Bukan Indonesia, Negara Tetangga Ini Jadi Raja Wisata ASEAN 2026

Malaysia memimpin jumlah kunjungan turis asing di Asia Tenggara, sedangkan Vietnam kembali melampaui Indonesia.

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Indonesia, Negara Tetangga Ini Jadi Raja Wisata ASEAN 2026. (Foto: Unsplash/Mohd Jon Ramlan/kumparan)

Bukan Indonesia, Negara Tetangga Ini Jadi Raja Wisata ASEAN 2026. (Foto: Unsplash/Mohd Jon Ramlan/kumparan)

Intiperistiwa.com – Malaysia kembali memimpin jumlah kunjungan wisatawan asing di Asia Tenggara. Negeri Jiran mencatat 21,12 juta kunjungan selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut menempatkan Malaysia di posisi teratas kawasan. Bahkan, capaian itu menunjukkan tingginya minat turis terhadap Malaysia.

Berdasarkan statistik biro pariwisata Malaysia, jumlah kunjungan tumbuh 2,5 persen secara tahunan. Selain itu, angka tersebut meningkat 17,7 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada 2019. Pertumbuhan tersebut menjaga Malaysia tetap berada dalam jalur target wisatawan 2026. Karena itu, Malaysia masih unggul dalam persaingan pariwisata regional.

Thailand menempati posisi kedua dengan jumlah wisatawan asing sekitar 17,36 hingga 18,5 juta. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya daya tarik Thailand sepanjang semester pertama 2026. Sementara itu, Vietnam terus mengejar posisi teratas dengan pertumbuhan yang cukup kuat. Persaingan tiga negara tersebut semakin menarik sepanjang tahun ini.

Vietnam Kembali Lampaui Indonesia

Vietnam mencatat 12,3 juta wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut tumbuh 14,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu membuat Vietnam kembali melampaui Indonesia. Dengan demikian, posisi Indonesia dalam persaingan wisata ASEAN menghadapi tantangan baru.

Baca Juga :  Gunung Kerinci Kian Ramai, Ratusan Pendaki Padati Atap Sumatera Sepanjang Mei 2026

Indonesia mencatat 7,45 juta wisatawan mancanegara selama semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 5,71 persen dibandingkan periode sama pada 2025. Meski tumbuh positif, jumlah kunjungan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat daya saing pariwisata regional.

Singapura justru mencatat 8,19 juta wisatawan internasional selama enam bulan pertama 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada capaian Indonesia pada periode yang sama. Namun, Singapura mengalami penurunan 1,7 persen secara tahunan. Perlambatan kunjungan dari pasar utama seperti Indonesia dan India turut memengaruhi angka tersebut.

Filipina dan Laos Catat Pertumbuhan

Filipina membukukan sekitar 2,96 hingga 3,16 juta wisatawan internasional. Jumlah itu meningkat 5,4 hingga 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Filipina tetap optimistis mengejar target tahunan 6,7 juta wisatawan. Karena itu, capaian semester pertama menjadi pijakan penting menuju target tersebut.

Laos juga mencatat perkembangan positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Negara tersebut menerima hampir 2,6 juta wisatawan mancanegara. Jumlah itu meningkat 9,9 persen dibandingkan semester pertama 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan minat wisatawan terhadap Laos terus bergerak positif.

Baca Juga :  WhatsApp Punya Fitur AI Baru untuk Deteksi Penipuan, Tak Perlu Kirim Isi Chat ke Meta

Kamboja Alami Penurunan Tajam

Kamboja justru menghadapi kondisi berbeda pada paruh pertama tahun ini. Negara tersebut mencatat sekitar 1,75 juta wisatawan internasional. Angka itu merosot 47,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi salah satu yang paling tajam di kawasan ASEAN.

Myanmar mencatat 530.973 wisatawan asing selama enam bulan pertama 2026. Sementara itu, Brunei Darussalam membukukan hampir 400.000 kunjungan wisatawan. Angka Brunei tersebut meningkat 7,8 persen dibandingkan 370.000 kunjungan pada periode sama 2025. Dengan begitu, Brunei tetap mencatat pertumbuhan meski volumenya relatif kecil.

Persaingan Wisata ASEAN Semakin Ketat

Data tersebut menunjukkan persaingan pariwisata Asia Tenggara semakin ketat. Malaysia dan Thailand masih mendominasi jumlah kunjungan wisatawan asing. Di sisi lain, Vietnam terus memperkuat posisinya melalui pertumbuhan yang tinggi. Perkembangan tersebut membuat persaingan destinasi ASEAN semakin dinamis.

Indonesia memang mencatat pertumbuhan wisatawan asing sebesar 5,71 persen. Namun, Vietnam mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada periode yang sama. Karena itu, Indonesia perlu meningkatkan daya saing untuk mengejar negara tetangga. Strategi tersebut penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pariwisata ASEAN. (iD/*)

Berita Terkait

Festival Kopi Kerinci 2026 Segera Digelar, Usung Tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”
Depati Tujuh Coffee, Sensasi Ngopi di Atas Bukit dengan Panorama Pegunungan
Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan
9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar
Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa
Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia
Merah Putih 30 Meter Terbentang di Puncak Gunung Kerinci Saat HUT ke-81 RI
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:23 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Segera Digelar, Usung Tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Depati Tujuh Coffee, Sensasi Ngopi di Atas Bukit dengan Panorama Pegunungan

Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Berita Terbaru