Makan Telur Rebus Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Telur rebus menawarkan protein dan sejumlah nutrisi penting, tetapi jumlah konsumsi tetap perlu menyesuaikan kondisi tubuh.

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Makan Telur Rebus Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? (Foto: inews)

Makan Telur Rebus Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? (Foto: inews)

Intiperistiwa.com – Telur rebus sering menjadi pilihan praktis untuk sarapan dan menu diet. Selain mudah diolah, telur juga menyediakan protein serta sejumlah nutrisi penting. Karena itu, sebagian orang memilih makan telur rebus hampir setiap hari. Namun, kebiasaan tersebut tetap perlu melihat jumlah konsumsi dan kondisi kesehatan masing-masing.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika seseorang rutin makan telur rebus? Sejumlah nutrisi dalam telur dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh. Misalnya, protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Sementara itu, kolin, lutein, dan zeaxanthin mendukung fungsi tubuh tertentu.

1. Rasa Kenyang Bisa Bertahan Lebih Lama

Telur rebus memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk membantu mengendalikan rasa lapar. Nutrisi tersebut dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Karena itu, banyak orang memilih telur sebagai menu sarapan. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengurangi keinginan ngemil pada sebagian orang.

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi telur saat sarapan dan rasa kenyang. Salah satunya penelitian dalam jurnal Nutrients membandingkan sarapan telur dengan sarapan sereal. Hasilnya menunjukkan sarapan telur memberikan respons kenyang lebih baik pada sebagian peserta. Dengan begitu, telur dapat membantu mengontrol asupan kalori harian dalam kondisi tertentu.

2. Konsentrasi dan Energi Bisa Lebih Terjaga

Kuning telur mengandung kolin yang berperan penting dalam fungsi otak dan sistem saraf. Tubuh menggunakan kolin untuk membentuk asetilkolin, senyawa yang berkaitan dengan memori dan konsentrasi. Karena itu, asupan kolin turut mendukung fungsi kognitif tubuh. Telur juga termasuk sumber kolin alami yang cukup tinggi.

Sebuah studi acak terkontrol dalam Lipids in Health and Disease meneliti konsumsi kolin. Penelitian tersebut berlangsung selama 12 minggu pada orang dewasa dan lansia sehat. Hasilnya mengaitkan konsumsi kolin dari kuning telur dengan perbaikan memori verbal. Namun, manfaat tersebut tetap perlu melihat kondisi dan kebutuhan nutrisi setiap individu.

Baca Juga :  Viral! Teknologi AI Bisa Hidupkan Orang Meninggal Lewat Video di Korea Selatan

3. Mata Mendapat Asupan Lutein dan Zeaxanthin

Telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang banyak terdapat pada retina mata. Kedua antioksidan tersebut membantu tubuh menghadapi stres oksidatif dan paparan cahaya berlebih. Kondisi itu penting karena proses penuaan dapat memengaruhi fungsi penglihatan. Oleh sebab itu, asupan kedua nutrisi tersebut dapat mendukung kesehatan mata.

Beberapa penelitian juga menemukan konsumsi telur dapat meningkatkan kadar lutein dan zeaxanthin. Studi dalam The Journal of Nutrition meneliti konsumsi satu telur setiap hari. Peserta mengonsumsi telur selama beberapa minggu dalam penelitian tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan kedua antioksidan dalam darah tanpa perubahan signifikan pada profil kolesterol peserta sehat.

Menariknya, tubuh relatif mudah menyerap lutein dan zeaxanthin dari telur. Bagian kuning telur menjadi sumber utama kedua nutrisi tersebut. Karena itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk mendukung kesehatan mata. Namun, pola makan secara keseluruhan tetap memegang peranan penting.

4. Konsumsi Telur Tidak Otomatis Menaikkan Kolesterol

Telur memang mengandung kolesterol sehingga banyak orang dahulu membatasi konsumsinya. Namun, penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan respons tubuh setiap orang dapat berbeda. Sejumlah penelitian juga menilai konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak selalu memperburuk kolesterol darah. Faktor pola makan secara keseluruhan turut memengaruhi kondisi tersebut.

Review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition mendukung temuan tersebut. Kedua publikasi tersebut membahas konsumsi telur dalam jumlah wajar dan kaitannya dengan kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan dampak konsumsi telur tidak selalu buruk bagi orang sehat. Terlebih lagi, pola makan seimbang dan rendah lemak jenuh turut menjadi faktor penting.

Meski demikian, kondisi kesehatan tertentu membutuhkan perhatian lebih. Orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung perlu mengatur jumlah konsumsi. Selain itu, mereka dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Langkah tersebut membantu menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga :  Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Speech Delay dan Cara Tepat Mengatasinya

5. Rambut dan Kuku Mendapat Asupan Protein serta Biotin

Telur menyediakan protein dan biotin yang tubuh perlukan untuk membentuk keratin. Protein tersebut menjadi komponen utama rambut dan kuku. Karena itu, pemenuhan kebutuhan protein harian dapat mendukung kondisi rambut serta kuku. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang.

Manfaat tersebut mungkin lebih terlihat pada orang yang sebelumnya kekurangan protein atau nutrisi tertentu. Ketika asupan mulai tercukupi, rambut dan kuku dapat tumbuh lebih baik. Kondisi tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko rambut atau kuku mudah rapuh. Sebaliknya, orang dengan pola makan seimbang mungkin tidak merasakan perubahan besar.

Berapa Banyak Telur yang Aman Dikonsumsi?

Pada dasarnya, orang sehat umumnya dapat makan telur rebus setiap hari dalam jumlah wajar. Telur menyediakan protein, kolin, lutein, dan zeaxanthin yang tubuh perlukan. Namun, seseorang tetap perlu memperhatikan keseluruhan pola makan. Selain itu, pilihan makanan pendamping juga dapat memengaruhi kualitas asupan harian.

Sejumlah review dalam Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition membahas konsumsi telur. Penelitian tersebut menunjukkan sekitar satu hingga dua butir telur sehari tidak selalu berdampak buruk. Temuan itu berlaku terutama pada orang sehat dengan pola makan seimbang. Pola makan rendah lemak jenuh juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, sejumlah panduan kesehatan menyebut konsumsi sekitar tujuh butir telur per minggu. Jumlah tersebut umumnya masih aman bagi banyak orang sehat. Meski demikian, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Karena itu, konsumsi lebih tinggi perlu menyesuaikan kondisi kesehatan masing-masing.

Orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung perlu lebih berhati-hati. Mereka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum meningkatkan konsumsi. Jadi, perhatian utama bukan hanya frekuensi makan telur. Pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup secara keseluruhan juga turut menentukan kesehatan. (iD/*)

Berita Terkait

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI
Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Stres Bisa Bikin Berat Badan Melonjak, Dokter Ungkap Bahaya Stress Eating
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

Berita Terbaru

8 Jenis Rangka Motor dan Karakternya, Kenali Perbedaannya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Otomotif

8 Jenis Rangka Motor dan Karakternya, Kenali Perbedaannya

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:00 WIB

Bantal Menguning karena Keringat? Begini Cara Membersihkannya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Bantal Menguning karena Keringat? Begini Cara Membersihkannya

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:00 WIB