Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok pada April 2026, Impor Energi Melonjak Tajam

Kenaikan impor migas dan bahan baku industri menekan surplus perdagangan Indonesia.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok pada April 2026, Impor Energi Melonjak Tajam. (Foto : supplychainindonesia)

Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok pada April 2026, Impor Energi Melonjak Tajam. (Foto : supplychainindonesia)

Intiperistiwa.com – Surplus perdagangan Indonesia turun drastis pada April 2026. Lonjakan impor menjadi penyebab utama penyusutan tersebut.

Meski begitu, kinerja ekspor nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi itu menandakan permintaan global masih cukup stabil.

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menyoroti penurunan surplus tersebut. Ia menyebut surplus April hanya mencapai USD89,1 juta.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan Maret 2026. Saat itu, surplus perdagangan mencapai USD3,32 miliar.

Selain itu, capaian tersebut berada di bawah ekspektasi pasar. Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan surplus sekitar USD1,5 miliar.

Impor Melonjak Lebih Cepat

Novani menjelaskan ekspor Indonesia masih tumbuh cukup kuat. Ekspor nasional naik 12,3 persen secara bulanan menjadi USD25,3 miliar.

Namun, impor justru melonjak lebih tinggi selama April 2026. Nilai impor naik 31,3 persen menjadi USD25,2 miliar.

Kenaikan impor hampir menghapus seluruh surplus perdagangan Indonesia. Karena itu, neraca perdagangan mendekati titik nol.

Novani menilai penyusutan surplus bukan berasal dari pelemahan ekspor. Sebaliknya, lonjakan impor menjadi faktor paling dominan.

Baca Juga :  Dugaan Mogok Massal, Isu Penutupan Toko Indomaret Dua Hari Beruntun Jadi Sorotan

Ekspor Nonmigas Masih Kuat

Di sisi lain, ekspor nonmigas masih menunjukkan kinerja positif. Nilainya naik 13,7 persen menjadi USD24,1 miliar.

Kenaikan tersebut ditopang ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya. Selain itu, produk nikel dan manufaktur juga ikut menguat.

Harga batu bara global turut membantu kinerja ekspor Indonesia. Secara tahunan, harga batu bara naik 32,8 persen.

Aktivitas manufaktur di Tiongkok, India, dan Jepang juga masih ekspansif. Karena itu, permintaan terhadap produk ekspor Indonesia tetap terjaga.

Novani menilai kondisi eksternal masih cukup mendukung sektor perdagangan nasional. Ia juga melihat daya tahan ekspor Indonesia masih relatif kuat.

Impor Energi Jadi Tekanan Utama

Tekanan terbesar berasal dari impor migas dan energi. Defisit perdagangan migas melebar hingga USD3,4 miliar.

Sebelumnya, defisit migas pada Maret 2026 mencapai USD1,89 miliar. Kini, nilainya hampir meningkat dua kali lipat.

Impor minyak dan gas melonjak 45,1 persen secara bulanan. Nilainya mencapai USD4,6 miliar sepanjang April 2026.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026 Naik Tipis, Simak Daftar Lengkapnya

Kenaikan terutama berasal dari impor minyak mentah dan produk olahan. Selain itu, impor bahan baku industri juga meningkat tajam.

Novani menilai kondisi tersebut mencerminkan pemulihan aktivitas produksi domestik. Kebutuhan energi industri juga terus meningkat.

Surplus Diperkirakan Tetap Bertahan

Meski surplus utama menyusut tajam, Indonesia masih mencatat surplus nonmigas. Nilainya mencapai USD3,5 miliar pada April 2026.

Ekspor CPO, batu bara, besi, dan baja menopang surplus tersebut. Namun, defisit migas hampir menghapus kelebihan perdagangan nonmigas.

Ke depan, Novani memperkirakan Indonesia tetap mencatat surplus perdagangan. Namun, nilainya kemungkinan lebih rendah dibandingkan 2025.

Ia melihat risiko terbesar berasal dari impor energi yang terus meningkat. Selain itu, kebutuhan bahan baku impor masih cukup tinggi.

Novani juga mengingatkan potensi penurunan harga komoditas global. Kondisi itu dapat menekan ekspor dan nilai tukar rupiah.

Karena itu, surplus perdagangan diperkirakan tidak lagi sekuat tahun sebelumnya. Dampaknya juga bisa membatasi stabilitas rupiah terhadap tekanan eksternal. (id/*)

Berita Terkait

Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret
Prabowo Copot Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
Beredarnya Isu Purbaya Mundur dari Menkeu, Begini Jawabannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026 Naik Tipis, Simak Daftar Lengkapnya
Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara
Harga Emas Antam Hari Ini Jumat, 5 Juni 2026 Masih Bertahan
KPK Tahan Silmy Karim dalam Kasus Dugaan Korupsi Keimigrasian
Terungkap! Kejagung Bongkar Dugaan Cuan dan Markup Fantastis di Kasus Korupsi MBG
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:00 WIB

Prabowo Copot Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:00 WIB

Beredarnya Isu Purbaya Mundur dari Menkeu, Begini Jawabannya

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026 Naik Tipis, Simak Daftar Lengkapnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara

Berita Terbaru

Ilistrasi VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital. (Foto: IA)

Game

VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:00 WIB

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu. (Foto: shopee)

Teknologi

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:00 WIB