Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara

Pemerintah memastikan kondisi APBN tetap aman meski rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara. (Foto: rctiplus)

Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara. (Foto: rctiplus)

Intiperistiwa.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS naik 77 poin hingga menyentuh Rp18.044.

Meski begitu, Purbaya tetap menunjukkan sikap tenang menghadapi kondisi tersebut. Ia menilai Bank Indonesia masih mampu menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Menurut Purbaya, pengendalian nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan penuh Bank Indonesia. Karena itu, pemerintah belum melihat kebutuhan mendesak untuk menggelar rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

“Nanti Anda lihat saya panik. Padahal, semuanya masih terkendali,” ujar Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia juga menegaskan Bank Indonesia masih menjalankan tugas dengan baik. Karena itu, ia memilih menyerahkan pengelolaan rupiah kepada otoritas moneter.

Pelemahan Rupiah Pengaruhi Beban Utang

Di sisi lain, Purbaya mengakui pelemahan rupiah dapat menambah tekanan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sebab, nilai pembayaran dalam rupiah ikut meningkat saat kurs dolar menguat.

Baca Juga :  Said Iqbal Akan Dilantik Prabowo Hari Ini di Istana Kepresidenan

Menurut dia, bunga atau kupon utang sebenarnya tetap. Namun, pemerintah tetap membutuhkan rupiah lebih besar untuk membayar kewajiban dalam dolar AS.

“Kuponnya tetap, tetapi pembayaran dalam rupiah ikut naik saat kurs melemah,” jelas Purbaya.

Walaupun begitu, pemerintah masih menganggap kondisi tersebut aman. Pemerintah sebelumnya sudah menghitung berbagai kemungkinan saat menyusun APBN.

Pemerintah Klaim APBN Masih Aman

Purbaya menjelaskan pemerintah memakai asumsi kurs Rp16.500 saat menyusun APBN. Namun, pemerintah juga menyiapkan simulasi terhadap berbagai risiko ekonomi global.

Selain pelemahan rupiah, pemerintah turut menghitung potensi kenaikan harga energi dan gejolak pasar internasional. Karena itu, pemerintah mengklaim kondisi saat ini masih berada dalam batas perhitungan.

Baca Juga :  Kode Redeem FF Terbaru 16 Juli 2026, Buruan Klaim Skin, Bundle, dan Voucher Gratis

Ia bahkan menilai fundamental rupiah sebenarnya masih cukup kuat. Menurutnya, nilai rupiah seharusnya lebih baik dibanding posisi saat ini.

“Fundamental rupiah sebenarnya lebih kuat dari level sekarang,” kata Purbaya.

Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

Selain menjaga APBN, pemerintah juga bergerak di pasar surat utang negara. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Purbaya mengungkapkan pemerintah sudah melakukan intervensi lebih dari Rp8 triliun di pasar obligasi. Intervensi tersebut bertujuan menahan gejolak sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Menurut dia, langkah itu mulai menunjukkan hasil positif. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun kini cenderung stabil bahkan perlahan menurun.

“Mungkin lebih dari Rp8 triliun di obligasi. Dampaknya mulai terlihat pada surat utang kita,” tutup Purbaya. (id/*)

Berita Terkait

Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa
Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya
Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya
Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar
Kemhan Resmi Buka Pendaftaran Komcad Matra Udara 2026, Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftarnya
Pemerintah Resmi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah Gratis, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg
Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:00 WIB

Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Kemhan Resmi Buka Pendaftaran Komcad Matra Udara 2026, Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya. (Foto: Dok. Istimewa/detik)

Nasional

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB