Intiperistiwa.com – Peringkat universitas dapat menjadi salah satu acuan awal bagi calon mahasiswa saat memilih kampus. QS dan THE menyediakan pemeringkatan berdasarkan bidang studi tertentu. Salah satunya mencakup kampus dengan jurusan teknik terbaik di Indonesia 2026. Namun, kedua lembaga menggunakan indikator berbeda dalam menentukan posisi setiap perguruan tinggi.
Calon mahasiswa teknik dapat membandingkan daftar QS dan THE World University Rankings by Subject 2026. Kedua lembaga menilai perguruan tinggi melalui pendekatan yang berbeda. Karena itu, posisi sebuah kampus dapat berbeda dalam masing-masing pemeringkatan. Perbedaan tersebut turut mencerminkan bobot indikator yang digunakan setiap lembaga.
Kampus dengan Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia 2026 Versi QS
QS memasukkan 556 perguruan tinggi dunia dalam kategori Engineering & Technology 2026. Dari jumlah tersebut, enam perguruan tinggi berasal dari Indonesia. Institut Teknologi Bandung menempati posisi tertinggi di antara kampus Indonesia. Sementara itu, Universitas Indonesia dan ITS menempati posisi berikutnya.
Berikut daftar kampus Indonesia dalam QS WUR by Subject 2026 kategori Engineering & Technology:
- Institut Teknologi Bandung (ITB) – Peringkat global 216
- Universitas Indonesia (UI) – Peringkat global 262
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya – Peringkat global 266
- Universitas Gadjah Mada (UGM) – Peringkat global 293
- Universitas Airlangga (Unair) – Peringkat global 401–450
- Universitas Diponegoro (Undip) – Peringkat global 501–550
QS memasukkan berbagai disiplin teknik dalam kategori Engineering & Technology. Bidang tersebut mencakup ilmu komputer, teknik kimia, serta teknik sipil dan struktural. Selain itu, QS menilai teknik elektro, elektronika, mesin, mineral, pertambangan, dan perminyakan. Karena itu, cakupan pemeringkatan ini meliputi beragam bidang teknik.
Indikator Penilaian QS Engineering & Technology 2026
QS menggunakan lima indikator utama dalam menentukan peringkat Engineering & Technology. Reputasi akademis memiliki bobot terbesar dengan nilai 40 persen. Sementara itu, reputasi lulusan dan disiplin ilmu di mata pemberi kerja mencapai 30 persen. Tiga indikator lainnya masing-masing memiliki bobot 10 persen.
Rincian indikator QS WUR by Subject 2026 meliputi:
- Reputasi akademis: 40 persen
- Reputasi lulusan dan disiplin ilmu di mata pemberi kerja: 30 persen
- Jumlah kutipan penelitian per makalah: 10 persen
- Indeks H akademisi atau departemen: 10 persen
- Jaringan riset internasional: 10 persen
Indikator tersebut menunjukkan besarnya pengaruh reputasi akademis dalam pemeringkatan QS. QS juga memberi perhatian besar terhadap penilaian pemberi kerja terhadap lulusan. Selain itu, kualitas penelitian turut menentukan posisi perguruan tinggi. Jaringan riset internasional juga menyumbang penilaian dalam pemeringkatan tersebut.
Kampus Teknik Terbaik di Indonesia Versi THE 2026
THE memasukkan 1.555 perguruan tinggi dalam WUR by Subject 2026 kategori Engineering. Dari jumlah tersebut, 21 perguruan tinggi berasal dari Indonesia. ITB dan UI menempati rentang peringkat 801–1.000 dunia. Sementara itu, kampus Indonesia lainnya berada pada rentang 1.001–1.250 dan 1.251+.
Berikut daftar 21 kampus Indonesia dalam THE WUR by Subject 2026 kategori Engineering:
- Institut Teknologi Bandung (ITB) – Peringkat 801–1.000
- Universitas Indonesia (UI) – Peringkat 801–1.000
- Binus University – Peringkat 1.001–1.250
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Peringkat 1.001–1.250
- Telkom Indonesia – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Airlangga (Unair) – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Gadjah Mada (UGM) – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Padjadjaran (Unpad) – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Sebelas Maret (UNS) – Peringkat 1.001–1.250
- Universitas Diponegoro (Undip) – Peringkat 1.251+
- Universitas Hasanuddin (Unhas) – Peringkat 1.251+
- Universitas Islam Indonesia (UII) – Peringkat 1.251+
- Universitas Negeri Malang (UM) – Peringkat 1.251+
- Universitas Andalas (Unand) – Peringkat 1.251+
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – Peringkat 1.251+
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) – Peringkat 1.251+
- Universitas Sriwijaya (Unsri) – Peringkat 1.251+
- Universitas Sumatera Utara (USU) – Peringkat 1.251+
- Universitas Syiah Kuala (USK) – Peringkat 1.251+
- Universitas Brawijaya (UB) – Peringkat 1.251+
Daftar tersebut memperlihatkan posisi perguruan tinggi Indonesia dalam kategori Engineering versi THE. ITB dan UI memimpin kampus Indonesia dengan rentang peringkat yang sama. Selanjutnya, delapan perguruan tinggi berada pada kelompok peringkat 1.001–1.250. Kampus lainnya masuk dalam kelompok peringkat 1.251+.
Indikator Penilaian THE Engineering 2026
THE WUR by Subject 2026 menggunakan lima kelompok indikator utama untuk menilai bidang Engineering. Setiap kelompok memiliki sejumlah indikator turunan dengan bobot berbeda. Selain itu, THE mencakup aspek pengajaran, riset, industri, dan internasionalisasi. Berikut rincian indikator yang digunakan.
1. Pengajaran
- Reputasi pengajaran: 19,5 persen
- Rasio mahasiswa dan staf: 3 persen
- Rasio lulusan doktoral dan sarjana: 1 persen
- Rasio lulusan doktoral dan staf: 3 persen
- Pendapatan institusi: 1,5 persen
2. Lingkungan Riset
- Reputasi riset: 21 persen
- Pendapatan riset: 4 persen
- Produktivitas riset: 4 persen
3. Kualitas Riset
- Dampak sitasi: 13,7 persen
- Kekuatan riset: 4,6 persen
- Keunggulan riset: 4,6 persen
- Pengaruh riset: 4,6 persen
4. Industri
- Pendapatan dari industri: 4 persen
- Paten: 4 persen
5. International Outlook
- Mahasiswa internasional: 2,5 persen
- Staf internasional: 2,5 persen
- Penulisan bersama skala internasional: 2,5 persen
- Studi di luar negeri: 0 persen
Melalui indikator tersebut, THE menilai perguruan tinggi dari berbagai aspek. Penilaian tidak hanya mencakup kualitas pengajaran dan riset. Selain itu, THE mempertimbangkan hubungan dengan industri serta tingkat internasionalisasi kampus. Karena itu, hasil pemeringkatan THE dapat berbeda dengan QS.
Perbedaan metodologi menjadi hal penting saat membandingkan kampus dengan jurusan teknik terbaik di Indonesia 2026. QS memberikan bobot besar terhadap reputasi akademis dan pandangan pemberi kerja. Sementara itu, THE membagi penilaian ke dalam aspek pengajaran, riset, industri, dan internasionalisasi. Calon mahasiswa dapat menggunakan kedua daftar tersebut sebagai bahan perbandingan awal. (iD/*)
FAQ
Kampus mana yang menempati peringkat tertinggi versi QS untuk bidang teknik di Indonesia?
Institut Teknologi Bandung menempati posisi tertinggi di Indonesia menurut QS 2026. ITB berada pada peringkat global 216 untuk Engineering & Technology. Selanjutnya, UI menempati peringkat 262 dan ITS berada pada posisi 266. UGM mengikuti pada peringkat global 293.
Berapa kampus Indonesia yang masuk pemeringkatan QS bidang teknik 2026?
QS memasukkan enam perguruan tinggi Indonesia dalam Engineering & Technology 2026. Daftar tersebut mencakup ITB, UI, ITS, UGM, Unair, dan Undip. Selain itu, masing-masing kampus memiliki posisi global yang berbeda. QS menilai total 556 perguruan tinggi dunia dalam kategori tersebut.
Berapa kampus Indonesia yang masuk THE Engineering 2026?
THE memasukkan 21 perguruan tinggi Indonesia dalam kategori Engineering 2026. Sementara itu, total perguruan tinggi dunia yang masuk mencapai 1.555 institusi. ITB dan UI berada pada rentang peringkat 801–1.000. Kampus Indonesia lainnya berada pada rentang 1.001–1.250 dan 1.251+.
Apakah QS dan THE memakai indikator yang sama?
QS dan THE menggunakan indikator berbeda dalam menyusun pemeringkatan. QS memberi perhatian besar pada reputasi akademis dan pandangan pemberi kerja. Sementara itu, THE menilai pengajaran, riset, industri, serta internasionalisasi. Karena itu, posisi kampus dapat berbeda antara kedua pemeringkatan.
Apa kampus dengan jurusan teknik terbaik di Indonesia 2026?
ITB menempati posisi tertinggi di antara kampus Indonesia dalam QS Engineering & Technology 2026. Sementara itu, THE menempatkan ITB dan UI pada rentang 801–1.000 dunia. Kedua lembaga menggunakan metode penilaian yang berbeda. Karena itu, calon mahasiswa dapat membandingkan keduanya sebelum menentukan pilihan.











Komentar