Purbaya Ingatkan Dirjen Anggaran Baru, Tidak Semua Usulan Anggaran Kementerian Harus Disetujui

Menteri Keuangan meminta Dirjen Anggaran memprioritaskan program berdampak dan memperkuat disiplin fiskal.

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Ingatkan Dirjen Anggaran Baru, Tidak Semua Usulan Anggaran Kementerian Harus Disetujui. (Foto: Bloomberg Technoz)

Purbaya Ingatkan Dirjen Anggaran Baru, Tidak Semua Usulan Anggaran Kementerian Harus Disetujui. (Foto: Bloomberg Technoz)

Intiperistiwa.comMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan arahan kepada Direktur Jenderal Anggaran Sudarto yang baru di lantik. Ia meminta Direktorat Jenderal Anggaran lebih selektif menilai setiap usulan belanja. Karena itu, kementerian tidak boleh menganggap seluruh permintaan anggaran pasti mendapat persetujuan.

Purbaya menegaskan pemerintah hanya perlu mendukung program yang benar-benar menjadi prioritas nasional. Selain itu, setiap program harus siap di jalankan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh penggunaan anggaran juga wajib memiliki dasar yang jelas dan dapat di pertanggungjawabkan.

“Saya sering mengingatkan bahwa tidak semua permintaan anggaran harus di penuhi. Prioritaskan program yang berdampak bagi rakyat dan dapat di pertanggungjawabkan,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Dirjen Anggaran di Minta Perketat Pengawasan

Purbaya berharap Direktorat Jenderal Anggaran tidak hanya menjaga defisit APBN. Ia juga meminta lembaga tersebut menjadi penjaga disiplin fiskal pemerintah. Dengan demikian, kualitas belanja negara tetap terjaga.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 12 Juni 2026 Kembali Turun, Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Melemah Hari Ini

Ia mengingatkan Sudarto agar berhati-hati menindaklanjuti Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Menurutnya, tambahan anggaran tidak boleh mengganggu perencanaan fiskal. Karena itu, setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara.

Purbaya juga meminta seluruh kementerian memahami pentingnya disiplin anggaran. Setiap belanja harus sesuai dengan alokasi yang telah di tetapkan. Langkah tersebut akan menjaga efektivitas pelaksanaan APBN.

Usulan Anggaran Wajib Melalui Kajian Mendalam

Purbaya menginstruksikan pembentukan tim internal untuk menelaah setiap usulan anggaran. Tim tersebut akan menguji manfaat, kesiapan pelaksanaan, dan kewajaran biaya. Dengan begitu, pemerintah dapat menghindari kesalahan dalam pengalokasian anggaran.

Ia mencontohkan lolosnya pengadaan motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, kejadian serupa tidak boleh kembali terulang. Oleh sebab itu, proses penilaian harus berlangsung lebih ketat.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca BMKG 17 Juni 2026 di Seluruh Ibu Kota Provinsi Se-Indonesia

“Setiap usulan anggaran harus di uji. Pastikan program menjadi prioritas presiden, bermanfaat, siap di jalankan, dan memiliki anggaran yang wajar,” tegasnya.

Belanja Negara Harus Fokus pada Prioritas Nasional

Selain menjaga disiplin fiskal, Purbaya meminta Direktorat Jenderal Anggaran memperkuat kualitas belanja negara. Ia ingin APBN terus mendukung sektor pendidikan, kesehatan, pangan, energi, UMKM, dan perumahan. Seluruh anggaran juga harus mendukung program prioritas pemerintah.

Di sisi lain, Purbaya meminta evaluasi terhadap anggaran yang masih di blokir. Ia juga mendorong peninjauan belanja konsultan, perjalanan dinas, serta anggaran tambahan yang tidak mendukung prioritas nasional. Langkah tersebut di harapkan membuat penggunaan APBN lebih efektif dan tepat sasaran. (iD/*)

Berita Terkait

Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan
Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?
Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi
Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen
Harga Sawit Sumut Turun Tipis, TBS Usia Produktif Kini Rp3.962,27 per Kg
Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Tembus Rp3.941 per Kg Jelang Awal Agustus 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik Tajam, Buyback Pegadaian Ikut Melonjak
Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Sawit Sumut Turun Tipis, TBS Usia Produktif Kini Rp3.962,27 per Kg

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB