Prabowo Tambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan dan Papua, Ini Daerah yang Jadi Prioritas

Pemerintah akan menambah pos lintas batas dan mempercepat pembangunan jalan di kawasan perbatasan Indonesia.

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Tambah Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan dan Papua, Ini Daerah yang Jadi Prioritas. (Foto: ilustrasi (Net)/klikpositif)

Prabowo Tambah Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan dan Papua, Ini Daerah yang Jadi Prioritas. (Foto: ilustrasi (Net)/klikpositif)

Intiperistiwa.com – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di sejumlah wilayah strategis. Presiden Prabowo Subianto menjadikan kawasan perbatasan Kalimantan dan Papua sebagai prioritas. Langkah tersebut bertujuan memperkuat keamanan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Indonesia saat ini memiliki 15 PLBN. Pemerintah membangun seluruh fasilitas tersebut pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Namun, pemerintah masih melihat kebutuhan pembangunan PLBN di beberapa titik perbatasan.

Tito menjelaskan wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara masih memerlukan tambahan PLBN. Kawasan Long Nawang dan Long Midang juga masuk dalam rencana pembangunan berikutnya. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan titik perbatasan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Papua Masuk Prioritas Pembangunan

Pemerintah juga akan memperluas pembangunan PLBN di wilayah perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Kawasan tersebut memiliki garis perbatasan sepanjang hampir 800 kilometer. Karena itu, pemerintah menilai jumlah PLBN saat ini masih belum memadai.

Baca Juga :  Kode Redeem FF Terbaru 18 Juli 2026 Resmi Dibagikan, Klaim Diamond, Bundle, dan Weapon Skin Gratis Sekarang

Saat ini, PLBN di Papua hanya berada di Skouw, Yetetkun, dan Sota. Sementara itu, Pegunungan Bintang dan Keerom belum memiliki fasilitas serupa. Oleh sebab itu, pemerintah memasukkan kedua wilayah tersebut dalam rencana pembangunan berikutnya.

Penambahan PLBN diharapkan memperkuat pengawasan kawasan perbatasan. Selain itu, fasilitas tersebut akan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Dengan demikian, pelayanan negara di wilayah perbatasan dapat semakin optimal.

Jalan Perbatasan Ikut Dipercepat

Selain membangun PLBN, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Program tersebut menyasar kawasan perbatasan dengan Malaysia dan Papua Nugini. Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional.

Menurut Tito, akses jalan yang baik akan mempermudah patroli aparat keamanan. Selanjutnya, distribusi logistik menuju kawasan perbatasan juga menjadi lebih lancar. Di sisi lain, pembangunan tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca Juga :  DPR Setuju Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer, Aset Negara Tak Terbuang

Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan sebagian Kalimantan Timur menjadi fokus pembangunan. Sementara itu, Pegunungan Bintang, Keerom, dan Boven Digoel juga masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur mampu mempercepat pertumbuhan kawasan perbatasan.

Pembangunan PLBN Terus Berlanjut

Pemerintah membangun 15 PLBN terpadu sepanjang periode 2015 hingga 2024. Sebanyak tujuh PLBN berdiri pada periode pertama. Selanjutnya, pemerintah menambah delapan PLBN pada periode 2020 hingga 2024.

Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo meresmikan tujuh PLBN secara serentak pada 2 Oktober 2024. Fasilitas tersebut tersebar di Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan. Kini, pemerintahan Prabowo berkomitmen melanjutkan pembangunan untuk memperkuat wilayah perbatasan Indonesia. (iD/*)

Berita Terkait

BGN Rombak Jajaran Pimpinan, 5 Pejabat Baru Siap Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa
Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya
Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya
Kemhan Resmi Buka Pendaftaran Komcad Matra Udara 2026, Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftarnya
Pemerintah Resmi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah Gratis, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:00 WIB

BGN Rombak Jajaran Pimpinan, 5 Pejabat Baru Siap Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:00 WIB

Presiden Prabowo resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:00 WIB

Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Masih Berlaku hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Tarifnya

Berita Terbaru