Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia

Amerika Serikat menjatuhkan Little Boy di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia. (Foto: lanl.gov)

Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia. (Foto: lanl.gov)

Intiperistiwa.com – Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama dalam perang di Hiroshima, Jepang. Peristiwa itu terjadi pada 6 Agustus 1945 menjelang akhir Perang Dunia II. Amerika Serikat memberi nama bom tersebut Little Boy. Senjata itu menggunakan uranium-235 sebagai bahan fisil untuk menghasilkan ledakan nuklir.

Little Boy menggunakan desain yang membagi uranium-235 menjadi dua bagian. Masing-masing bagian memiliki massa di bawah kondisi kritis. Kemudian, bahan peledak kimia mendorong satu bagian uranium menuju bagian lainnya. Ketika keduanya menyatu, uranium membentuk massa superkritis yang memicu reaksi nuklir.

Reaksi fisi berantai berlangsung dalam waktu sangat singkat setelah kondisi tersebut terbentuk. Proses itu kemudian menghasilkan ledakan nuklir dengan energi yang sangat besar. Meski begitu, kurang dari satu kilogram uranium benar-benar mengalami fisi. Energinya setara sekitar 15 hingga 16 kiloton TNT.

Baca Juga :  Samsung Galaxy S26 FE Segera Meluncur, Cek Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Desain Gun-Type Little Boy

Mengutip Hiroshima Peace Memorial Museum, ledakan Little Boy menghancurkan sebagian besar wilayah Kota Hiroshima. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu kejadian penting dalam sejarah Perang Dunia II. Little Boy menggunakan desain yang dikenal sebagai gun-type. Sistem itu memanfaatkan propelan kimia jenis cordite untuk menggerakkan silinder uranium.

Selanjutnya, sistem tersebut mengarahkan silinder uranium menuju material uranium lain dalam tabung baja. Mekanisme itu bertujuan mempertemukan kedua bagian uranium pada waktu yang tepat. Ketika kedua bagian menyatu, material tersebut mencapai kondisi massa kritis. Setelah itu, reaksi nuklir menghasilkan ledakan dengan kekuatan besar.

Baca Juga :  China Uji Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Australia Langsung Layangkan Kritik

Tiga Hari Kemudian, Nagasaki Mengalami Serangan

Tiga hari setelah Hiroshima, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua di Nagasaki, Jepang. Kali ini, bom tersebut menggunakan plutonium-239 sebagai bahan utama. Amerika Serikat juga menerapkan desain berbeda melalui metode implosi. Ledakan bom Nagasaki menghasilkan energi sekitar 21 kiloton TNT.

Dampak kehancuran di Nagasaki kemudian ikut mendorong Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Keputusan tersebut mengakhiri keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II. Dengan demikian, serangan atom di Hiroshima dan Nagasaki menjadi bagian penting sejarah dunia. (iD/*)

Berita Terkait

Di Tempat Ini, Hujan Turun Puluhan Tahun Sekali, Tapi yang Turun Malah Bukan Air
10 Wilayah dengan Suhu Terpanas di Dunia, Rekornya Mencapai 56,7°C
Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah
Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Dunia, Berdiri di Atas Sayap Pesawat Saat Terbang
Remaja Ini Pecahkan Rekor 300 Tahun, Kini Jadi Profesor Termuda Dunia
Daftar 10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?
5 Negara yang Berencana Pindahkan Ibu Kota, Indonesia Salah Satunya
2 Negara dengan Program Makan Bergizi Gratis Terbaik di Dunia, Sudah Berjalan Puluhan Tahun
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Di Tempat Ini, Hujan Turun Puluhan Tahun Sekali, Tapi yang Turun Malah Bukan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Little Boy, Bom Atom Pertama dalam Perang yang Mengubah Sejarah Dunia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:00 WIB

10 Wilayah dengan Suhu Terpanas di Dunia, Rekornya Mencapai 56,7°C

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Negara Ini Resmi Ganti Nama, Kode Internasional Juga Ikut Berubah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Dunia, Berdiri di Atas Sayap Pesawat Saat Terbang

Berita Terbaru