PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Kemendagri Buka Peluang Aturan Baru

Kemendagri membuka peluang relaksasi aturan dan menolak PHK PPPK paruh waktu.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pertemuan Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia dengan Kemendagri. (Foto: jpnn)

pertemuan Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia dengan Kemendagri. (Foto: jpnn)

Intiperistiwa.com – Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia membawa kabar positif setelah bertemu Kementerian Dalam Negeri. Pertemuan itu berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026. Sejumlah pejabat Ditjen Bina Keuangan Daerah hadir dalam pembahasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menjelaskan arah kebijakan terkait masa depan PPPK paruh waktu. Aliansi menilai hasil diskusi tersebut membuka peluang baru bagi tenaga honorer yang masih menunggu kepastian status.

Sekretaris Jenderal DPP Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia, Rini Antika, mengaku bersyukur atas hasil pembahasan itu. Menurutnya, informasi dari Kemendagri menjadi pedoman penting dalam perjuangan para PPPK paruh waktu.

“Alhamdulillah kami mendapat banyak informasi dari Kemendagri. Ini menjadi kompas perjuangan kami,” ujar Rini kepada JPNN, Jumat, 5 Juni 2026.

Relaksasi Aturan Belanja Pegawai Masih Dibahas

Kemendagri menjelaskan aturan dalam UU Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2022. Aturan itu mengatur belanja pegawai daerah maksimal 30 persen dari total anggaran.

Namun, hingga kini masih banyak daerah yang belum memenuhi ketentuan tersebut. Karena itu, Kemendagri terus memberi peringatan kepada pemerintah provinsi agar target itu tercapai pada 2027.

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Selain itu, pemerintah juga membahas relaksasi aturan tersebut. Pembahasan mencakup penambahan masa penerapan serta kemungkinan kenaikan batas persentase belanja pegawai.

Wacana Gaji PPPK dari APBN Mulai Menguat

Kemendagri juga membahas kemungkinan pengalihan gaji PPPK ke APBN. Wacana itu muncul karena banyak daerah mengalami keterbatasan fiskal.

Di sisi lain, daerah tetap membutuhkan tenaga PPPK dan PPPK paruh waktu. Karena itu, pemerintah mulai mencari alternatif pembiayaan yang lebih realistis.

Pembahasan tersebut masih bersifat internal. Namun, pemerintah berharap Kementerian PANRB dan Kementerian Keuangan dapat menerima usulan itu.

Alasan Gaji PPPK Masuk Pos Barang dan Jasa

Kemendagri menjelaskan alasan penggajian PPPK paruh waktu masuk dalam pos barang dan jasa. Langkah itu bertujuan menjaga belanja pegawai agar tidak membengkak.

Selain itu, kebijakan tersebut juga menyesuaikan aturan dalam UU HKPD. Meski begitu, pemerintah mengakui nominal gaji PPPK paruh waktu masih perlu evaluasi.

Kemendagri meminta seluruh daerah mengikuti aturan penggajian yang sudah berlaku. Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki pedoman yang sama.

Baca Juga :  BPDP Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Hari Ini

Kemendagri Tegas Tolak PHK PPPK Paruh Waktu

Dalam pertemuan itu, Kemendagri juga menolak keras pemutusan hubungan kerja terhadap PPPK paruh waktu. Pemerintah menilai kebijakan tersebut berisiko menambah angka pengangguran.

Karena itu, pemerintah meminta seluruh daerah berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait tenaga PPPK paruh waktu. Pemerintah ingin menjaga stabilitas tenaga kerja di daerah.

Status PPPK Paruh Waktu Dinilai Perlu Aturan Kuat

Aliansi dan Kemendagri juga menyoroti pentingnya aturan hukum yang lebih kuat. Saat ini, dasar hukum peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh masih mengacu pada KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025.

Kondisi itu membuat status dan sistem penggajian PPPK paruh waktu belum sepenuhnya jelas. Karena itu, pemerintah mendorong lahirnya aturan baru, minimal dalam bentuk Peraturan Pemerintah.

Jika aturan tersebut terbit, pemerintah daerah akan lebih mudah menyesuaikan kebijakan anggaran. Selain itu, status PPPK paruh waktu juga menjadi lebih pasti.

Kemendagri menilai kejelasan aturan akan membantu Kementerian Keuangan menghitung kebutuhan ASN nasional. Dengan demikian, peluang peningkatan dana transfer daerah juga terbuka. (id/*)

Berita Terkait

Mulai Oktober 2026, Siswa PAUD Bakal Terima Bantuan PIP
BPDP Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Hari Ini
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Kemendagri Buka Peluang Aturan Baru

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:00 WIB

Mulai Oktober 2026, Siswa PAUD Bakal Terima Bantuan PIP

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPDP Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Hari Ini

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIB

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Berita Terbaru

Ilistrasi VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital. (Foto: IA)

Game

VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:00 WIB

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu. (Foto: shopee)

Teknologi

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:00 WIB