita Xinhua melaporkan peluncuran rudal membawa hulu ledak tiruan. Rudal itu meluncur dari kapal selam strategis milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Setelah menyelesaikan lintasan, rudal tersebut jatuh di wilayah Samudra Pasifik. Reuters dan The Japan Times turut mengutip laporan tersebut.

China Sebut Uji Coba Berjalan Sesuai Rencana

Angkatan Laut PLA menyampaikan hasil uji coba melalui pernyataan resmi. Mereka menjelaskan peluncuran berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026. Kapal selam strategis meluncurkan rudal menuju wilayah laut lepas yang telah ditentukan. Selanjutnya, rudal mencapai titik sasaran sesuai rencana.

Baca Juga :  QS WUR 2027 Rilis, Ini 20 Kampus Terbaik di Indonesia dan Peringkat Dunianya

PLA menyatakan rudal mendarat tepat di area yang telah ditetapkan. Selain itu, militer China menyebut latihan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Beijing juga mengaku telah menyampaikan pemberitahuan kepada negara-negara terkait sebelum pelaksanaan uji coba. Menurut China, prosedur itu mengikuti praktik yang berlaku secara internasional.

Xinhua juga menegaskan tujuan latihan tersebut. Media pemerintah itu menyebut uji coba tidak mengarah kepada negara tertentu. Selain itu, pelaksanaan latihan diklaim mematuhi hukum internasional. Pernyataan tersebut bertujuan meredam kekhawatiran berbagai pihak.

Australia Soroti Transparansi Militer China

Di sisi lain, Australia memberikan tanggapan berbeda. Pemerintah Canberra menilai aktivitas militer tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Meski menerima pemberitahuan sebelumnya, Australia tetap menyampaikan kritik secara terbuka. Pemerintah negara itu meminta China meningkatkan transparansi.

Baca Juga :  Arab Saudi menganugerahi Malaysia Sebagai Penyelenggara Haji Terbaik 2026

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyampaikan pernyataan itu saat berada di Suva. Ia menjelaskan Australia telah mengetahui rencana uji coba sebelum pelaksanaan. Namun, Canberra tetap menilai peningkatan kemampuan militer China memunculkan kekhawatiran baru. Menurutnya, kawasan membutuhkan keterbukaan mengenai tujuan di balik penguatan militer tersebut.

Wong juga menegaskan sikap Australia terhadap perkembangan tersebut. Ia menilai peningkatan kekuatan militer perlu berjalan seiring dengan transparansi. Selain itu, negara-negara di kawasan membutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan keamanan China. Pernyataan itu kembali menyoroti dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. (iD/*)

Berita Terkait

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi
China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan
Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul
Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Terbongkar! Eks Wamen Sembunyikan Uang Korupsi dalam Galon Air, Nilainya Capai Ratusan Miliar Rupiah
Iran Siapkan Aturan Baru, Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Akan Dikenakan Biaya
Afrika Bangun Tembok Hijau Sepanjang 8.000 Km, Proyek Raksasa Ini Bukan Terbuat dari Batu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 23:00 WIB

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

China Selangkah Lagi Wujudkan ‘Matahari Buatan’, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Senin, 13 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:00 WIB

Topan Besar Bavi Ancam Jepang hingga China, Penerbangan Dibatalkan, Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru